<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Survei SMRC: Jika Pilpres Digelar Sekarang, Elektabilitas Jokowi dan Prabowo Tertinggi</title><description>Bila pilpres diadakan ketika&amp;lrm; survei dilakukan, nama Jokowi dan Prabowo berada di posisi dua teratas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/08/337/1711411/survei-smrc-jika-pilpres-digelar-sekarang-elektabilitas-jokowi-dan-prabowo-tertinggi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/06/08/337/1711411/survei-smrc-jika-pilpres-digelar-sekarang-elektabilitas-jokowi-dan-prabowo-tertinggi"/><item><title>Survei SMRC: Jika Pilpres Digelar Sekarang, Elektabilitas Jokowi dan Prabowo Tertinggi</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/08/337/1711411/survei-smrc-jika-pilpres-digelar-sekarang-elektabilitas-jokowi-dan-prabowo-tertinggi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/06/08/337/1711411/survei-smrc-jika-pilpres-digelar-sekarang-elektabilitas-jokowi-dan-prabowo-tertinggi</guid><pubDate>Kamis 08 Juni 2017 21:38 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/06/08/337/1711411/survei-smrc-jika-pilpres-digelar-sekarang-elektabilitas-jokowi-dan-prabowo-tertinggi-AfqdbJUGlP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Survei SMRC (Foto: Fahreza Rizky/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/06/08/337/1711411/survei-smrc-jika-pilpres-digelar-sekarang-elektabilitas-jokowi-dan-prabowo-tertinggi-AfqdbJUGlP.jpg</image><title>Survei SMRC (Foto: Fahreza Rizky/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) me-launching hasil survei terbaru mengenai kondisi politik nasional pasca-Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Hasilnya, Joko Widodo dan Prabowo Subianto memiliki elektabilitas tertinggi bila pemilihan presiden (pilpres) diadakan saat survei dilakukan.

&amp;nbsp;
Peneliti SMRC, Djayadi Hanan mengatakan, dalam pertanyaan terbuka alias top of mind, bila pilpres diadakan ketika&amp;lrm; survei dilakukan, sebanyak 34,1% pemilih spontan mendukung Jokowi dan 17,2% mendukung Prabowo. Perbedaan elektabilitas antara keduanya sekira 17%.

&quot;Perbedaan elektabilitas antara Jokowi dan Prabowo sekarang mirip dengan perbedaan elektabilitas SBY dengan Megawati pada 2007,&quot; papar Djayadi di kantornya, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (8/6/2017).

Pada jarak waktu yang sama, dua tahun menjelang Pilpres 2009, perbedaan elektabilitas keduanya sebesar 16%.

Djayadi menambahkan, dalam simulasi head to head, elektabilitas Jokowi berada pada besaran 53,7%, sementara Prabowo 37,2% dan tidak menjawab 9,1%.


&quot;Jarak antara keduanya sekitar 16,5%. Dari sisi pilihan presiden, politik Tanah Air relatif tidak mengalami perubahan pasca-Pilkada DKI Jakarta,&quot; pungkas dia.


Sekadar diketahui, survey SMRC dilakukan secara nasional pada 14-20 Mei 2017 dengan responden sebanyak 1.350 orang. Adapun metode yang dipakai ialah teknik multistage random sampling, dengan margin of error kurang lebih 2,5% pada tingkat kepercayaan 95%.&amp;lrm;


</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) me-launching hasil survei terbaru mengenai kondisi politik nasional pasca-Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Hasilnya, Joko Widodo dan Prabowo Subianto memiliki elektabilitas tertinggi bila pemilihan presiden (pilpres) diadakan saat survei dilakukan.

&amp;nbsp;
Peneliti SMRC, Djayadi Hanan mengatakan, dalam pertanyaan terbuka alias top of mind, bila pilpres diadakan ketika&amp;lrm; survei dilakukan, sebanyak 34,1% pemilih spontan mendukung Jokowi dan 17,2% mendukung Prabowo. Perbedaan elektabilitas antara keduanya sekira 17%.

&quot;Perbedaan elektabilitas antara Jokowi dan Prabowo sekarang mirip dengan perbedaan elektabilitas SBY dengan Megawati pada 2007,&quot; papar Djayadi di kantornya, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (8/6/2017).

Pada jarak waktu yang sama, dua tahun menjelang Pilpres 2009, perbedaan elektabilitas keduanya sebesar 16%.

Djayadi menambahkan, dalam simulasi head to head, elektabilitas Jokowi berada pada besaran 53,7%, sementara Prabowo 37,2% dan tidak menjawab 9,1%.


&quot;Jarak antara keduanya sekitar 16,5%. Dari sisi pilihan presiden, politik Tanah Air relatif tidak mengalami perubahan pasca-Pilkada DKI Jakarta,&quot; pungkas dia.


Sekadar diketahui, survey SMRC dilakukan secara nasional pada 14-20 Mei 2017 dengan responden sebanyak 1.350 orang. Adapun metode yang dipakai ialah teknik multistage random sampling, dengan margin of error kurang lebih 2,5% pada tingkat kepercayaan 95%.&amp;lrm;


</content:encoded></item></channel></rss>
