<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OKEZONE STORY: Kisah si Bocah Serigala, Victor dari Aveyron</title><description>Okezone pada artikel ini akan mengulas mengenai Victor dari Aveyron yang memiliki panggilan si Bocah Serigala.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/06/18/1729258/okezone-story-kisah-si-bocah-serigala-victor-dari-aveyron</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/07/06/18/1729258/okezone-story-kisah-si-bocah-serigala-victor-dari-aveyron"/><item><title>OKEZONE STORY: Kisah si Bocah Serigala, Victor dari Aveyron</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/06/18/1729258/okezone-story-kisah-si-bocah-serigala-victor-dari-aveyron</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/07/06/18/1729258/okezone-story-kisah-si-bocah-serigala-victor-dari-aveyron</guid><pubDate>Kamis 06 Juli 2017 08:03 WIB</pubDate><dc:creator>Emirald Julio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/05/18/1729258/okezone-story-kisah-si-bocah-serigala-victor-dari-aveyron-lcqPKv3jd0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Victor dari Aveyron (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/05/18/1729258/okezone-story-kisah-si-bocah-serigala-victor-dari-aveyron-lcqPKv3jd0.jpg</image><title>Ilustrasi Victor dari Aveyron (Foto: Istimewa)</title></images><description>KISAH anak manusia yang dibesarkan di alam liar bukanlah hal yang aneh di tema dongeng-dongeng seperti Tarzan atau The Jungle Book. Pada semua dongeng tersebut, si tokoh manusianya akan berusaha untuk bergabung dengan kaumnya dan meninggalkan alam liar.
Namun bagaimana dengan kisah yang benar-benar terjadi? Apakah anak manusia yang lama tinggal di alam liar memang dapat kembali ke tengah masyarakat dan benar-benar masuk kategori &amp;ldquo;normal&amp;rdquo;? Tampaknya kisah dari Prancis ini dapat menjadi salah satu gambarannya.
Seorang anak laki-laki bernama Victor dari Aveyron disebut ditemukan di hutan belantara Aveyron pada akhir 1970-an dan ia diduga dibesarkan oleh para serigala yang tinggal di sana. Sebagaimana dikutip dari The Vintage News, Kamis (6/5/2017) Victor acap kali menjadi buah bibir warga desa setempat karena pada sering menjadi penampakan misterius di hutan.
Pada 1797, seorang pemburu berhasil menangkapnya dan membawa Victor ke kota. Iba dengan keadaan anak laki-laki itu, seorang janda akhirnya merawat Victor selama beberapa bulan hingga ia melarikan diri dan kembali ke hutan. Namun pada 1800, ia keluar dari hutan hingga bisa diperiksa oleh para dokter dan peneliti.
Ia pada saat itu diduga berusia 12 tahun dan tidak bisa berkomunikasi dalam bahasa apa pun. Para dokter yang pertama kali memeriksanya mengira ia menderita bisu dan tuli.
Namun setelah ia diperiksa di Institut Nasional Tunarungu di Paris, anak laki-laki itu dinyatakan sehat dan tidak dapatnya merespons terhadap segala bentuk komunikasi dalam kata-kata disebabkan karena ia tidak pernah diajarkan atau berkontak dalam bahasa apa pun.Bocah liar itu pun senang berada dalam keadaan bugil dan tidak takut  dengan cuaca dingin. Karena itulah para peneliti memiliki teori Victor  terbiasa dengan kondisi di alam liar yang keras.
Selama diteliti, para ilmuwan yang terlibat terus berusaha  mengajarkannya bahasa dan tata krama agar dapat mengembalikannya ke  masyarakat dan menjadi sosok yang &amp;ldquo;normal&amp;rdquo;. Sayangnya usaha itu tidak  banyak membuahkan hasil mengingat ia berperingai agresif, hiperaktif dan  tidak tertarik untuk belajar.
Melihat tak banyak perkembangan, para peneliti akhirnya menilai bocah  liar itu tidak dapat kembali ke masyarakat. Ia pun dibiarkan  berkeliaran di Institut Nasional Tunarungu hingga menjadi tontonan bagi  warga Paris.
Nasibnya yang terlunta-lunta akhirnya berubah ketika seorang  mahasiswa kedokteran, Jean Marc Gaspard Itard, memutuskan untuk  &amp;ldquo;mengadopsinya&amp;rdquo;. Nama Victor pun diberikan kepada bocah itu oleh Itard  karena selama ini sebenarnya ia tak pernah memiliki nama dan selalu  dipanggil sebagai &amp;lsquo;Anak Serigala&amp;rsquo;.
Victor berhasil belajar beberapa kata dan mulai terbiasa dengan  kebiasaan sosial di bawah pengurusan Itard. Tapi ia tidak tetap tidak  bisa kembali ke masyarakat secara sepenuhnya. Victor hidup dengan nyaman  hingga 1828 saat ia mengembuskan napas terakhirnya pada usia 40 tahun  akibat paru-paru basah.</description><content:encoded>KISAH anak manusia yang dibesarkan di alam liar bukanlah hal yang aneh di tema dongeng-dongeng seperti Tarzan atau The Jungle Book. Pada semua dongeng tersebut, si tokoh manusianya akan berusaha untuk bergabung dengan kaumnya dan meninggalkan alam liar.
Namun bagaimana dengan kisah yang benar-benar terjadi? Apakah anak manusia yang lama tinggal di alam liar memang dapat kembali ke tengah masyarakat dan benar-benar masuk kategori &amp;ldquo;normal&amp;rdquo;? Tampaknya kisah dari Prancis ini dapat menjadi salah satu gambarannya.
Seorang anak laki-laki bernama Victor dari Aveyron disebut ditemukan di hutan belantara Aveyron pada akhir 1970-an dan ia diduga dibesarkan oleh para serigala yang tinggal di sana. Sebagaimana dikutip dari The Vintage News, Kamis (6/5/2017) Victor acap kali menjadi buah bibir warga desa setempat karena pada sering menjadi penampakan misterius di hutan.
Pada 1797, seorang pemburu berhasil menangkapnya dan membawa Victor ke kota. Iba dengan keadaan anak laki-laki itu, seorang janda akhirnya merawat Victor selama beberapa bulan hingga ia melarikan diri dan kembali ke hutan. Namun pada 1800, ia keluar dari hutan hingga bisa diperiksa oleh para dokter dan peneliti.
Ia pada saat itu diduga berusia 12 tahun dan tidak bisa berkomunikasi dalam bahasa apa pun. Para dokter yang pertama kali memeriksanya mengira ia menderita bisu dan tuli.
Namun setelah ia diperiksa di Institut Nasional Tunarungu di Paris, anak laki-laki itu dinyatakan sehat dan tidak dapatnya merespons terhadap segala bentuk komunikasi dalam kata-kata disebabkan karena ia tidak pernah diajarkan atau berkontak dalam bahasa apa pun.Bocah liar itu pun senang berada dalam keadaan bugil dan tidak takut  dengan cuaca dingin. Karena itulah para peneliti memiliki teori Victor  terbiasa dengan kondisi di alam liar yang keras.
Selama diteliti, para ilmuwan yang terlibat terus berusaha  mengajarkannya bahasa dan tata krama agar dapat mengembalikannya ke  masyarakat dan menjadi sosok yang &amp;ldquo;normal&amp;rdquo;. Sayangnya usaha itu tidak  banyak membuahkan hasil mengingat ia berperingai agresif, hiperaktif dan  tidak tertarik untuk belajar.
Melihat tak banyak perkembangan, para peneliti akhirnya menilai bocah  liar itu tidak dapat kembali ke masyarakat. Ia pun dibiarkan  berkeliaran di Institut Nasional Tunarungu hingga menjadi tontonan bagi  warga Paris.
Nasibnya yang terlunta-lunta akhirnya berubah ketika seorang  mahasiswa kedokteran, Jean Marc Gaspard Itard, memutuskan untuk  &amp;ldquo;mengadopsinya&amp;rdquo;. Nama Victor pun diberikan kepada bocah itu oleh Itard  karena selama ini sebenarnya ia tak pernah memiliki nama dan selalu  dipanggil sebagai &amp;lsquo;Anak Serigala&amp;rsquo;.
Victor berhasil belajar beberapa kata dan mulai terbiasa dengan  kebiasaan sosial di bawah pengurusan Itard. Tapi ia tidak tetap tidak  bisa kembali ke masyarakat secara sepenuhnya. Victor hidup dengan nyaman  hingga 1828 saat ia mengembuskan napas terakhirnya pada usia 40 tahun  akibat paru-paru basah.</content:encoded></item></channel></rss>
