<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Empat Landmark Dunia yang Selamat dari Ledakan Bom</title><description>Uniknya, tidak semua kawasan yang pernah diterjang malapetaka, hancur begitu saja.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/26/18/1723356/empat-landmark-dunia-yang-selamat-dari-ledakan-bom</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/06/26/18/1723356/empat-landmark-dunia-yang-selamat-dari-ledakan-bom"/><item><title>Empat Landmark Dunia yang Selamat dari Ledakan Bom</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/26/18/1723356/empat-landmark-dunia-yang-selamat-dari-ledakan-bom</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/06/26/18/1723356/empat-landmark-dunia-yang-selamat-dari-ledakan-bom</guid><pubDate>Senin 26 Juni 2017 16:01 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/06/23/18/1723356/empat-landmark-dunia-yang-selamat-dari-ledakan-bom-wAzLfmjGdQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kubah Genbaku. (Foto: Flick River)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/06/23/18/1723356/empat-landmark-dunia-yang-selamat-dari-ledakan-bom-wAzLfmjGdQ.jpg</image><title>Kubah Genbaku. (Foto: Flick River)</title></images><description>SEJARAH dunia penuh dengan kekerasan. Bom menghancurkan seisi kota dan membasmi penduduknya, meninggalkan jejak kelam dan reruntuhan. Selain perang, bencana alam juga seringnya menjadi penyapu keindahan alam.
Uniknya, tidak semua kawasan yang pernah diterjang malapetaka, hancur begitu saja. Faktanya, ada juga peninggalan sejarah yang tak lekang dimakan zaman. Ada yang mampu bertahan hingga kini, meskipun tak seutuhnya.
Berikut ini merupakan lima landmark dunia yang selamat dari terjangan bom.
1. Kuil Sanno di Nagasaki

Jepang pada masa Perang Dunia II bernafsu menguasai Asia dan dunia. Indonesia termasuk negara yang dijajahnya kala itu. Desakan dari Amerika Serikat membuat mereka pulang kampung semua, yaitu jatuhnya dua bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada 6 dan 9 Agustus 1945.
Ketika nuklir itu meledak, seluruh kota hancur, menyisakan puing-puing. Salah satu peninggalan sejarah Nagasaki yang bertahan hingga kini ialah separuh torii Kuil Sanno. Torii itu terletak sekira 792,48 meter dari pusat jatuhnya Fat Man.
Torii adalah semacam gapura di kuil-kuil shinto Jepang yang menandakan batas antara tempat tinggal manusia dan kawasan suci Kami (sebutan untuk Dewa atau Tuhan dalam Bahasa Jepang).

Orang Jepang percaya bahwa selamatnya setengah bagian dari pintu keramat tersebut adalah keajaiban. Seolah mewakili semangat Negeri Matahari Terbit yang menolak dihancurkan sepenuhnya.
Pada saat bersamaan, dua pohon tua yang sudah hidup lebih dari lima abad di dekatnya juga tersapu oleh ledakan nuklir. Orang mengira ia akan mati begitu saja, tetapi pohon itu kabarnya sudah mulai bertumbuh lagi.
Waktu berlalu, kehidupan kembali ke sekitar torii Kuil Sanno dan kedua pohon tua itu. Kini, kedua saksi bisu kekejaman Perang Dunia II itu menjadi simbol kehidupan. Dalam artian, setelah kerusakan parah dan kematian, kehidupan masih ada.2. Kubah Genbaku di Hiroshima

Seperti Kuil Sanno di Nagasaki, Kubah Genbaku (bom atom) atau yang  sekarang lebih dikenal dengan nama Monumen Perdamaian Hiroshima  merupakan saksi bisu akhir Perang Dunia II.  Meskipun rusak parah  setelah pesawat Enola Gay menjatuhkan Little Boy ke pusat bisnis  Hiroshima, bangunan yang rampung pada April 1915 itu tetap berdiri  tegak.
Kubah Genbaku merupakan rancangan dari arsitek asal Ceko, Jan Letzel.  Bangunan itu sebelumnya dinamai Aula Pameran Produk, dan digunakan  sebagai pusat pameran seni dan pendidikan.

Pasca-PD II sempat muncul polemik untuk membangun kembali atau  meratakan bangunan tersebut dengan tanah. Akhirnya pada 1960-an,  pemerintah menjadikan aula pameran seni itu sebagai monumen peringatan  bagi lebih dari 70 ribu korban bom atom pertama di dunia.3. Gerbang Brandenburg di Berlin

Gerbang Bradenburg berdiri sewaktu Nazi berkuasa di Jerman dan   melecut perang dengan tetangga-tetangganya di Eropa. Bom berjatuhan,   peluru berterbangan menembus gerbang tersebut. Ia tetap berdiri kokoh,   meski tubuhnya terluka di sana-sini.
Gerbang yang sama telah lama menjadi simbol kesedihan karena   bersama-sama tembok Berlin, ia menyaksikan Jerman terbelah dua, barat   dan timur. Setelah Jerman berdamai dan menyatu lagi, tembok diruntuhkan,   tetapi Gerbang Bradenburg diperbaiki. Kini ia menjadi seperti tugu   peringatan untuk perdamaian dan persatuan di Benua Biru.
4. Benteng Warsawa

Melansir Dusty Old Thing, pemboman Jerman ke Warsawa, Polandia   membuat sebagian besar kota hancur dan beberapa struktur dari sebelum   perang tetap utuh. Bangunan-bangunan terkenal yang masih berdiri saat   ini sebagian besar merupakan hasil pemugaran jangka panjang yang   dilakukan setelah Perang Dunia II.
Ketika Jerman mengebom Ibu Kota Polandia tersebut, diperkirakan   tingkat kerusakan di Warsawa sekira 85%. Pemberontakan warga yang gagal   setelah tentara Jerman menguasai kota tersebut memotivasi Nazi untuk   menghancurkan sinagoga, sejumlah landmark, dan bangunan bersejarah.   Salah satu situs bersejarah yang dibom, tetapi tidak hancur adalah   Warsaw Citadel, sebuah kompleks benteng yang berasal dari abad ke-19.</description><content:encoded>SEJARAH dunia penuh dengan kekerasan. Bom menghancurkan seisi kota dan membasmi penduduknya, meninggalkan jejak kelam dan reruntuhan. Selain perang, bencana alam juga seringnya menjadi penyapu keindahan alam.
Uniknya, tidak semua kawasan yang pernah diterjang malapetaka, hancur begitu saja. Faktanya, ada juga peninggalan sejarah yang tak lekang dimakan zaman. Ada yang mampu bertahan hingga kini, meskipun tak seutuhnya.
Berikut ini merupakan lima landmark dunia yang selamat dari terjangan bom.
1. Kuil Sanno di Nagasaki

Jepang pada masa Perang Dunia II bernafsu menguasai Asia dan dunia. Indonesia termasuk negara yang dijajahnya kala itu. Desakan dari Amerika Serikat membuat mereka pulang kampung semua, yaitu jatuhnya dua bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada 6 dan 9 Agustus 1945.
Ketika nuklir itu meledak, seluruh kota hancur, menyisakan puing-puing. Salah satu peninggalan sejarah Nagasaki yang bertahan hingga kini ialah separuh torii Kuil Sanno. Torii itu terletak sekira 792,48 meter dari pusat jatuhnya Fat Man.
Torii adalah semacam gapura di kuil-kuil shinto Jepang yang menandakan batas antara tempat tinggal manusia dan kawasan suci Kami (sebutan untuk Dewa atau Tuhan dalam Bahasa Jepang).

Orang Jepang percaya bahwa selamatnya setengah bagian dari pintu keramat tersebut adalah keajaiban. Seolah mewakili semangat Negeri Matahari Terbit yang menolak dihancurkan sepenuhnya.
Pada saat bersamaan, dua pohon tua yang sudah hidup lebih dari lima abad di dekatnya juga tersapu oleh ledakan nuklir. Orang mengira ia akan mati begitu saja, tetapi pohon itu kabarnya sudah mulai bertumbuh lagi.
Waktu berlalu, kehidupan kembali ke sekitar torii Kuil Sanno dan kedua pohon tua itu. Kini, kedua saksi bisu kekejaman Perang Dunia II itu menjadi simbol kehidupan. Dalam artian, setelah kerusakan parah dan kematian, kehidupan masih ada.2. Kubah Genbaku di Hiroshima

Seperti Kuil Sanno di Nagasaki, Kubah Genbaku (bom atom) atau yang  sekarang lebih dikenal dengan nama Monumen Perdamaian Hiroshima  merupakan saksi bisu akhir Perang Dunia II.  Meskipun rusak parah  setelah pesawat Enola Gay menjatuhkan Little Boy ke pusat bisnis  Hiroshima, bangunan yang rampung pada April 1915 itu tetap berdiri  tegak.
Kubah Genbaku merupakan rancangan dari arsitek asal Ceko, Jan Letzel.  Bangunan itu sebelumnya dinamai Aula Pameran Produk, dan digunakan  sebagai pusat pameran seni dan pendidikan.

Pasca-PD II sempat muncul polemik untuk membangun kembali atau  meratakan bangunan tersebut dengan tanah. Akhirnya pada 1960-an,  pemerintah menjadikan aula pameran seni itu sebagai monumen peringatan  bagi lebih dari 70 ribu korban bom atom pertama di dunia.3. Gerbang Brandenburg di Berlin

Gerbang Bradenburg berdiri sewaktu Nazi berkuasa di Jerman dan   melecut perang dengan tetangga-tetangganya di Eropa. Bom berjatuhan,   peluru berterbangan menembus gerbang tersebut. Ia tetap berdiri kokoh,   meski tubuhnya terluka di sana-sini.
Gerbang yang sama telah lama menjadi simbol kesedihan karena   bersama-sama tembok Berlin, ia menyaksikan Jerman terbelah dua, barat   dan timur. Setelah Jerman berdamai dan menyatu lagi, tembok diruntuhkan,   tetapi Gerbang Bradenburg diperbaiki. Kini ia menjadi seperti tugu   peringatan untuk perdamaian dan persatuan di Benua Biru.
4. Benteng Warsawa

Melansir Dusty Old Thing, pemboman Jerman ke Warsawa, Polandia   membuat sebagian besar kota hancur dan beberapa struktur dari sebelum   perang tetap utuh. Bangunan-bangunan terkenal yang masih berdiri saat   ini sebagian besar merupakan hasil pemugaran jangka panjang yang   dilakukan setelah Perang Dunia II.
Ketika Jerman mengebom Ibu Kota Polandia tersebut, diperkirakan   tingkat kerusakan di Warsawa sekira 85%. Pemberontakan warga yang gagal   setelah tentara Jerman menguasai kota tersebut memotivasi Nazi untuk   menghancurkan sinagoga, sejumlah landmark, dan bangunan bersejarah.   Salah satu situs bersejarah yang dibom, tetapi tidak hancur adalah   Warsaw Citadel, sebuah kompleks benteng yang berasal dari abad ke-19.</content:encoded></item></channel></rss>
