<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kembali Diguyur Salju Setelah 20 Tahun, Ibu Kota Cile Gelap Gulita</title><description>Satu orang dilaporkan tewas dan dua lainnya luka-luka akibat hujan salju yang terakhir kali turun 20 tahun lalu di Santiago, Cile.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/16/18/1737535/kembali-diguyur-salju-setelah-20-tahun-ibu-kota-cile-gelap-gulita</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/07/16/18/1737535/kembali-diguyur-salju-setelah-20-tahun-ibu-kota-cile-gelap-gulita"/><item><title>Kembali Diguyur Salju Setelah 20 Tahun, Ibu Kota Cile Gelap Gulita</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/16/18/1737535/kembali-diguyur-salju-setelah-20-tahun-ibu-kota-cile-gelap-gulita</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/07/16/18/1737535/kembali-diguyur-salju-setelah-20-tahun-ibu-kota-cile-gelap-gulita</guid><pubDate>Minggu 16 Juli 2017 17:03 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/16/18/1737535/kembali-diguyur-salju-setelah-20-tahun-ibu-kota-cile-gelap-gulita-udBC0Sc8Ah.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Suasana di Ibu Kota Santiago, Cile, yang diguyur hujan salju pertama kali sejak 20 tahun lalu (Foto: Sky News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/16/18/1737535/kembali-diguyur-salju-setelah-20-tahun-ibu-kota-cile-gelap-gulita-udBC0Sc8Ah.jpg</image><title>Suasana di Ibu Kota Santiago, Cile, yang diguyur hujan salju pertama kali sejak 20 tahun lalu (Foto: Sky News)</title></images><description>SANTIAGO &amp;ndash; Setelah 20 tahun, Ibu Kota Santiago, Cile, kembali diguyur hujan salju. Akibatnya, jalan-jalan utama di Santiago diselimuti salju setebal 3-5 sentimeter (cm).
Diwartakan Sky News, Minggu (16/7/2017), hujan salju mengakibatkan aliran listrik bagi sekira 280 ribu penduduk terputus. Hujan salju juga menyebabkan seorang satuan pengamanan di fasilitas medis meninggal dunia akibat serangan jantung saat berupaya membersihkan gundukan salju.
Salju yang tersangkut di daun serta dahan menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan tersangkut di kabel-kabel listrik. Kondisi tersebut menyebabkan seorang gadis berusia 15 tahun dan neneknya menderita luka-luka akibat tersengat aliran listrik dari kabel yang terputus.
Meski demikian, sejumlah anak-anak terlihat menikmati salju yang baru pertama kali disaksikan sepanjang hidupnya. Mereka dengan riang saling melempar bola salju, serta membentuk boneka salju demi mengurangi rasa bosan.
&amp;ldquo;Ya, salju turun tetapi rasanya seperti ada atmosfer magis di wilayah Bellavista dan Santiago secara umum. Tidak ada yang menyangka sebelumnya,&amp;rdquo; tutur seorang penduduk.
&amp;ldquo;Menakjubkan. Saya ingat terakhir kali Santiago dilanda salju kurang lebih sekira dekade 1970. Kondisi Santiago sama persis seperti saat ini. Melihat bagaimana salju itu turun dalam butiran-butiran kecil, sangat mengagumkan,&amp;rdquo; terang seorang penduduk lainnya.</description><content:encoded>SANTIAGO &amp;ndash; Setelah 20 tahun, Ibu Kota Santiago, Cile, kembali diguyur hujan salju. Akibatnya, jalan-jalan utama di Santiago diselimuti salju setebal 3-5 sentimeter (cm).
Diwartakan Sky News, Minggu (16/7/2017), hujan salju mengakibatkan aliran listrik bagi sekira 280 ribu penduduk terputus. Hujan salju juga menyebabkan seorang satuan pengamanan di fasilitas medis meninggal dunia akibat serangan jantung saat berupaya membersihkan gundukan salju.
Salju yang tersangkut di daun serta dahan menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan tersangkut di kabel-kabel listrik. Kondisi tersebut menyebabkan seorang gadis berusia 15 tahun dan neneknya menderita luka-luka akibat tersengat aliran listrik dari kabel yang terputus.
Meski demikian, sejumlah anak-anak terlihat menikmati salju yang baru pertama kali disaksikan sepanjang hidupnya. Mereka dengan riang saling melempar bola salju, serta membentuk boneka salju demi mengurangi rasa bosan.
&amp;ldquo;Ya, salju turun tetapi rasanya seperti ada atmosfer magis di wilayah Bellavista dan Santiago secara umum. Tidak ada yang menyangka sebelumnya,&amp;rdquo; tutur seorang penduduk.
&amp;ldquo;Menakjubkan. Saya ingat terakhir kali Santiago dilanda salju kurang lebih sekira dekade 1970. Kondisi Santiago sama persis seperti saat ini. Melihat bagaimana salju itu turun dalam butiran-butiran kecil, sangat mengagumkan,&amp;rdquo; terang seorang penduduk lainnya.</content:encoded></item></channel></rss>
