<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>HISTORIPEDIA: Israel Serang USS Liberty, Tewaskan 34 Prajurit AS</title><description>Serangan yang berlangsung selama dua jam itu menewaskan 34 prajurit AS dan melukai 171 lainnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/08/18/1710446/historipedia-israel-serang-uss-liberty-tewaskan-34-prajurit-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/06/08/18/1710446/historipedia-israel-serang-uss-liberty-tewaskan-34-prajurit-as"/><item><title>HISTORIPEDIA: Israel Serang USS Liberty, Tewaskan 34 Prajurit AS</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/08/18/1710446/historipedia-israel-serang-uss-liberty-tewaskan-34-prajurit-as</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/06/08/18/1710446/historipedia-israel-serang-uss-liberty-tewaskan-34-prajurit-as</guid><pubDate>Kamis 08 Juni 2017 06:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/06/07/18/1710446/historipedia-israel-serang-uss-liberty-tewaskan-34-prajurit-as-NPCNkr0AF5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">USS Liberty dalam keadaan rusak parah setelah diserang pasukan Israel di Semenanjung Sinai, 8 Juni 1967. (Foto: US Navy)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/06/07/18/1710446/historipedia-israel-serang-uss-liberty-tewaskan-34-prajurit-as-NPCNkr0AF5.jpg</image><title>USS Liberty dalam keadaan rusak parah setelah diserang pasukan Israel di Semenanjung Sinai, 8 Juni 1967. (Foto: US Navy)</title></images><description>PADA 8 Juni 1967 di tengah kancah Perang Enam Hari, pesawat dan kapal torpedo Israel menyerang kapal pengintai Amerika Serikat (AS) USS Liberty di perairan internasional lepas pantai Jalur Gaza yang saat itu merupakan wilayah Mesir. USS Liberty yang secara jelas mengibarkan bendera AS dihujani dengan roket dan peluru napalm oleh militer Israel.
Mendapat serangan tersebut Liberty yang hanya memiliki persenjataan ringan berusaha meminta bantuan melalui radio, tetapi transmisi dari kapal tersebut diblokir oleh pesawat Israel. Pada akhirnya, transmisi dari Liberty didengar oleh kapal militer AS lainnya, USS Saratoga yang mengirimkan 12 jet tempur dan empat pesawat tanker untuk membantu Liberty.
Namun, saat berita mengenai pengiriman pesawat dari Saratoga didengar Washington, Menteri Pertahanan AS, Robert McNamara justru memerintahkan mereka ditarik kembali. Pesawat-pesawat itu tidak pernah mencapai Liberty dan alasan penarikan sampai hari ini tidak diketahui.
Berdasarkan kisah yang dilansir History, Kamis (8/6/2017), penyerangan awal terhadap Liberty berakhir dengan tewasnya sembilan dari 294 kru kapal, sedangkan 60 lainnya mengalami luka-luka. Tetapi serangan ternyata belum berakhir karena tiba-tiba kapal Israel melancarkan serangan ke arah Liberty dengan torpedo dan tembakan artileri dan menyebabkan kerusakan parah pada kapal tersebut.
Dalam situasi genting, Liberty menurunkan tiga sekoci penyelamat, tetapi ketiganya juga ditembaki dan diserang oleh Israel, sebuah tindakan yang merupakan pelanggaran berat hukum internasional. Setelah gagal menenggelamkan Liberty, kapal dan pesawat Israel akhirnya menyerah dan mundur.
Total 34 tentara AS tewas dan 171 luka-luka dalam serangan yang berlangsung selama sekira dua jam itu. Meski mengalami kerusakan parah, Liberty berhasil berlayar ke pelabuhan terdekat.
Israel kemudian meminta maaf atas serangan tersebut dan menawarkan ganti rugi sebesar USD6,9 juta dan mengklaim salah mengira Liberty sebagai kapal Mesir. Namun, para penyintas dari Liberty, dan beberapa mantan pejabat AS percaya bahwa serangan tersebut disengaja, dirancang untuk menyembunyikan pencaplokan Dataran Tinggi Golan di Suriah yang dilakukan Israel yang sehari setelah kejadian. Perangkat pendengar kapal kemungkinan mendengar komunikasi militer Israel merencanakan operasi kontroversial tersebut sehingga Liberty dijadikan sasaran.
Kapten Liberty, William L. McGonagle kemudian dianugerahi Congressional Medal of Honor atas kepemimpinannya yang heroik di Liberty selama dan setelah serangan tersebut. Tetapi, sampai hari ini, 50 tahun setelah kejadian tersebut, detail mengenai serangan Israel terhadap Liberty masih dirahasiakan oleh Badan Keamanan Nasional AS (NSA).</description><content:encoded>PADA 8 Juni 1967 di tengah kancah Perang Enam Hari, pesawat dan kapal torpedo Israel menyerang kapal pengintai Amerika Serikat (AS) USS Liberty di perairan internasional lepas pantai Jalur Gaza yang saat itu merupakan wilayah Mesir. USS Liberty yang secara jelas mengibarkan bendera AS dihujani dengan roket dan peluru napalm oleh militer Israel.
Mendapat serangan tersebut Liberty yang hanya memiliki persenjataan ringan berusaha meminta bantuan melalui radio, tetapi transmisi dari kapal tersebut diblokir oleh pesawat Israel. Pada akhirnya, transmisi dari Liberty didengar oleh kapal militer AS lainnya, USS Saratoga yang mengirimkan 12 jet tempur dan empat pesawat tanker untuk membantu Liberty.
Namun, saat berita mengenai pengiriman pesawat dari Saratoga didengar Washington, Menteri Pertahanan AS, Robert McNamara justru memerintahkan mereka ditarik kembali. Pesawat-pesawat itu tidak pernah mencapai Liberty dan alasan penarikan sampai hari ini tidak diketahui.
Berdasarkan kisah yang dilansir History, Kamis (8/6/2017), penyerangan awal terhadap Liberty berakhir dengan tewasnya sembilan dari 294 kru kapal, sedangkan 60 lainnya mengalami luka-luka. Tetapi serangan ternyata belum berakhir karena tiba-tiba kapal Israel melancarkan serangan ke arah Liberty dengan torpedo dan tembakan artileri dan menyebabkan kerusakan parah pada kapal tersebut.
Dalam situasi genting, Liberty menurunkan tiga sekoci penyelamat, tetapi ketiganya juga ditembaki dan diserang oleh Israel, sebuah tindakan yang merupakan pelanggaran berat hukum internasional. Setelah gagal menenggelamkan Liberty, kapal dan pesawat Israel akhirnya menyerah dan mundur.
Total 34 tentara AS tewas dan 171 luka-luka dalam serangan yang berlangsung selama sekira dua jam itu. Meski mengalami kerusakan parah, Liberty berhasil berlayar ke pelabuhan terdekat.
Israel kemudian meminta maaf atas serangan tersebut dan menawarkan ganti rugi sebesar USD6,9 juta dan mengklaim salah mengira Liberty sebagai kapal Mesir. Namun, para penyintas dari Liberty, dan beberapa mantan pejabat AS percaya bahwa serangan tersebut disengaja, dirancang untuk menyembunyikan pencaplokan Dataran Tinggi Golan di Suriah yang dilakukan Israel yang sehari setelah kejadian. Perangkat pendengar kapal kemungkinan mendengar komunikasi militer Israel merencanakan operasi kontroversial tersebut sehingga Liberty dijadikan sasaran.
Kapten Liberty, William L. McGonagle kemudian dianugerahi Congressional Medal of Honor atas kepemimpinannya yang heroik di Liberty selama dan setelah serangan tersebut. Tetapi, sampai hari ini, 50 tahun setelah kejadian tersebut, detail mengenai serangan Israel terhadap Liberty masih dirahasiakan oleh Badan Keamanan Nasional AS (NSA).</content:encoded></item></channel></rss>
