<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Keinginan Pemerintah Presidential Threshold 20%, PKS: Rakyat Tak Terpuaskan dengan Sedikit Calon </title><description>&quot;Jadi kalau ambang batas 20%, pilihan rakyat kurang memuaskan, karena dari awal sudah head to head&quot;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/16/337/1737570/soal-keinginan-pemerintah-presidential-threshold-20-pks-rakyat-tak-terpuaskan-dengan-sedikit-calon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/07/16/337/1737570/soal-keinginan-pemerintah-presidential-threshold-20-pks-rakyat-tak-terpuaskan-dengan-sedikit-calon"/><item><title>Soal Keinginan Pemerintah Presidential Threshold 20%, PKS: Rakyat Tak Terpuaskan dengan Sedikit Calon </title><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/16/337/1737570/soal-keinginan-pemerintah-presidential-threshold-20-pks-rakyat-tak-terpuaskan-dengan-sedikit-calon</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/07/16/337/1737570/soal-keinginan-pemerintah-presidential-threshold-20-pks-rakyat-tak-terpuaskan-dengan-sedikit-calon</guid><pubDate>Minggu 16 Juli 2017 18:30 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/16/337/1737570/soal-keinginan-pemerintah-presidential-threshold-20-pks-rakyat-tak-terpuaskan-dengan-sedikit-calon-ezrFXTYz3t.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dok.Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/16/337/1737570/soal-keinginan-pemerintah-presidential-threshold-20-pks-rakyat-tak-terpuaskan-dengan-sedikit-calon-ezrFXTYz3t.jpg</image><title>Ilustrasi (Dok.Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold adalah satu dari lima isu yang pembahasannya alot di DPR. Pemerintah dan partai koalisi bersikeras dengan angka ambang batas 20-25%, sementara sejumlah fraksi menginginkan ketentuan ini dihapuskan atau 0%.

Menanggapi hal itu, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul iman mengatakan, dirinya tidak sependapat dengan pemerintah yang menginginkan pemberlakukan  presidential threshold sebesar 20%, karena itu pasti hanya calon tunggal.

&quot;Jadi kalau ambang batas 20%, pilihan rakyat kurang memuaskan, karena dari awal sudah head to head. Sedangkan kalau banyak pilihan itu makin baik. Saya kira begitu,&quot; ujar Sohibul di Kantor DPP PKS, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (16/7/2017).

Sohibul menjelaskan, bahwa RUU Pemilu masih belum selesai. Karena intinya titik alotnya itu ada di masalah presidential trasehould dan pemerintah menginginkan 20% kursi dan 25% suara itu harga mati.

&quot;Kami sebetulnya banyak bergerak, kami awalnya 0% kemudian kami bergerak pada parliamentary threshold disamakan. Kita ikutilah 10 % dengan  berharap pemerintah mau turun, karena kami sudah naik-naik terus,&quot; tuturnya.

Pihaknya juga berkeyakinan parpol yang berjuang di DPR dalam hal pembahasan RUU Pemilu. Seandainya kalah voting, tidak akan melakukan judicial review.

&quot;Biarlah masyarakat yang punya legal standing melakukan uji materi itu. Misalnya Yusril silahkan, karena beliau tidak terlibat dalam pembahasan sehingga beliau saya kira legal standingnya kuat,&quot; pungkasnya

</description><content:encoded>JAKARTA - Ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold adalah satu dari lima isu yang pembahasannya alot di DPR. Pemerintah dan partai koalisi bersikeras dengan angka ambang batas 20-25%, sementara sejumlah fraksi menginginkan ketentuan ini dihapuskan atau 0%.

Menanggapi hal itu, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul iman mengatakan, dirinya tidak sependapat dengan pemerintah yang menginginkan pemberlakukan  presidential threshold sebesar 20%, karena itu pasti hanya calon tunggal.

&quot;Jadi kalau ambang batas 20%, pilihan rakyat kurang memuaskan, karena dari awal sudah head to head. Sedangkan kalau banyak pilihan itu makin baik. Saya kira begitu,&quot; ujar Sohibul di Kantor DPP PKS, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (16/7/2017).

Sohibul menjelaskan, bahwa RUU Pemilu masih belum selesai. Karena intinya titik alotnya itu ada di masalah presidential trasehould dan pemerintah menginginkan 20% kursi dan 25% suara itu harga mati.

&quot;Kami sebetulnya banyak bergerak, kami awalnya 0% kemudian kami bergerak pada parliamentary threshold disamakan. Kita ikutilah 10 % dengan  berharap pemerintah mau turun, karena kami sudah naik-naik terus,&quot; tuturnya.

Pihaknya juga berkeyakinan parpol yang berjuang di DPR dalam hal pembahasan RUU Pemilu. Seandainya kalah voting, tidak akan melakukan judicial review.

&quot;Biarlah masyarakat yang punya legal standing melakukan uji materi itu. Misalnya Yusril silahkan, karena beliau tidak terlibat dalam pembahasan sehingga beliau saya kira legal standingnya kuat,&quot; pungkasnya

</content:encoded></item></channel></rss>
