<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>HISTORIPEDIA: Deklarasi Kemerdekaan Amerika dari Kerajaan Inggris </title><description>Perjuangan kemerdekaan AS untuk memerdekakan diri dari Inggris dimulai dari monopoli perdagangan teh.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/04/18/1727575/historipedia-deklarasi-kemerdekaan-amerika-dari-kerajaan-inggris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/07/04/18/1727575/historipedia-deklarasi-kemerdekaan-amerika-dari-kerajaan-inggris"/><item><title>HISTORIPEDIA: Deklarasi Kemerdekaan Amerika dari Kerajaan Inggris </title><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/04/18/1727575/historipedia-deklarasi-kemerdekaan-amerika-dari-kerajaan-inggris</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/07/04/18/1727575/historipedia-deklarasi-kemerdekaan-amerika-dari-kerajaan-inggris</guid><pubDate>Selasa 04 Juli 2017 06:03 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/03/18/1727575/historipedia-deklarasi-kemerdekaan-amerika-dari-kerajaan-inggris-QpDuHUK8iA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perwakilan dari 12 koloni mengadopsi Deklarasi Kemerdekaan Amerika (Foto: History)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/03/18/1727575/historipedia-deklarasi-kemerdekaan-amerika-dari-kerajaan-inggris-QpDuHUK8iA.jpg</image><title>Perwakilan dari 12 koloni mengadopsi Deklarasi Kemerdekaan Amerika (Foto: History)</title></images><description>PERJUANGAN Amerika Serikat (AS) untuk memerdekakan diri dari Inggris sejak 1765 akhirnya membuahkan hasil pada 4 Juli 1776. Kongres Kontinental mengadopsi Deklarasi Kemerdekaan di Philadelphia, Pennsylvania, yang mengukuhkan pemisahan AS sebagai koloni Inggris.
Pemberontakan AS kepada kebijakan Inggris pertama kali terjadi pada 1765 ketika Parlemen mengesahkan Stamp Act, paket perpajakan untuk meningkatkan pendapatan militer Inggris di AS. Berbekal spanduk berbunyi &amp;lsquo;Tidak Ada Perpajakan Tanpa Perwakilan&amp;rsquo;, para koloni menjadikan Kongres Stamp Act pada Oktober 1765 untuk menyuarakan ketidaksetujuan terhadap pajak.
Ketika undang-undang berlaku pada November, sebagian besar koloni menyerukan boikot terhadap barang-barang dari Inggris. Beberapa koloni bahkan merancang serangan kepada kantor pabean dan pemungut pajak. Setelah unjuk rasa berbulan-bulan, Parlemen akhirnya memilih untuk membatalkan Stamp Act pada Maret 1766.
Gejolak mereda hingga Parlemen kembali menerbitkan Tea Act pada 1773. Undang-undang (UU) tersebut disusun untuk mengamankan perusahaan East India Company yang terancam pailit dengan cara menurunkan pajak teh serta menjamin monopoli pada perdagangan komoditas teh di Amerika.
Pajak yang rendah membuat East India Company bisa memotong bahkan menyelundupkan persediaan teh ke Amerika dari para pedagang Belanda. Sejumlah koloni menganggap UU tersebut sebagai contoh lain dari tirani perpajakan.
Sebagai respons, kelompok militan Patriots di Massachusetts merancang gerakan &amp;ldquo;Pesta Teh Boston&amp;rdquo;. Gerakan tersebut diwarnai dengan pembuangan teh Inggris seharga GBP18 ribu ke laut dari atas Pelabuhan Boston.Parlemen yang marah dengan gerakan tersebut serta beberapa penghancuran properti Inggris, mengesahkan UU Anti Koersif atau yang juga dikenal UU Intoleransi, pada 1774. UU tersebut menutup Boston dari akses kapal dagang, memberikan kuasa penuh kepada militer Inggris secara penuh di Massachusetts, membuat pejabat Inggris kebal hukum, dan meminta semua koloni dihuni tentara Inggris.
Para koloni kemudian merespons undang-undang tersebut dengan meminta Kongres Kontinental untuk mempertimbangkan Amerika yang bersatu sebagai perlawanan terhadap Inggris. Massachusetts memimpin pemberontakan terhadap Inggris dengan cara membentuk pemerintahan revolusioner yang menjadi bayangan dari pemerintahan Inggris.
Koloni Massachusetts juga membentuk kelompok militan untuk melawan peningkatan kehadiran militer Inggris di seluruh koloni. Sampai pada titik ini, koloni-koloni lainnya masih sekadar melihat-melihat perlawanan Massachusetts.
Pada April 1775, Gubernur Massachusetts, Thomas Gage, memerintahkan tentara Inggris untuk berpawai menuju Concord, di mana gudang persenjataan Patriot berada. Pada 19 April 1775, warga Inggris berpapasan dengan sekelompok pemberontak Amerika di Lexington. Tembakan pertama dari Revolusi Amerika diletuskan.
Awalnya, Inggris dan Amerika sama-sama memandang konflik tersebut sebagai perang sipil di bawah pemerintahan Raja George III. Bagi sang raja, konflik tersebut dianggap sebagai pemberontakan kolonial. Di pihak Amerika, konflik tersebut adalah perjuangan atas hak-hak mereka sebagai warga Inggris.
Akan tetapi, Parlemen Inggris masih enggan bernegosiasi dengan pemberontak Amerika. Alih-alih negosiasi, parlemen malah membeli persenjataan dari Jerman untuk membantu menghancurkan pemberontak. Sebagai balasan, Kongres Kontinental mulai menyusun undang-undang untuk mencabut wewenang Inggris di koloni.
Pada Januari 1776, Thomas Paine merilis, Common Sense, pamflet politik berpengaruh yang secara meyakinkan memperdebatkan kemerdekaan Amerika. Pamflet tersebut terjual lebih dari 500 ribu eksemplar dalam beberapa bulan.
Musim semi 1776, dukungan untuk kemerdekaan merebak di seluruh koloni. Kongres Kontinental lalu meminta semua negara bagian untuk membentuk pemerintahan sendiri, dan membentuk komite berisi lima orang dengan tugas merancang draf deklarasi kemerdekaan.
Deklarasi Kemerdekaan sebagian besar dikerjakan oleh Thomas Jefferson asal Virginia. Demi mengukuhkan kemerdekaan, Jefferson mengutip kata-kata filsuf politik John Locke, serta ahli-ahli Inggris lainnya.
&amp;ldquo;Kami memegang kebenaran ini untuk menjadi bukti nyata, bahwa semua orang diciptakan sama, bahwa mereka dianugerahi oleh Pencipta dengan hak-hak tertentu yang tidak dapat dicabut, yang di antaranya adalah Hidup, Kebebasan, dan Mengejar Kebahagiaan,&amp;rdquo; bunyi bagian pertama deklarasi yang disusun Thomas Jefferson itu, mengutip dari History, Selasa (4/7/2017).
Kongres Kontinental menyetujui inisiatif Virginia untuk meminta kebebasan dari Inggris pada 2 Juli 1776. Deklarasi Kemerdekaan itu diadopsi oleh 12 koloni pada 4 Juli 1776 setelah melalui revisi kecil. New York baru menyetujui deklarasi pada 19 Juli, sementara deklarasi baru ditandatangani secara resmi pada 2 Agustus 1776.</description><content:encoded>PERJUANGAN Amerika Serikat (AS) untuk memerdekakan diri dari Inggris sejak 1765 akhirnya membuahkan hasil pada 4 Juli 1776. Kongres Kontinental mengadopsi Deklarasi Kemerdekaan di Philadelphia, Pennsylvania, yang mengukuhkan pemisahan AS sebagai koloni Inggris.
Pemberontakan AS kepada kebijakan Inggris pertama kali terjadi pada 1765 ketika Parlemen mengesahkan Stamp Act, paket perpajakan untuk meningkatkan pendapatan militer Inggris di AS. Berbekal spanduk berbunyi &amp;lsquo;Tidak Ada Perpajakan Tanpa Perwakilan&amp;rsquo;, para koloni menjadikan Kongres Stamp Act pada Oktober 1765 untuk menyuarakan ketidaksetujuan terhadap pajak.
Ketika undang-undang berlaku pada November, sebagian besar koloni menyerukan boikot terhadap barang-barang dari Inggris. Beberapa koloni bahkan merancang serangan kepada kantor pabean dan pemungut pajak. Setelah unjuk rasa berbulan-bulan, Parlemen akhirnya memilih untuk membatalkan Stamp Act pada Maret 1766.
Gejolak mereda hingga Parlemen kembali menerbitkan Tea Act pada 1773. Undang-undang (UU) tersebut disusun untuk mengamankan perusahaan East India Company yang terancam pailit dengan cara menurunkan pajak teh serta menjamin monopoli pada perdagangan komoditas teh di Amerika.
Pajak yang rendah membuat East India Company bisa memotong bahkan menyelundupkan persediaan teh ke Amerika dari para pedagang Belanda. Sejumlah koloni menganggap UU tersebut sebagai contoh lain dari tirani perpajakan.
Sebagai respons, kelompok militan Patriots di Massachusetts merancang gerakan &amp;ldquo;Pesta Teh Boston&amp;rdquo;. Gerakan tersebut diwarnai dengan pembuangan teh Inggris seharga GBP18 ribu ke laut dari atas Pelabuhan Boston.Parlemen yang marah dengan gerakan tersebut serta beberapa penghancuran properti Inggris, mengesahkan UU Anti Koersif atau yang juga dikenal UU Intoleransi, pada 1774. UU tersebut menutup Boston dari akses kapal dagang, memberikan kuasa penuh kepada militer Inggris secara penuh di Massachusetts, membuat pejabat Inggris kebal hukum, dan meminta semua koloni dihuni tentara Inggris.
Para koloni kemudian merespons undang-undang tersebut dengan meminta Kongres Kontinental untuk mempertimbangkan Amerika yang bersatu sebagai perlawanan terhadap Inggris. Massachusetts memimpin pemberontakan terhadap Inggris dengan cara membentuk pemerintahan revolusioner yang menjadi bayangan dari pemerintahan Inggris.
Koloni Massachusetts juga membentuk kelompok militan untuk melawan peningkatan kehadiran militer Inggris di seluruh koloni. Sampai pada titik ini, koloni-koloni lainnya masih sekadar melihat-melihat perlawanan Massachusetts.
Pada April 1775, Gubernur Massachusetts, Thomas Gage, memerintahkan tentara Inggris untuk berpawai menuju Concord, di mana gudang persenjataan Patriot berada. Pada 19 April 1775, warga Inggris berpapasan dengan sekelompok pemberontak Amerika di Lexington. Tembakan pertama dari Revolusi Amerika diletuskan.
Awalnya, Inggris dan Amerika sama-sama memandang konflik tersebut sebagai perang sipil di bawah pemerintahan Raja George III. Bagi sang raja, konflik tersebut dianggap sebagai pemberontakan kolonial. Di pihak Amerika, konflik tersebut adalah perjuangan atas hak-hak mereka sebagai warga Inggris.
Akan tetapi, Parlemen Inggris masih enggan bernegosiasi dengan pemberontak Amerika. Alih-alih negosiasi, parlemen malah membeli persenjataan dari Jerman untuk membantu menghancurkan pemberontak. Sebagai balasan, Kongres Kontinental mulai menyusun undang-undang untuk mencabut wewenang Inggris di koloni.
Pada Januari 1776, Thomas Paine merilis, Common Sense, pamflet politik berpengaruh yang secara meyakinkan memperdebatkan kemerdekaan Amerika. Pamflet tersebut terjual lebih dari 500 ribu eksemplar dalam beberapa bulan.
Musim semi 1776, dukungan untuk kemerdekaan merebak di seluruh koloni. Kongres Kontinental lalu meminta semua negara bagian untuk membentuk pemerintahan sendiri, dan membentuk komite berisi lima orang dengan tugas merancang draf deklarasi kemerdekaan.
Deklarasi Kemerdekaan sebagian besar dikerjakan oleh Thomas Jefferson asal Virginia. Demi mengukuhkan kemerdekaan, Jefferson mengutip kata-kata filsuf politik John Locke, serta ahli-ahli Inggris lainnya.
&amp;ldquo;Kami memegang kebenaran ini untuk menjadi bukti nyata, bahwa semua orang diciptakan sama, bahwa mereka dianugerahi oleh Pencipta dengan hak-hak tertentu yang tidak dapat dicabut, yang di antaranya adalah Hidup, Kebebasan, dan Mengejar Kebahagiaan,&amp;rdquo; bunyi bagian pertama deklarasi yang disusun Thomas Jefferson itu, mengutip dari History, Selasa (4/7/2017).
Kongres Kontinental menyetujui inisiatif Virginia untuk meminta kebebasan dari Inggris pada 2 Juli 1776. Deklarasi Kemerdekaan itu diadopsi oleh 12 koloni pada 4 Juli 1776 setelah melalui revisi kecil. New York baru menyetujui deklarasi pada 19 Juli, sementara deklarasi baru ditandatangani secara resmi pada 2 Agustus 1776.</content:encoded></item></channel></rss>
