<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hebat! Berasal dari Suku Pedalaman, Pemuda Filipina Ini Lulus dengan Predikat Cumlaude</title><description>Seorang pemuda asli Suku Aeta bernama Norman King berhasil lulus dari universitas dengan predikat cumlaude.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/02/18/1726704/hebat-berasal-dari-suku-pedalaman-pemuda-filipina-ini-lulus-dengan-predikat-cumlaude</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/07/02/18/1726704/hebat-berasal-dari-suku-pedalaman-pemuda-filipina-ini-lulus-dengan-predikat-cumlaude"/><item><title>Hebat! Berasal dari Suku Pedalaman, Pemuda Filipina Ini Lulus dengan Predikat Cumlaude</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/02/18/1726704/hebat-berasal-dari-suku-pedalaman-pemuda-filipina-ini-lulus-dengan-predikat-cumlaude</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/07/02/18/1726704/hebat-berasal-dari-suku-pedalaman-pemuda-filipina-ini-lulus-dengan-predikat-cumlaude</guid><pubDate>Minggu 02 Juli 2017 07:04 WIB</pubDate><dc:creator>Rufki Ade Vinanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/01/18/1726704/hebat-berasal-dari-suku-pedalaman-pemuda-filipina-ini-lulus-dengan-predikat-cumlaude-dF1ErIse8g.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Norman King. (Foto: ABS-CBN News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/01/18/1726704/hebat-berasal-dari-suku-pedalaman-pemuda-filipina-ini-lulus-dengan-predikat-cumlaude-dF1ErIse8g.jpg</image><title>Norman King. (Foto: ABS-CBN News)</title></images><description>MANILA - Suku Aeta merupakan satu dari 110 suku yang berada di Filipina. Suku Aeta diketahui tinggal di daerah hutan di Luzon Selatan. Menetap jauh dari peradaban, mendapat pendidikan yang layak apalagi menempuh pendidikan tinggi bagi orang Suku Aeta tentunya terdengar mustahil.

Namun seorang pemuda asli Suku Aeta bernama Norman King mematahkan anggapan tersebut. Di tengah kesulitan untuk melanjutkan hidup bagi Suku Aeta, Norman justru memberikan angin segar. Pasalnya Norman berhasil merampungkan pendidikan di tingkat paling tinggi.

Ia diketahui merupakan salah satu mahasiswa di University of Philippine. Norman yang kini telah meyelesaikan pendidikannya itu lulus dengan predikat cumlaude. Ia mendapat gelar Bachelor of Arts dalam bidang ilmu perilaku.

&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot;  src=&quot;https://www.youtube.com/embed/jiCy1Kd1bFs&quot; frameborder=&quot;0&quot;  allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Sumber: YouTube/ABS-CBN News

Kesuksesan Norman ini tidak lepas dari dukungan sang ibu, Warlita King yang terus mendorongnya bersekolah. Guna menandai hari bersejarahnya tersebut, Norman menghadiri upacara kelulusan atau wisuda dengan pakaian tradisional Suku Aeta. Tak hanya itu, pemuda berprestasi itu bahkan mengajak kakek dan neneknya naik ke atas panggung setelah menerima ijazah.


Kakek dan Nenek Norman King. (Foto: ABS-CBN News) 
Norman mengaku mempersembahkan kelulusannya ini untuk Suku Aeta. Ia berharap apa yang telah ia capai mampu membantu memajukan Suku Aeta.

&quot;Saya akan fokus untuk membantu komunitas saya. Dan saya mungki akan menulis buku tentang sejarah Suku Aetas karena kami tidak pernah didokumentasikan,&quot; ujar Norman sebagaimana dikutip dari Viral For Real, Minggu (2/7/2017).

Norman menambahkan, bahwa dirinya bercita-cita menjadi seorang ilmuwan. Suku Aeta sendiri hidup dengan semakin terpinggirkan. Banyak dari mereka yang mengalami tindakan diskriminasi. Beberapa dari mereka bahkan diusir dari tanah mereka sendiri untuk kepentingan pihak yang berkuasa.

Akibat pengusiran tersebut, banyak orang Aeta yang kemudian pindah ke kota. Mereka hidup dengan dengan berkeliaran di jalan-jalan. Sebagian dari mereka memutuskan untuk menjadi pengemis guna menyambung hidup.



</description><content:encoded>MANILA - Suku Aeta merupakan satu dari 110 suku yang berada di Filipina. Suku Aeta diketahui tinggal di daerah hutan di Luzon Selatan. Menetap jauh dari peradaban, mendapat pendidikan yang layak apalagi menempuh pendidikan tinggi bagi orang Suku Aeta tentunya terdengar mustahil.

Namun seorang pemuda asli Suku Aeta bernama Norman King mematahkan anggapan tersebut. Di tengah kesulitan untuk melanjutkan hidup bagi Suku Aeta, Norman justru memberikan angin segar. Pasalnya Norman berhasil merampungkan pendidikan di tingkat paling tinggi.

Ia diketahui merupakan salah satu mahasiswa di University of Philippine. Norman yang kini telah meyelesaikan pendidikannya itu lulus dengan predikat cumlaude. Ia mendapat gelar Bachelor of Arts dalam bidang ilmu perilaku.

&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot;  src=&quot;https://www.youtube.com/embed/jiCy1Kd1bFs&quot; frameborder=&quot;0&quot;  allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Sumber: YouTube/ABS-CBN News

Kesuksesan Norman ini tidak lepas dari dukungan sang ibu, Warlita King yang terus mendorongnya bersekolah. Guna menandai hari bersejarahnya tersebut, Norman menghadiri upacara kelulusan atau wisuda dengan pakaian tradisional Suku Aeta. Tak hanya itu, pemuda berprestasi itu bahkan mengajak kakek dan neneknya naik ke atas panggung setelah menerima ijazah.


Kakek dan Nenek Norman King. (Foto: ABS-CBN News) 
Norman mengaku mempersembahkan kelulusannya ini untuk Suku Aeta. Ia berharap apa yang telah ia capai mampu membantu memajukan Suku Aeta.

&quot;Saya akan fokus untuk membantu komunitas saya. Dan saya mungki akan menulis buku tentang sejarah Suku Aetas karena kami tidak pernah didokumentasikan,&quot; ujar Norman sebagaimana dikutip dari Viral For Real, Minggu (2/7/2017).

Norman menambahkan, bahwa dirinya bercita-cita menjadi seorang ilmuwan. Suku Aeta sendiri hidup dengan semakin terpinggirkan. Banyak dari mereka yang mengalami tindakan diskriminasi. Beberapa dari mereka bahkan diusir dari tanah mereka sendiri untuk kepentingan pihak yang berkuasa.

Akibat pengusiran tersebut, banyak orang Aeta yang kemudian pindah ke kota. Mereka hidup dengan dengan berkeliaran di jalan-jalan. Sebagian dari mereka memutuskan untuk menjadi pengemis guna menyambung hidup.



</content:encoded></item></channel></rss>
