<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Novel Terkatung-katung Bisa Perburuk Citra Polri</title><description>Menurut Taufik Baswedan, kakak kandung Novel, bila kasus tersebut tak  kunjung terungkap maka akan semakin memperburuk citra Polri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/10/337/1712629/kasus-novel-terkatung-katung-bisa-perburuk-citra-polri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/06/10/337/1712629/kasus-novel-terkatung-katung-bisa-perburuk-citra-polri"/><item><title>Kasus Novel Terkatung-katung Bisa Perburuk Citra Polri</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/10/337/1712629/kasus-novel-terkatung-katung-bisa-perburuk-citra-polri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/06/10/337/1712629/kasus-novel-terkatung-katung-bisa-perburuk-citra-polri</guid><pubDate>Sabtu 10 Juni 2017 09:16 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/06/10/337/1712629/kasus-novel-terkatung-katung-bisa-perburuk-citra-polri-r5Pjjw2r2y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Novel Baswedan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/06/10/337/1712629/kasus-novel-terkatung-katung-bisa-perburuk-citra-polri-r5Pjjw2r2y.jpg</image><title>Novel Baswedan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan oleh kepolisian masih terkatung-katung. Dua bulan berlalu, namun belum ada satu pun pelaku yang berhasil diringkus.
Menurut Taufik Baswedan, kakak kandung Novel, bila kasus tersebut tak kunjung terungkap maka akan semakin memperburuk citra Polri.
&quot;Ini dapat memperburuk citra Polri sendiri jika justru melindungi pelaku kejahatan,&quot; ujar Taufik saat dikonfirmasi Okezone, Sabtu (10/6/2017).
Taufik menilai, seharusnya kasus tersebut bisa segera terungkap bila melihat dari sejumlah barang bukti yang ada. Namun, kenyatannya polisi justru dianggapnya kurang serius untuk mengungkap kasus tersebut.
&quot;Polisi bukan belum menemukan (pelakunya), tapi memang enggak mau jalan. Karena kalau kasus kayak begini, dengan banyaknya bukti-bukti seperti sekarang maksimal seminggu sudah tertangkap pelakunya,&quot; katanya.
Seperti diketahui, Novel disiram air keras oleh orang tidak dikenal usai menjalankan Salat Subuh di sebuah masjid kawasan rum&amp;lrm;ahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa 11 April 2017. Mata Novel pun mengalami kerusakan hingga harus menjalani operasi di Singapura.</description><content:encoded>JAKARTA - Penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan oleh kepolisian masih terkatung-katung. Dua bulan berlalu, namun belum ada satu pun pelaku yang berhasil diringkus.
Menurut Taufik Baswedan, kakak kandung Novel, bila kasus tersebut tak kunjung terungkap maka akan semakin memperburuk citra Polri.
&quot;Ini dapat memperburuk citra Polri sendiri jika justru melindungi pelaku kejahatan,&quot; ujar Taufik saat dikonfirmasi Okezone, Sabtu (10/6/2017).
Taufik menilai, seharusnya kasus tersebut bisa segera terungkap bila melihat dari sejumlah barang bukti yang ada. Namun, kenyatannya polisi justru dianggapnya kurang serius untuk mengungkap kasus tersebut.
&quot;Polisi bukan belum menemukan (pelakunya), tapi memang enggak mau jalan. Karena kalau kasus kayak begini, dengan banyaknya bukti-bukti seperti sekarang maksimal seminggu sudah tertangkap pelakunya,&quot; katanya.
Seperti diketahui, Novel disiram air keras oleh orang tidak dikenal usai menjalankan Salat Subuh di sebuah masjid kawasan rum&amp;lrm;ahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa 11 April 2017. Mata Novel pun mengalami kerusakan hingga harus menjalani operasi di Singapura.</content:encoded></item></channel></rss>
