<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OKEZONE STORY: Gerhana Bulan Selamatkan Christopher Colombus dari Kelaparan</title><description>Okezone pada artikel ini akan mengulas mengenai kisah Christopher Columbus yang memanfaatkan gerhana bulan untuk menipu suku Indian Arawak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/07/18/1730132/okezone-story-gerhana-bulan-selamatkan-christopher-colombus-dari-kelaparan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/07/07/18/1730132/okezone-story-gerhana-bulan-selamatkan-christopher-colombus-dari-kelaparan"/><item><title>OKEZONE STORY: Gerhana Bulan Selamatkan Christopher Colombus dari Kelaparan</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/07/18/1730132/okezone-story-gerhana-bulan-selamatkan-christopher-colombus-dari-kelaparan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/07/07/18/1730132/okezone-story-gerhana-bulan-selamatkan-christopher-colombus-dari-kelaparan</guid><pubDate>Jum'at 07 Juli 2017 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Emirald Julio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/06/18/1730132/okezone-story-gerhana-bulan-selamatkan-christopher-colombus-dari-kelaparan-3MRz99scRW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi suku Indian Arawak yang menyaksikan gerhana bulan (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/06/18/1730132/okezone-story-gerhana-bulan-selamatkan-christopher-colombus-dari-kelaparan-3MRz99scRW.jpg</image><title>Ilustrasi suku Indian Arawak yang menyaksikan gerhana bulan (Foto: Istimewa)</title></images><description>CHRISTOPHER Columbus merupakan salah satu penjelajah ternama dunia yang hingga saat ini selalu dibahas dalam buku sejarah. Pria yang lahir pada 1451 itu terkenal juga menjadi sosok pelopor kolonialisasi warga Eropa di wilayah benua Amerika yang mereka sebut pada saat itu sebagai Dunia Baru.
Namun tahukah Anda bahwa Columbus pernah nyaris diusir oleh warga di salah satu Pulau Karibia yang lelah dengan kehadiran penjelajah tersebut dengan awak kapalnya?
Sebagaimana dikutip dari Space.com, Jumat (7/7/2017) Columbus pada 11 Mei 1502 meninggalkan Spanyol dengan empat kapalnya untuk kembali berpetualang ke Dunia Baru. Namun pada perjalanan keempatnya itu, dua dari empat kapalnya terpaksa ditinggalkan karena serangan wabah cacing.
Dengan dua kapal yang tersisa, Columbus akhirnya sampai di pulau yang saat ini dikenal sebagai Jamaika pada 30 Juni 1503. Walau berhasil mendarat di pulau tersebut, Columbus dan para krunya berada dalam kondisi terdampar di sana.
Awalnya, penghuni asli pulau tersebut, suku India Arawak, menyambut kedatangan Columbus. Mereka tidak segan memberikan Columbus dan awak kapalnya makanan dan tempat tinggal.
Namun setelah enam bulan, suku India Arawak mulai jengah dengan kehadiran para orang asing itu. Selain kesal harus terus menyediakan jagung, ikan, dan singkong setiap harinya, sejumlah awak Columbus mencuri dan membunuh beberapa orang suku India Arawak.
Tidak mendapatkan pasokan makan di tengah pulau yang terisolasi,  Columbus pun mulai mencari jalan keluar agar suku India Arawak kembali  bersikap ramah kepadanya. Columbus ingat bahwa ia membawa almanak buatan  Abraham Zacuto. Buku tersebut mengulas mengenai tabel astronomi untuk  periode 1475 hingga 1506.
Ketika membaca buku tersebut, ia mendapatkan prediksi waktu datangnya  gerhana bulan dan Columbus pun menggunakan informasi itu sebagai  &amp;ldquo;senjata&amp;rdquo;nya. Ia kemudian meminta waktu untuk bertemu dengan ketua suku  India Arawak .
Pada pertemuan itu, Columbus mengatakan kepada ketua suku tersebut  bahwa dewa telah marah terhadap suku India Arawak akibat perlakuan  mereka terhadap Columbus dan awak kapalnya. Columbus sebut pertanda dewa  marah adalah munculnya kegelapan serta terbitnya bulan yang &amp;ldquo;dibakar  amarah&amp;rdquo;.
Gerhana bulan dan munculnya bulan merah datang tepat sesuai perkataan  Columbus dan membuat suku India Arawak ketakutan dan memohon kepada  sang penjelajah asal Italia itu untuk meredakan amukan dewa.
Columbus pun pergi ke kabinnya dengan mengklaim akan berdoa.  Sendirian di dalam kabin, Columbus pun kemudian menghitung waktu gerhana  bulan itu dengan jam pasirnya yang diperkirakan akan memakan waktu  selama 48 menit.
Segera sebelum gerhana bulan itu berakhir, Columbus mengumumkan  kepada suku India Arawak bahwa mereka telah dimaafkan. Tidak lama  setelah itu, bulan pun kembali muncul dan Columbus bersama awaknya terus  diberikan makanan oleh suku India Arawak hingga kapal bantuan datang  dan mengevakuasi mereka pada 29 Juni 1504.</description><content:encoded>CHRISTOPHER Columbus merupakan salah satu penjelajah ternama dunia yang hingga saat ini selalu dibahas dalam buku sejarah. Pria yang lahir pada 1451 itu terkenal juga menjadi sosok pelopor kolonialisasi warga Eropa di wilayah benua Amerika yang mereka sebut pada saat itu sebagai Dunia Baru.
Namun tahukah Anda bahwa Columbus pernah nyaris diusir oleh warga di salah satu Pulau Karibia yang lelah dengan kehadiran penjelajah tersebut dengan awak kapalnya?
Sebagaimana dikutip dari Space.com, Jumat (7/7/2017) Columbus pada 11 Mei 1502 meninggalkan Spanyol dengan empat kapalnya untuk kembali berpetualang ke Dunia Baru. Namun pada perjalanan keempatnya itu, dua dari empat kapalnya terpaksa ditinggalkan karena serangan wabah cacing.
Dengan dua kapal yang tersisa, Columbus akhirnya sampai di pulau yang saat ini dikenal sebagai Jamaika pada 30 Juni 1503. Walau berhasil mendarat di pulau tersebut, Columbus dan para krunya berada dalam kondisi terdampar di sana.
Awalnya, penghuni asli pulau tersebut, suku India Arawak, menyambut kedatangan Columbus. Mereka tidak segan memberikan Columbus dan awak kapalnya makanan dan tempat tinggal.
Namun setelah enam bulan, suku India Arawak mulai jengah dengan kehadiran para orang asing itu. Selain kesal harus terus menyediakan jagung, ikan, dan singkong setiap harinya, sejumlah awak Columbus mencuri dan membunuh beberapa orang suku India Arawak.
Tidak mendapatkan pasokan makan di tengah pulau yang terisolasi,  Columbus pun mulai mencari jalan keluar agar suku India Arawak kembali  bersikap ramah kepadanya. Columbus ingat bahwa ia membawa almanak buatan  Abraham Zacuto. Buku tersebut mengulas mengenai tabel astronomi untuk  periode 1475 hingga 1506.
Ketika membaca buku tersebut, ia mendapatkan prediksi waktu datangnya  gerhana bulan dan Columbus pun menggunakan informasi itu sebagai  &amp;ldquo;senjata&amp;rdquo;nya. Ia kemudian meminta waktu untuk bertemu dengan ketua suku  India Arawak .
Pada pertemuan itu, Columbus mengatakan kepada ketua suku tersebut  bahwa dewa telah marah terhadap suku India Arawak akibat perlakuan  mereka terhadap Columbus dan awak kapalnya. Columbus sebut pertanda dewa  marah adalah munculnya kegelapan serta terbitnya bulan yang &amp;ldquo;dibakar  amarah&amp;rdquo;.
Gerhana bulan dan munculnya bulan merah datang tepat sesuai perkataan  Columbus dan membuat suku India Arawak ketakutan dan memohon kepada  sang penjelajah asal Italia itu untuk meredakan amukan dewa.
Columbus pun pergi ke kabinnya dengan mengklaim akan berdoa.  Sendirian di dalam kabin, Columbus pun kemudian menghitung waktu gerhana  bulan itu dengan jam pasirnya yang diperkirakan akan memakan waktu  selama 48 menit.
Segera sebelum gerhana bulan itu berakhir, Columbus mengumumkan  kepada suku India Arawak bahwa mereka telah dimaafkan. Tidak lama  setelah itu, bulan pun kembali muncul dan Columbus bersama awaknya terus  diberikan makanan oleh suku India Arawak hingga kapal bantuan datang  dan mengevakuasi mereka pada 29 Juni 1504.</content:encoded></item></channel></rss>
