<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengerjaan Jalan Trans Papua Wamena-Mumugu Dapatkan Izin Kementerian LHK</title><description></description><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/23/337/1722500/pengerjaan-jalan-trans-papua-wamena-mumugu-dapatkan-izin-kementerian-lhk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/06/23/337/1722500/pengerjaan-jalan-trans-papua-wamena-mumugu-dapatkan-izin-kementerian-lhk"/><item><title>Pengerjaan Jalan Trans Papua Wamena-Mumugu Dapatkan Izin Kementerian LHK</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/23/337/1722500/pengerjaan-jalan-trans-papua-wamena-mumugu-dapatkan-izin-kementerian-lhk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/06/23/337/1722500/pengerjaan-jalan-trans-papua-wamena-mumugu-dapatkan-izin-kementerian-lhk</guid><pubDate>Jum'at 23 Juni 2017 00:02 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/06/22/337/1722500/pengerjaan-jalan-trans-papua-wamena-mumugu-dapatkan-izin-kementerian-lhk-wgEexeqDba.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Trans Papua (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/06/22/337/1722500/pengerjaan-jalan-trans-papua-wamena-mumugu-dapatkan-izin-kementerian-lhk-wgEexeqDba.jpeg</image><title>Trans Papua (Foto: Ist)</title></images><description>PEMBANGUNAN jalan Trans Papua ruas Wamena-Mumugu yang sebagian besar melintasi area Taman Nasional Lorentz telah mendapatkan izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Perizinan diperoleh setelah ditandatanganinya kesepakatan kerja sama antara Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto dengan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Wiratno di Jakarta, Rabu 21 Juni 2017 malam.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura, Osman Marbun mengatakan, dari 284,3 km total panjang ruas Wamena-Mumugu, 188,9 km di antaranya melintasi wilayah Taman Nasional Lorentz. Selain ruas tersebut, saat ini juga sedang diproses izin serupa untuk ruas jalan Wamena-Eranotali. Perizinan tersebut dinilai penting oleh Osman agar tidak ada regulasi yang dilanggar dalam pembangunan jalan Trans Papua.
&quot;Dengan ini diharapkan pada tahun 2019 sudah terbuka semua untuk Trans Papua,&quot; sambungnya.
Untuk pembukaan lahan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga bekerja sama dengan Direktorat Zeni TNI-AD. Osman mengatakan, 2017 merupakan tahun kedua pihaknya kerja sama dengan TNI-AD untuk pembukaan lahan. Untuk ruas Wamena-Mumugu turut dibangun 35 jembatan yang sebagian rangka baja. Lebar jembatan yang dibangun bervariasi antara 60 meter, 100 meter dan 120 meter.
&quot;Tahun ini yang sedang kita kerjakan ada tujuh jembatan,&quot; terang Kepala BBPJN XVIII.
Pembangunan jalan Trans Papua menjadi salah satu prioritas pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Dalam pengerjaannya, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi di lapangan seperti topografi medan yang berbukit dan lembah, cuaca ekstrem di lapangan, hak tanah ulayat, hingga gangguan sosial.
&quot;Selain itu Papua kan wilayahnya sangat besar, sehingga memang masih banyak perlu dibangun jalan yang membutuhkan biaya cukup besar,&quot; terang Osman.
Panjang jalan Trans Papua yang dibangun mencapai 4.330.07 km, di mana masih ada 479,04 km (11 persen) di antaranya belum tersambung. Jumlah tersebut ditargetkan akan berkurang menjadi 366,2 km (8 persen) saja yang belum tersambung pada akhir tahun ini. Keberadaan jalan Trans Papua diharapkan dapat menurunkan biaya komoditas dan logistik di pulau tersebut yang akan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.</description><content:encoded>PEMBANGUNAN jalan Trans Papua ruas Wamena-Mumugu yang sebagian besar melintasi area Taman Nasional Lorentz telah mendapatkan izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Perizinan diperoleh setelah ditandatanganinya kesepakatan kerja sama antara Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto dengan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Wiratno di Jakarta, Rabu 21 Juni 2017 malam.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura, Osman Marbun mengatakan, dari 284,3 km total panjang ruas Wamena-Mumugu, 188,9 km di antaranya melintasi wilayah Taman Nasional Lorentz. Selain ruas tersebut, saat ini juga sedang diproses izin serupa untuk ruas jalan Wamena-Eranotali. Perizinan tersebut dinilai penting oleh Osman agar tidak ada regulasi yang dilanggar dalam pembangunan jalan Trans Papua.
&quot;Dengan ini diharapkan pada tahun 2019 sudah terbuka semua untuk Trans Papua,&quot; sambungnya.
Untuk pembukaan lahan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga bekerja sama dengan Direktorat Zeni TNI-AD. Osman mengatakan, 2017 merupakan tahun kedua pihaknya kerja sama dengan TNI-AD untuk pembukaan lahan. Untuk ruas Wamena-Mumugu turut dibangun 35 jembatan yang sebagian rangka baja. Lebar jembatan yang dibangun bervariasi antara 60 meter, 100 meter dan 120 meter.
&quot;Tahun ini yang sedang kita kerjakan ada tujuh jembatan,&quot; terang Kepala BBPJN XVIII.
Pembangunan jalan Trans Papua menjadi salah satu prioritas pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Dalam pengerjaannya, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi di lapangan seperti topografi medan yang berbukit dan lembah, cuaca ekstrem di lapangan, hak tanah ulayat, hingga gangguan sosial.
&quot;Selain itu Papua kan wilayahnya sangat besar, sehingga memang masih banyak perlu dibangun jalan yang membutuhkan biaya cukup besar,&quot; terang Osman.
Panjang jalan Trans Papua yang dibangun mencapai 4.330.07 km, di mana masih ada 479,04 km (11 persen) di antaranya belum tersambung. Jumlah tersebut ditargetkan akan berkurang menjadi 366,2 km (8 persen) saja yang belum tersambung pada akhir tahun ini. Keberadaan jalan Trans Papua diharapkan dapat menurunkan biaya komoditas dan logistik di pulau tersebut yang akan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.</content:encoded></item></channel></rss>
