<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>14 Pekan Berlalu, Apa Kabar Kasus Novel Baswedan?</title><description>Hingga kini polisi belum bisa mengungkap siapa pelaku penyiram air keras penyidik KPK Novel Baswedan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/19/337/1739770/14-pekan-berlalu-apa-kabar-kasus-novel-baswedan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/07/19/337/1739770/14-pekan-berlalu-apa-kabar-kasus-novel-baswedan"/><item><title>14 Pekan Berlalu, Apa Kabar Kasus Novel Baswedan?</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/19/337/1739770/14-pekan-berlalu-apa-kabar-kasus-novel-baswedan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/07/19/337/1739770/14-pekan-berlalu-apa-kabar-kasus-novel-baswedan</guid><pubDate>Rabu 19 Juli 2017 13:40 WIB</pubDate><dc:creator>Badriyanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/19/337/1739770/14-pekan-berlalu-apa-kabar-kasus-novel-baswedan-bXXykMXr1n.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kabid Humas Polda Metro, Kombes Argo Yuwono (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/19/337/1739770/14-pekan-berlalu-apa-kabar-kasus-novel-baswedan-bXXykMXr1n.jpg</image><title>Kabid Humas Polda Metro, Kombes Argo Yuwono (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Genap 14 pekan pasca penyiraman dengan air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, polisi masih belum dapat mengungkap siapa pelaku dibalik teror tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, ada sekira 59 saksi yang telah diperiksa penyidik namun belum juga mendapatkan petunjuk.

Meski demikian, Argo mengakui dari keterangan para saksi tersebut, polisi saat ini telah mendapatkan tiga sketsa wajah diduga pelaku penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan.

Sementara itu, tiga sketsa wajah yang dibuat berdasarkan kumpulan keterangan saksi juga belum berhasil mengungkap pelaku. Penyidik terus memperbaiki tiga sketsa tersebut agar tingkat keakuratannya semakin tinggi.

&quot;Masih kita perbaiki, kita akan gunakan IT nanti. Masih dalam perbaikan,&quot; Ungkap Argo di Mapolda Metro Jaya, di Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Mengenai rencana polisi melakukan penyidikan ke Singapura pun, masih terkendala dengan administrasi perizinan. Dimana, Polisi masih menunggu izin dokter untuk memeriksa Novel Baswedan di Singapura.

&quot;Nanti kami akan memeriksa ke Singapura. Kami menunggu dokter mengizinkan,&quot; ungkap Argo, tutur mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur itu.

Sekedar diketahui, peristiwa penyerangan terjadi pada Selasa 11 Mei 2017 usai Novel salat subuh di Masjid Al Ikhsan dekat kediamannya di Jalan Deposito, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Hingga saat ini Novel masih menjalani perawatan medis di Singapura.
</description><content:encoded>JAKARTA - Genap 14 pekan pasca penyiraman dengan air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, polisi masih belum dapat mengungkap siapa pelaku dibalik teror tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, ada sekira 59 saksi yang telah diperiksa penyidik namun belum juga mendapatkan petunjuk.

Meski demikian, Argo mengakui dari keterangan para saksi tersebut, polisi saat ini telah mendapatkan tiga sketsa wajah diduga pelaku penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan.

Sementara itu, tiga sketsa wajah yang dibuat berdasarkan kumpulan keterangan saksi juga belum berhasil mengungkap pelaku. Penyidik terus memperbaiki tiga sketsa tersebut agar tingkat keakuratannya semakin tinggi.

&quot;Masih kita perbaiki, kita akan gunakan IT nanti. Masih dalam perbaikan,&quot; Ungkap Argo di Mapolda Metro Jaya, di Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Mengenai rencana polisi melakukan penyidikan ke Singapura pun, masih terkendala dengan administrasi perizinan. Dimana, Polisi masih menunggu izin dokter untuk memeriksa Novel Baswedan di Singapura.

&quot;Nanti kami akan memeriksa ke Singapura. Kami menunggu dokter mengizinkan,&quot; ungkap Argo, tutur mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur itu.

Sekedar diketahui, peristiwa penyerangan terjadi pada Selasa 11 Mei 2017 usai Novel salat subuh di Masjid Al Ikhsan dekat kediamannya di Jalan Deposito, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Hingga saat ini Novel masih menjalani perawatan medis di Singapura.
</content:encoded></item></channel></rss>
