<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perkenalkan Ailton, Pedagang Asongan Necis di Brasil</title><description>Pedagang asongan jamak ditemui di sekitar Ibu Kota Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/30/18/1725625/perkenalkan-ailton-pedagang-asongan-necis-di-brasil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/06/30/18/1725625/perkenalkan-ailton-pedagang-asongan-necis-di-brasil"/><item><title>Perkenalkan Ailton, Pedagang Asongan Necis di Brasil</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/06/30/18/1725625/perkenalkan-ailton-pedagang-asongan-necis-di-brasil</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/06/30/18/1725625/perkenalkan-ailton-pedagang-asongan-necis-di-brasil</guid><pubDate>Jum'at 30 Juni 2017 10:01 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/06/28/18/1725625/perkenalkan-ailton-pedagang-asongan-necis-di-brasil-KRMRibWqta.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ailton da Silva. (Foto: Oddity Central)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/06/28/18/1725625/perkenalkan-ailton-pedagang-asongan-necis-di-brasil-KRMRibWqta.jpg</image><title>Ailton da Silva. (Foto: Oddity Central)</title></images><description>RECIFE &amp;ndash; Pedagang asongan jamak ditemui di sekitar Ibu Kota Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Mereka sering menjajakan barang dagangannya di pinggir jalan, di atas bus kota, dan di sela-sela traffic light.
Ternyata, pemandangan tersebut tidak hanya ada di Indonesia saja, tetapi juga di Recife, Brasil. Seorang pedagang asongan bernama Ailton Manuel da Silva bahkan mencuri perhatian karena selalu menjajakan barang dagangannya dengan tampilan necis ala eksekutif muda.
Dimuat Oddity Central, Jumat (30/6/2017), pria berusia 43 tahun itu setiap hari bangun pukul 05.00 waktu setempat. Ailton lalu memakai celana panjang hitam, kemeja putih, dasi kupu-kupu, dan sepatu bertali setiap hari untuk bekerja.

Ia selalu tiba sekira pukul 05.30 di persimpangan Jalan Almirante Dias Fernandes dan Rua Emiliano Ribeiro. Dengan sigap, Ailton selalu menantikan lampu merah dan menawarkan barang dagangan berupa air mineral, minuman bersoda, dan snack di atas sebuah nampan perak yang tersaji rapi.
Ailton mengaku sudah menjalani profesi sebagai pedagang asongan sejak dua tahun terakhir. Semua berawal ketika ia kehilangan pekerjaan sebagai pembubut di sebuah bengkel pada Januari 2015. Ia harus menelan pil pahit tersebut sembari mencari cara menafkahi istri dan ketiga orang anaknya.
Bosan menunggu panggilan, Ailton memutuskan untuk mencoba peruntungan sebagai pedagang asongan di dekat rumahnya di Recife. Ia paham usahanya akan sulit, tetapi tidak berharap orang-orang akan menghakimi para pedagang asongan dengan cepat.
Ailton Manuel da Silva pernah merasakan pahitnya ditolak oleh pengendara mobil yang enggan memberinya kesempatan menawarkan dagangan. Akan tetapi, ia tidak membiarkan hal-hal buruk kembali menjatuhkannya.
Ia sadar bahwa penampilan dengan menggunakan kaus, celana pendek, dan sandal jepit, tentu tidak akan menarik perhatian orang. Ailton lalu mulai mengganti &amp;lsquo;seragamnya&amp;rsquo; dengan yang digunakannya sekarang sehingga menarik perhatian banyak orang karena terlihat elegan.
Seiring perubahan penampilan, sikap orang-orang terhadapnya mulai berubah dengan drastis. Penampilan awalnya yang sederhana hanya memberikan sedikit uang. Akan tetapi, penampilan necis tersebut menghasilkan cukup banyak uang untuk menghidupi keluarganya.
Demi mengakali musuh utamanya, matahari, Ailton selalu meneguk banyak air serta menggunakan sun block agar terhindar dari kanker kulit. Pekerjaan tersebut dilakukannya hingga sekira pukul 17.30 setiap hari. Ailton bisa mendapatkan sekira 400 real Brasil setiap harinya. Meski lumayan, ia tetap berharap akan mengikuti jejak istrinya untuk menempuh pendidikan sehingga kesempatan meraih pekerjaan lebih baik tetap ada.</description><content:encoded>RECIFE &amp;ndash; Pedagang asongan jamak ditemui di sekitar Ibu Kota Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Mereka sering menjajakan barang dagangannya di pinggir jalan, di atas bus kota, dan di sela-sela traffic light.
Ternyata, pemandangan tersebut tidak hanya ada di Indonesia saja, tetapi juga di Recife, Brasil. Seorang pedagang asongan bernama Ailton Manuel da Silva bahkan mencuri perhatian karena selalu menjajakan barang dagangannya dengan tampilan necis ala eksekutif muda.
Dimuat Oddity Central, Jumat (30/6/2017), pria berusia 43 tahun itu setiap hari bangun pukul 05.00 waktu setempat. Ailton lalu memakai celana panjang hitam, kemeja putih, dasi kupu-kupu, dan sepatu bertali setiap hari untuk bekerja.

Ia selalu tiba sekira pukul 05.30 di persimpangan Jalan Almirante Dias Fernandes dan Rua Emiliano Ribeiro. Dengan sigap, Ailton selalu menantikan lampu merah dan menawarkan barang dagangan berupa air mineral, minuman bersoda, dan snack di atas sebuah nampan perak yang tersaji rapi.
Ailton mengaku sudah menjalani profesi sebagai pedagang asongan sejak dua tahun terakhir. Semua berawal ketika ia kehilangan pekerjaan sebagai pembubut di sebuah bengkel pada Januari 2015. Ia harus menelan pil pahit tersebut sembari mencari cara menafkahi istri dan ketiga orang anaknya.
Bosan menunggu panggilan, Ailton memutuskan untuk mencoba peruntungan sebagai pedagang asongan di dekat rumahnya di Recife. Ia paham usahanya akan sulit, tetapi tidak berharap orang-orang akan menghakimi para pedagang asongan dengan cepat.
Ailton Manuel da Silva pernah merasakan pahitnya ditolak oleh pengendara mobil yang enggan memberinya kesempatan menawarkan dagangan. Akan tetapi, ia tidak membiarkan hal-hal buruk kembali menjatuhkannya.
Ia sadar bahwa penampilan dengan menggunakan kaus, celana pendek, dan sandal jepit, tentu tidak akan menarik perhatian orang. Ailton lalu mulai mengganti &amp;lsquo;seragamnya&amp;rsquo; dengan yang digunakannya sekarang sehingga menarik perhatian banyak orang karena terlihat elegan.
Seiring perubahan penampilan, sikap orang-orang terhadapnya mulai berubah dengan drastis. Penampilan awalnya yang sederhana hanya memberikan sedikit uang. Akan tetapi, penampilan necis tersebut menghasilkan cukup banyak uang untuk menghidupi keluarganya.
Demi mengakali musuh utamanya, matahari, Ailton selalu meneguk banyak air serta menggunakan sun block agar terhindar dari kanker kulit. Pekerjaan tersebut dilakukannya hingga sekira pukul 17.30 setiap hari. Ailton bisa mendapatkan sekira 400 real Brasil setiap harinya. Meski lumayan, ia tetap berharap akan mengikuti jejak istrinya untuk menempuh pendidikan sehingga kesempatan meraih pekerjaan lebih baik tetap ada.</content:encoded></item></channel></rss>
