<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kiyoshi Natanael, Bocah 5 Tahun dengan Kemampuan Menghafal yang Mengagumkan</title><description>Kiyoshi Natanael Yohansyah pantas disebut  bocah genius.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/13/512/1735247/kiyoshi-natanael-bocah-5-tahun-dengan-kemampuan-menghafal-yang-mengagumkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/07/13/512/1735247/kiyoshi-natanael-bocah-5-tahun-dengan-kemampuan-menghafal-yang-mengagumkan"/><item><title>Kiyoshi Natanael, Bocah 5 Tahun dengan Kemampuan Menghafal yang Mengagumkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/13/512/1735247/kiyoshi-natanael-bocah-5-tahun-dengan-kemampuan-menghafal-yang-mengagumkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/07/13/512/1735247/kiyoshi-natanael-bocah-5-tahun-dengan-kemampuan-menghafal-yang-mengagumkan</guid><pubDate>Kamis 13 Juli 2017 12:15 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/13/512/1735247/kisah-kiyoshi-natanael-bocah-5-tahun-dengan-kemampuan-menghafal-yang-mengagumkan-JKwtd2dTC8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kiyoshi Natanael. (Foto: Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/13/512/1735247/kisah-kiyoshi-natanael-bocah-5-tahun-dengan-kemampuan-menghafal-yang-mengagumkan-JKwtd2dTC8.jpg</image><title>Kiyoshi Natanael. (Foto: Sindonews)</title></images><description>SEMARANG - Kiyoshi Natanael Yohansyah pantas disebut  bocah genius. Di usianya yang masih 5 tahun 11 bulan, bocah asal  Samarinda itu mampu menghafal, menulis, hingga menentukan letak 118  unsur kimia pada tabel periodik unsur kosong serta menyebutkan nomor  atom secara acak. Atas bakat dan kecerdasannya, Kiyoshi  mendapatkan piagam penghargaan dari Lembaga Prestasi Rekor  Indonesia-Dunia (Leprid). Penyerahan piagam dilakukan oleh Direktur dan  Pendiri Leprid Paulus Pangka di Kantor Leprid, Semarang, Jawa Tengah,  Rabu 12 Juli 2017.Bocah yang lahir di Samarinda, 22 Agustus 2011 ini memiliki  bakat dan kecerdasan luar biasa. Ayah Kiyoshi, Edy Yohansah menuturkan  bahwa anaknya mengenal unsur-unsur kimia tersebut sekitar setahun yang  lalu. &quot;Ketertarikan dia pada unsur-unsur kimia muncul saat usia  lima tahun. Saya pun mengarahkan dia untuk belajar dan tak menolaknya,&quot;  ungkap Edy Yohansyah di Semarang.
Anak kedua dari tiga bersaudara itu seringkali memanfaatkan waktu kosong  untuk belajar menghafal, menulis, hingga menentukan letak unsur kimia  pada tabel periodik. &quot;Setidaknya satu jam dalam sehari dia  belajar. Terkadang dia belajar utak-atik sendiri lewat aplikasi yang ada  di android,&quot; katanya.&quot;Beda dengan kakak dan adiknya yang suka main game, Kiyoshi malah lebih suka aplikasi edukasi,&quot; ujar Edy.Sementara,  Kiyoshi sendiri mengaku senang dan bangga menerima penghargaan dari  Leprid. &quot;Ya saya senang dapat penghargaan ini,&quot; ujarnya. Dia  mengatakan ingin terus belajar sampai bisa menggapai cita-citanya  sebagai astronot. &quot;Saya hobi astronomi, nyanyi, dan menghafal unsur  kimia. Nanti saya kalau sudah besar kepengen sekolah di luar negeri dan  bercita-cita jadi astronot. Ya karena saya ingin ke bulan,&quot; kata anak  dari pasangan Edy Yohansyah dan Viensca Vlorynsia ini.Direktur  dan Pendiri Leprid Paulus Pangka menjelaskan, dalam sejarah rekor di  Indonesia, dari orang dewasa maupun anak kecil belum ada rekor sejenis  yang diciptakan Kiyoshi Natanael Yohansyah yang di usia kurang enam  tahun sudah mampu menghafal, menyebut, dan menentukan letak&amp;nbsp; unsur  kimia. &quot;Kita telah menguji 118 unsur kimia, dan Kiyoshi berhasil  menghafal hingga menyebut letaknya pada tabel periodik,&quot; kata Paulus  Pangka. Dia berharap ke depan semoga anak-anak seperti ini bisa  tumbuh berkembang. &quot;Tentu peran orang tua juga ikut berpartisipasi  meningkatkan kualitas pendidikan anak,&quot; katanya.Sebelum meraih penghargaan Leprid atas rekor penghafal 118 unsur kimia  termuda di Indonesia, pada 11 bulan lalu tepatnya di usia 5 tahun,  Kiyoshi telah mendapatkan penghargaan dari MURI sebagai pembaca peta  buta termuda di Indonesia. Selain termuda juga sebagai pembaca peta buta  tercepat karena Kiyoshi sendiri memang sangat cepat dalam menyebutkan  berbagai letak geografis negara-negara di seluruh dunia menggunakan peta  buta.
Hampir bisa dikatakan kemampuan dari Kiyoshi Natanael Yohansyah ini  sangat-sangat sempurna tanpa ada kesalahan sedikit pun dan semuanya  dilakukan dengan sangat cepat tanpa berpikir lama. Saat itu, Kiyoshi  Natanael Yohansyah masih duduk di bangku taman kanak-kanak atau TK.
Percobaan  terbaik yang pernah dilakukan oleh Kiyoshi ini adalah ketika dirinya  mampu menyebutkan total 236 negara secara cepat dalam kurun waktu 42  detik. Dalam percobaan tersebut semua dilakukan dengan sempurna, tanpa  ada kesalahahan sedikit pun.
Menurut ayahnya, untuk mempelajari  peta buta baru terjadi pada usia 4 tahun. Semua itu dilakukan atas  keinginan sendiri. &quot;Tak ada paksaan dari kita sebagai orang tua. Dia  sendiri memang benar-benar belajar dengan sangat keras menghafalkan peta  buta di seluruh dunia setiap dirinya pulang dari sekolah.&quot;</description><content:encoded>SEMARANG - Kiyoshi Natanael Yohansyah pantas disebut  bocah genius. Di usianya yang masih 5 tahun 11 bulan, bocah asal  Samarinda itu mampu menghafal, menulis, hingga menentukan letak 118  unsur kimia pada tabel periodik unsur kosong serta menyebutkan nomor  atom secara acak. Atas bakat dan kecerdasannya, Kiyoshi  mendapatkan piagam penghargaan dari Lembaga Prestasi Rekor  Indonesia-Dunia (Leprid). Penyerahan piagam dilakukan oleh Direktur dan  Pendiri Leprid Paulus Pangka di Kantor Leprid, Semarang, Jawa Tengah,  Rabu 12 Juli 2017.Bocah yang lahir di Samarinda, 22 Agustus 2011 ini memiliki  bakat dan kecerdasan luar biasa. Ayah Kiyoshi, Edy Yohansah menuturkan  bahwa anaknya mengenal unsur-unsur kimia tersebut sekitar setahun yang  lalu. &quot;Ketertarikan dia pada unsur-unsur kimia muncul saat usia  lima tahun. Saya pun mengarahkan dia untuk belajar dan tak menolaknya,&quot;  ungkap Edy Yohansyah di Semarang.
Anak kedua dari tiga bersaudara itu seringkali memanfaatkan waktu kosong  untuk belajar menghafal, menulis, hingga menentukan letak unsur kimia  pada tabel periodik. &quot;Setidaknya satu jam dalam sehari dia  belajar. Terkadang dia belajar utak-atik sendiri lewat aplikasi yang ada  di android,&quot; katanya.&quot;Beda dengan kakak dan adiknya yang suka main game, Kiyoshi malah lebih suka aplikasi edukasi,&quot; ujar Edy.Sementara,  Kiyoshi sendiri mengaku senang dan bangga menerima penghargaan dari  Leprid. &quot;Ya saya senang dapat penghargaan ini,&quot; ujarnya. Dia  mengatakan ingin terus belajar sampai bisa menggapai cita-citanya  sebagai astronot. &quot;Saya hobi astronomi, nyanyi, dan menghafal unsur  kimia. Nanti saya kalau sudah besar kepengen sekolah di luar negeri dan  bercita-cita jadi astronot. Ya karena saya ingin ke bulan,&quot; kata anak  dari pasangan Edy Yohansyah dan Viensca Vlorynsia ini.Direktur  dan Pendiri Leprid Paulus Pangka menjelaskan, dalam sejarah rekor di  Indonesia, dari orang dewasa maupun anak kecil belum ada rekor sejenis  yang diciptakan Kiyoshi Natanael Yohansyah yang di usia kurang enam  tahun sudah mampu menghafal, menyebut, dan menentukan letak&amp;nbsp; unsur  kimia. &quot;Kita telah menguji 118 unsur kimia, dan Kiyoshi berhasil  menghafal hingga menyebut letaknya pada tabel periodik,&quot; kata Paulus  Pangka. Dia berharap ke depan semoga anak-anak seperti ini bisa  tumbuh berkembang. &quot;Tentu peran orang tua juga ikut berpartisipasi  meningkatkan kualitas pendidikan anak,&quot; katanya.Sebelum meraih penghargaan Leprid atas rekor penghafal 118 unsur kimia  termuda di Indonesia, pada 11 bulan lalu tepatnya di usia 5 tahun,  Kiyoshi telah mendapatkan penghargaan dari MURI sebagai pembaca peta  buta termuda di Indonesia. Selain termuda juga sebagai pembaca peta buta  tercepat karena Kiyoshi sendiri memang sangat cepat dalam menyebutkan  berbagai letak geografis negara-negara di seluruh dunia menggunakan peta  buta.
Hampir bisa dikatakan kemampuan dari Kiyoshi Natanael Yohansyah ini  sangat-sangat sempurna tanpa ada kesalahan sedikit pun dan semuanya  dilakukan dengan sangat cepat tanpa berpikir lama. Saat itu, Kiyoshi  Natanael Yohansyah masih duduk di bangku taman kanak-kanak atau TK.
Percobaan  terbaik yang pernah dilakukan oleh Kiyoshi ini adalah ketika dirinya  mampu menyebutkan total 236 negara secara cepat dalam kurun waktu 42  detik. Dalam percobaan tersebut semua dilakukan dengan sempurna, tanpa  ada kesalahahan sedikit pun.
Menurut ayahnya, untuk mempelajari  peta buta baru terjadi pada usia 4 tahun. Semua itu dilakukan atas  keinginan sendiri. &quot;Tak ada paksaan dari kita sebagai orang tua. Dia  sendiri memang benar-benar belajar dengan sangat keras menghafalkan peta  buta di seluruh dunia setiap dirinya pulang dari sekolah.&quot;</content:encoded></item></channel></rss>
