<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dua Bulan Masih Misteri, Keluarga Novel Baswedan Pertanyakan Kelanjutan Kasus Air Keras</title><description>&quot;Kalau kasus kayak begini, dengan banyaknya bukti-bukti seperti sekarang maksimal seminggu sudah tertangkap pelakunya,&quot;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/10/337/1712612/dua-bulan-masih-misteri-keluarga-novel-baswedan-pertanyakan-kelanjutan-kasus-air-keras</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/06/10/337/1712612/dua-bulan-masih-misteri-keluarga-novel-baswedan-pertanyakan-kelanjutan-kasus-air-keras"/><item><title>Dua Bulan Masih Misteri, Keluarga Novel Baswedan Pertanyakan Kelanjutan Kasus Air Keras</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/10/337/1712612/dua-bulan-masih-misteri-keluarga-novel-baswedan-pertanyakan-kelanjutan-kasus-air-keras</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/06/10/337/1712612/dua-bulan-masih-misteri-keluarga-novel-baswedan-pertanyakan-kelanjutan-kasus-air-keras</guid><pubDate>Sabtu 10 Juni 2017 07:00 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/06/10/337/1712612/dua-bulan-masih-misteri-keluarga-novel-baswedan-pertanyakan-kelanjutan-kasus-air-keras-QIu0wjjS67.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Novel Baswedan. (foto: antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/06/10/337/1712612/dua-bulan-masih-misteri-keluarga-novel-baswedan-pertanyakan-kelanjutan-kasus-air-keras-QIu0wjjS67.jpg</image><title>Novel Baswedan. (foto: antara)</title></images><description>JAKARTA - Taufik Baswedan, kakak kandung penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, mempertanyakan keseriusan jajaran kepolisian mengungkap pelaku serta dalang teror penyiraman&amp;lrm; air keras.

Pasalnya, sudah hampir dua bulan kasus teror penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan tidak kunjung menemukan titik terang. Oleh karenanya, Taufik menduga jajaran kepolisian tidak serius mengusut kasus ini.

&quot;Polisi bukan belum menemukan (pelakunya), tapi memang enggak mau jalan. Karena kalau kasus kayak begini, dengan banyaknya bukti-bukti seperti sekarang maksimal seminggu sudah tertangkap pelakunya,&quot; kata Taufik saat dikonfirmasi Okezone, Sabtu (10/6/2017).

Taufik pun menilai, jika kasus adiknya tak segera diungkap, justru bisa merugikan kepolisian. Lambat laun, citra korps Bhayangkara akan buruk apabila gagal mengungkap kasus tersebut.

&quot;Ini dapat memperburuk citra Polri sendiri jika justru melindungi pelaku kejahatan,&quot; pungkasnya.
 Seperti diketaui sebelumnya, Novel mendapatkan teror penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal usai menjalankan Solat Subuh di sebuah Masjid di kawasan rum&amp;lrm;ahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Selasa, 11 April 2017, lalu. Akibatnya, Novel mengalami kerusakan mata yang cukup parah. (sym)</description><content:encoded>JAKARTA - Taufik Baswedan, kakak kandung penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, mempertanyakan keseriusan jajaran kepolisian mengungkap pelaku serta dalang teror penyiraman&amp;lrm; air keras.

Pasalnya, sudah hampir dua bulan kasus teror penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan tidak kunjung menemukan titik terang. Oleh karenanya, Taufik menduga jajaran kepolisian tidak serius mengusut kasus ini.

&quot;Polisi bukan belum menemukan (pelakunya), tapi memang enggak mau jalan. Karena kalau kasus kayak begini, dengan banyaknya bukti-bukti seperti sekarang maksimal seminggu sudah tertangkap pelakunya,&quot; kata Taufik saat dikonfirmasi Okezone, Sabtu (10/6/2017).

Taufik pun menilai, jika kasus adiknya tak segera diungkap, justru bisa merugikan kepolisian. Lambat laun, citra korps Bhayangkara akan buruk apabila gagal mengungkap kasus tersebut.

&quot;Ini dapat memperburuk citra Polri sendiri jika justru melindungi pelaku kejahatan,&quot; pungkasnya.
 Seperti diketaui sebelumnya, Novel mendapatkan teror penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal usai menjalankan Solat Subuh di sebuah Masjid di kawasan rum&amp;lrm;ahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Selasa, 11 April 2017, lalu. Akibatnya, Novel mengalami kerusakan mata yang cukup parah. (sym)</content:encoded></item></channel></rss>
