<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sambangi Markas Muhammadiyah, Anies Baswedan Dapat Wejangan dari Busyro Muqqodas   </title><description>Kunjungi markas besar Muhammadiyah, Anies Baswedan dapat wejangan dari Busyro Muqqodas tentang keyakinannya pimpin Jakarta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/19/510/1740051/sambangi-markas-muhammadiyah-anies-baswedan-dapat-wejangan-dari-busyro-muqqodas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/07/19/510/1740051/sambangi-markas-muhammadiyah-anies-baswedan-dapat-wejangan-dari-busyro-muqqodas"/><item><title>Sambangi Markas Muhammadiyah, Anies Baswedan Dapat Wejangan dari Busyro Muqqodas   </title><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/19/510/1740051/sambangi-markas-muhammadiyah-anies-baswedan-dapat-wejangan-dari-busyro-muqqodas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/07/19/510/1740051/sambangi-markas-muhammadiyah-anies-baswedan-dapat-wejangan-dari-busyro-muqqodas</guid><pubDate>Rabu 19 Juli 2017 17:49 WIB</pubDate><dc:creator>Prabowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/19/510/1740051/sambangi-markas-muhammadiyah-anies-baswedan-dapat-wejangan-dari-busyro-muqqodas-4ZcWU1rmNK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anies Baswedan (Foto: Prabowo/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/19/510/1740051/sambangi-markas-muhammadiyah-anies-baswedan-dapat-wejangan-dari-busyro-muqqodas-4ZcWU1rmNK.jpg</image><title>Anies Baswedan (Foto: Prabowo/Okezone)</title></images><description>YOGYAKARTA - Ketua PP Muhammadiyah Bidang Advokasi dan Hukum, Busyro Muqqodas memiliki pesan khusus pada Gubernur DKI Jakarta Terpilih, Anies Baswedan. Secara umum, organisasi ini juga memiliki harapan besar pada Anies yang saatnya nanti memimpin Ibu Kota supaya lebih ramah.
&quot;Pesan yang kami sampaikan supaya bisa menjadi model Gubernur di pusat Ibu Kota Negara yang memadukan budaya metropolitan dengan budaya masyarakat menengah ke bawah,&quot; kata Busyro usai menemui Anies di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Rabu (19/7/2017)
Memadukan budaya metropolitan dan budaya masyarakat menengah bawah, kata Busyro, itu sebagai basis cultural, basis sosial, juga basis politik serta nilai-nilai ideologi kebangsaan bernegara.
&quot;Kalau itu diramu, maka modernitas Jakarta tetap ramah dengan spirit kerakyatan. Itu butuh desainer. Dan itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki latar belakang akademis dan memiliki tradisi berorganisasi dengan track record yang jelas,&quot; katanya.
Dia juga membeberkan latar belakang Anies Baswedan yang memiliki latar belakang akademis, juga berorganiasi. Komunikasi yang baik dengan banyak kalangan, juga menjadi penentu dalam mengambil kebijakan.
&quot;Posisi Pak Anies sebagai mantan ketua Senat Mahasiswa UGM, doktornya dari luar negeri dan seterusnya. Komunikasi yang baik dengan banyak kalangan, itu tadi kita sampaikan dan jadi harapan kami dari Muhammadiyah,&quot; katanya.
Anies sendiri mengaku tengah menimba ilmu dari pemimpin di Yogyakarta untuk memimpin Jakarta. Tadi malam, Anies menemui Gubernur yang juga Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X hingga menjelang dini hari.
Pagi hari tadi, Anies kembali menimba ilmu pada kelompok petani mina padi yang memiliki konsep satu lahan dengan dua hasil yang berbeda, yakni padi dan ikan air tawar. Begitu juga Anies yang belajar dengan masyarakat yang tinggal di bantaran Kali Winonggo. Anies juga kembali belajar dengan organisasi Muhammadiyah.
&quot;Kita harap bisa ambil pengalaman-pengalaman dari Yogyakarta yang bisa dimanfaatkan untuk Jakarta,&quot; katanya.
Ingat, kata dia, tidak ada kota yang bisa di Copypaste di dunia ini. Namun, pengalaman-pengalaman yang sudah dilakukan bisa menjadi rujukan untuk menentukan arah yang lebih baik.</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Ketua PP Muhammadiyah Bidang Advokasi dan Hukum, Busyro Muqqodas memiliki pesan khusus pada Gubernur DKI Jakarta Terpilih, Anies Baswedan. Secara umum, organisasi ini juga memiliki harapan besar pada Anies yang saatnya nanti memimpin Ibu Kota supaya lebih ramah.
&quot;Pesan yang kami sampaikan supaya bisa menjadi model Gubernur di pusat Ibu Kota Negara yang memadukan budaya metropolitan dengan budaya masyarakat menengah ke bawah,&quot; kata Busyro usai menemui Anies di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Rabu (19/7/2017)
Memadukan budaya metropolitan dan budaya masyarakat menengah bawah, kata Busyro, itu sebagai basis cultural, basis sosial, juga basis politik serta nilai-nilai ideologi kebangsaan bernegara.
&quot;Kalau itu diramu, maka modernitas Jakarta tetap ramah dengan spirit kerakyatan. Itu butuh desainer. Dan itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki latar belakang akademis dan memiliki tradisi berorganisasi dengan track record yang jelas,&quot; katanya.
Dia juga membeberkan latar belakang Anies Baswedan yang memiliki latar belakang akademis, juga berorganiasi. Komunikasi yang baik dengan banyak kalangan, juga menjadi penentu dalam mengambil kebijakan.
&quot;Posisi Pak Anies sebagai mantan ketua Senat Mahasiswa UGM, doktornya dari luar negeri dan seterusnya. Komunikasi yang baik dengan banyak kalangan, itu tadi kita sampaikan dan jadi harapan kami dari Muhammadiyah,&quot; katanya.
Anies sendiri mengaku tengah menimba ilmu dari pemimpin di Yogyakarta untuk memimpin Jakarta. Tadi malam, Anies menemui Gubernur yang juga Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X hingga menjelang dini hari.
Pagi hari tadi, Anies kembali menimba ilmu pada kelompok petani mina padi yang memiliki konsep satu lahan dengan dua hasil yang berbeda, yakni padi dan ikan air tawar. Begitu juga Anies yang belajar dengan masyarakat yang tinggal di bantaran Kali Winonggo. Anies juga kembali belajar dengan organisasi Muhammadiyah.
&quot;Kita harap bisa ambil pengalaman-pengalaman dari Yogyakarta yang bisa dimanfaatkan untuk Jakarta,&quot; katanya.
Ingat, kata dia, tidak ada kota yang bisa di Copypaste di dunia ini. Namun, pengalaman-pengalaman yang sudah dilakukan bisa menjadi rujukan untuk menentukan arah yang lebih baik.</content:encoded></item></channel></rss>
