<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir di Wilayah Assam Tewaskan 18 Orang</title><description>Banjir yang sudah menggenangi wilayah India semenjak April lalu telah menyebabk 18 orang kehilangan nyawanya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/07/18/1731397/banjir-di-wilayah-assam-tewaskan-18-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/07/07/18/1731397/banjir-di-wilayah-assam-tewaskan-18-orang"/><item><title>Banjir di Wilayah Assam Tewaskan 18 Orang</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/07/18/1731397/banjir-di-wilayah-assam-tewaskan-18-orang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/07/07/18/1731397/banjir-di-wilayah-assam-tewaskan-18-orang</guid><pubDate>Jum'at 07 Juli 2017 21:01 WIB</pubDate><dc:creator>Emirald Julio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/07/18/1731397/banjir-di-wilayah-assam-tewaskan-18-orang-Uf2luCVcx2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir di salah satu distrik wilayah Assam, India (Foto: PTI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/07/18/1731397/banjir-di-wilayah-assam-tewaskan-18-orang-Uf2luCVcx2.jpg</image><title>Banjir di salah satu distrik wilayah Assam, India (Foto: PTI)</title></images><description>GUWAHATI &amp;ndash; Hujan deras yang terus terjadi di wilayah Assam, India, semenjak April telah memicu banjir hingga kini. Otoritas setempat menyatakan, setidaknya sudah ada 18 orang yang tewas akibat bencana tersebut.
&amp;ldquo;Monsun masih berlangsung. Ada perkembangan baru setiap jamnya,&amp;rdquo; ujar pejabat Otoritas Manajemen Bencana Negara Bagian Assam, Prakash Barua, sebagaimana dikutip dari AFP, Jumat (7/7/2017).
Barua menjelaskan bahwa sudah ada 18 jiwa yang kehilangan nyawanya semenjak musim hujan dimulai pada April 2017. &amp;ldquo;Satu orang meninggal kemarin (Rabu) dengan jumlah korban tewas keseluruhan dalam lima minggu terakhir ini menjadi lima orang. Kebanyakan orang meninggal akibat karena banjir atau terkena sengatan listrik,&amp;rdquo; tutur Barua.
AFP mewartakan, para pejabat setempat mengklaim bahwa sekira 395 ribu orang terkena dampak banjir yang terjadi di 863 desa tersebut. Banyak warga yang terpaksa tinggal sementara di kamp darurat yang didirikan oleh otoritas setempat di dataran tinggi.
Wilayah Jorhat dan Sonitpur disebut sebagai distrik yang paling parah terkena dampak monsun. Badan meteorologi India memprediksi badai masih akan terus melanda Assam pada hari ini hingga beberapa hari ke depan.
</description><content:encoded>GUWAHATI &amp;ndash; Hujan deras yang terus terjadi di wilayah Assam, India, semenjak April telah memicu banjir hingga kini. Otoritas setempat menyatakan, setidaknya sudah ada 18 orang yang tewas akibat bencana tersebut.
&amp;ldquo;Monsun masih berlangsung. Ada perkembangan baru setiap jamnya,&amp;rdquo; ujar pejabat Otoritas Manajemen Bencana Negara Bagian Assam, Prakash Barua, sebagaimana dikutip dari AFP, Jumat (7/7/2017).
Barua menjelaskan bahwa sudah ada 18 jiwa yang kehilangan nyawanya semenjak musim hujan dimulai pada April 2017. &amp;ldquo;Satu orang meninggal kemarin (Rabu) dengan jumlah korban tewas keseluruhan dalam lima minggu terakhir ini menjadi lima orang. Kebanyakan orang meninggal akibat karena banjir atau terkena sengatan listrik,&amp;rdquo; tutur Barua.
AFP mewartakan, para pejabat setempat mengklaim bahwa sekira 395 ribu orang terkena dampak banjir yang terjadi di 863 desa tersebut. Banyak warga yang terpaksa tinggal sementara di kamp darurat yang didirikan oleh otoritas setempat di dataran tinggi.
Wilayah Jorhat dan Sonitpur disebut sebagai distrik yang paling parah terkena dampak monsun. Badan meteorologi India memprediksi badai masih akan terus melanda Assam pada hari ini hingga beberapa hari ke depan.
</content:encoded></item></channel></rss>
