<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penjara Teraneh di Dunia, Napi Hidup dengan Pemerintahan Mandiri</title><description>Terletak di jantung kota pegunungan La Paz di Bolivia Barat, Penjara San Pedro merupakan penjara paling aneh di dunia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/26/18/1712936/penjara-teraneh-di-dunia-napi-hidup-dengan-pemerintahan-mandiri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/06/26/18/1712936/penjara-teraneh-di-dunia-napi-hidup-dengan-pemerintahan-mandiri"/><item><title>Penjara Teraneh di Dunia, Napi Hidup dengan Pemerintahan Mandiri</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/26/18/1712936/penjara-teraneh-di-dunia-napi-hidup-dengan-pemerintahan-mandiri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/06/26/18/1712936/penjara-teraneh-di-dunia-napi-hidup-dengan-pemerintahan-mandiri</guid><pubDate>Senin 26 Juni 2017 12:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rufki Ade Vinanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/06/10/18/1712936/penjara-teraneh-di-dunia-napi-hidup-dengan-pemerintahan-mandiri-byn7twKAUD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penjara San Pedro di Bolivia. (Foto: The Vintage News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/06/10/18/1712936/penjara-teraneh-di-dunia-napi-hidup-dengan-pemerintahan-mandiri-byn7twKAUD.jpg</image><title>Penjara San Pedro di Bolivia. (Foto: The Vintage News)</title></images><description>LA PAZ - Terletak di jantung kota pegunungan La Paz di Bolivia Barat, Penjara San Pedro merupakan penjara paling aneh di dunia. San Pedro juga diketahui sebagai penjara terbesar di Bolivia yang mampu menampung lebih dari 2.400 narapidana.

Julukan 'penjara paling aneh' melekat pada San Pedro bukanlah tanpa alasan. Penjara ini diketahui hanya dijaga dari bagian luar, tidak ada sipir di dalam penjara. Satu-satunya pekerjaan para penjaga adalah memastikan bahwa tidak ada narapidana yang keluar.

Hal tersebut membuat para tahanan diharuskan menjaga diri mereka sendiri. Di San Pedro, para narapidana diwajibkan untuk membayar biaya masuk dan biaya sewa sel dari seseorang yang disebut sebagai 'Walikota Penjara' atau melalui salah satu 'agen real estat' ketika pertama kali masuk.
&amp;nbsp;
Situasi di dalam penjara San Pedro. (Foto: The Vintage News)
Penjara San Pedro menjadi istimewa karena para tahanan di penjara itu membentuk sebuah sistem pemerintahan layaknya kehidupan di sebuah wilayah. Mereka memilih delapan pejabat untuk memimpin setiap bagian dalam penjara. Setiap bagian juga diwakili oleh dewan kecil untuk membuat keputusan.

San Pedro semakin unik karena banyak tahanan yang tinggal bersama istri dan anak-anak mereka di dalam penjara layaknya sebuah pemukiman. Terdapat sekira 200 anak yang tinggal bersama ayah mereka di tempat ini.

Anak-anak yang tinggal di dalam penjara pada dasarnya terancam  berbagai marabahaya. Namun para tahanan yang berani berbuat kejahatan  pada anak-anak seperti pemerkosaan dan penganiayaan tidak akan  ditoleransi oleh narapidana lain. Mereka akan ditenggelamkan secara  paksa oleh tahanan lain di kolam renang kecil yang  berada di dalam  penjara.

Kondisi di San Pedro berbeda-beda di setiap bagian. Di bagian yang  paling miskin, kondisinya sangat mengerikan.  Narapidana hidup dengan  berjejalan yakni terdapat tiga sampai empat orang dalam satu sel. Di  sisi lain, para politisi yang dipenjara dan mafia obat-obatan tinggal di  sel-sel mewah bernama La Posta dengan kamar mandi pribadi, dapur, dan  televisi kabel.
 Situasi di dalam penjara San Pedro. (Foto: The Vintage News)
Untuk tinggal di La Posta, para narapidana diharuskan membayar uang  sewa paling murah sekira Rp14 juta. Akibatnya tak banyak narapidana yang  mampu untuk tinggal di sana. Beberapa tahanan di San Pedro diketahui  mendapatkan uang dari perdagangan alkohol dan perjudian. Mereka kerap  melakukan perjudian pertandingan sepak bola.

Sejak awal 1990-an, San Pedro secara tidak resmi menjadi sebuah  tempat wisata. Meski pada dasarnya wisata penjara adalah hal ilegal,  para penjaga telah menerima suap dari ribuan turis yang datang karena  ingin melihat penjara unik tersebut. Sejak 2009, San Pedro telah  benar-benar terlarang bagi wisatawan, namun jika Anda berani membayar  mahal, maka Anda akan bisa masuk ke sana.</description><content:encoded>LA PAZ - Terletak di jantung kota pegunungan La Paz di Bolivia Barat, Penjara San Pedro merupakan penjara paling aneh di dunia. San Pedro juga diketahui sebagai penjara terbesar di Bolivia yang mampu menampung lebih dari 2.400 narapidana.

Julukan 'penjara paling aneh' melekat pada San Pedro bukanlah tanpa alasan. Penjara ini diketahui hanya dijaga dari bagian luar, tidak ada sipir di dalam penjara. Satu-satunya pekerjaan para penjaga adalah memastikan bahwa tidak ada narapidana yang keluar.

Hal tersebut membuat para tahanan diharuskan menjaga diri mereka sendiri. Di San Pedro, para narapidana diwajibkan untuk membayar biaya masuk dan biaya sewa sel dari seseorang yang disebut sebagai 'Walikota Penjara' atau melalui salah satu 'agen real estat' ketika pertama kali masuk.
&amp;nbsp;
Situasi di dalam penjara San Pedro. (Foto: The Vintage News)
Penjara San Pedro menjadi istimewa karena para tahanan di penjara itu membentuk sebuah sistem pemerintahan layaknya kehidupan di sebuah wilayah. Mereka memilih delapan pejabat untuk memimpin setiap bagian dalam penjara. Setiap bagian juga diwakili oleh dewan kecil untuk membuat keputusan.

San Pedro semakin unik karena banyak tahanan yang tinggal bersama istri dan anak-anak mereka di dalam penjara layaknya sebuah pemukiman. Terdapat sekira 200 anak yang tinggal bersama ayah mereka di tempat ini.

Anak-anak yang tinggal di dalam penjara pada dasarnya terancam  berbagai marabahaya. Namun para tahanan yang berani berbuat kejahatan  pada anak-anak seperti pemerkosaan dan penganiayaan tidak akan  ditoleransi oleh narapidana lain. Mereka akan ditenggelamkan secara  paksa oleh tahanan lain di kolam renang kecil yang  berada di dalam  penjara.

Kondisi di San Pedro berbeda-beda di setiap bagian. Di bagian yang  paling miskin, kondisinya sangat mengerikan.  Narapidana hidup dengan  berjejalan yakni terdapat tiga sampai empat orang dalam satu sel. Di  sisi lain, para politisi yang dipenjara dan mafia obat-obatan tinggal di  sel-sel mewah bernama La Posta dengan kamar mandi pribadi, dapur, dan  televisi kabel.
 Situasi di dalam penjara San Pedro. (Foto: The Vintage News)
Untuk tinggal di La Posta, para narapidana diharuskan membayar uang  sewa paling murah sekira Rp14 juta. Akibatnya tak banyak narapidana yang  mampu untuk tinggal di sana. Beberapa tahanan di San Pedro diketahui  mendapatkan uang dari perdagangan alkohol dan perjudian. Mereka kerap  melakukan perjudian pertandingan sepak bola.

Sejak awal 1990-an, San Pedro secara tidak resmi menjadi sebuah  tempat wisata. Meski pada dasarnya wisata penjara adalah hal ilegal,  para penjaga telah menerima suap dari ribuan turis yang datang karena  ingin melihat penjara unik tersebut. Sejak 2009, San Pedro telah  benar-benar terlarang bagi wisatawan, namun jika Anda berani membayar  mahal, maka Anda akan bisa masuk ke sana.</content:encoded></item></channel></rss>
