<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OKEZONE STORY: Kisah Pahlawan Perang Asal Inggris Sir Kenneth Cross Bertahan di Laut Arktik yang Beku Pasca-Dibom Musuh</title><description>Sir Kenneth Cross menjadi pahlawan perang di masa Perang Dunia I setelah bertahan dari dinginnya Lut Arktik pasca-dibom musuh.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/23/18/1741920/okezone-story-kisah-pahlawan-perang-asal-inggris-sir-kenneth-cross-bertahan-di-laut-arktik-yang-beku-pasca-dibom-musuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/07/23/18/1741920/okezone-story-kisah-pahlawan-perang-asal-inggris-sir-kenneth-cross-bertahan-di-laut-arktik-yang-beku-pasca-dibom-musuh"/><item><title>OKEZONE STORY: Kisah Pahlawan Perang Asal Inggris Sir Kenneth Cross Bertahan di Laut Arktik yang Beku Pasca-Dibom Musuh</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/23/18/1741920/okezone-story-kisah-pahlawan-perang-asal-inggris-sir-kenneth-cross-bertahan-di-laut-arktik-yang-beku-pasca-dibom-musuh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/07/23/18/1741920/okezone-story-kisah-pahlawan-perang-asal-inggris-sir-kenneth-cross-bertahan-di-laut-arktik-yang-beku-pasca-dibom-musuh</guid><pubDate>Minggu 23 Juli 2017 08:02 WIB</pubDate><dc:creator>Rufki Ade Vinanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/22/18/1741920/okezone-story-kisah-pahlawan-perang-asal-inggris-sir-kenneth-cross-bertahan-di-laut-arktik-yang-beku-pasca-dibom-musuh-aW20YJNgCp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pahlawan Perang asal Inggris, Sir Kenneth Cross. (Foto: BNPS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/22/18/1741920/okezone-story-kisah-pahlawan-perang-asal-inggris-sir-kenneth-cross-bertahan-di-laut-arktik-yang-beku-pasca-dibom-musuh-aW20YJNgCp.jpg</image><title>Pahlawan Perang asal Inggris, Sir Kenneth Cross. (Foto: BNPS)</title></images><description>KENNETH Cross merupakan seorang Kepala Pasukan Udara Inggris di masa Perang Dunia (PD) I. Cross diketahui merupakan bagian dari pasukan yang bertugas melindungi dan mengawal kapal perang HMS Glorious. Kala itu, atau tepatnya pada 1940, kapal kebanggaan Inggris itu menerima serangan dari pasukan Angkatan Laut Jerman di lepas pantai Norwegia.
Jerman diketahui menyerang Inggris secara tiba-tiba dengan dua kapal perang. Serangan tersebut menjatuhkan banyak korban dari pihak Inggris. Diketahui hanya 40 orang yang berhasil selamat dari total 1.559 pasukan Britania Raya. Salah satu di antara pasukan yang selamat adalah Kenneth Cross.

Kenneth Cross hendak menerbangkan pesawat tempurnya (kanan). (Foto: BNPS)
Bertugas menjadi pilot pesawat tempur, ia secara ajaib menemukan sebuah sekoci agar tetap terjaga di atas permukaan laut. Namun dari 40 orang yang selamat setelah serangan Jerman tersebut, hanya lima orang yang berhasil bertahan dari dinginnya Laut Arktik karena puluhan sisanya meninggal dunia. Mereka yang selamat saling menghangatkan diri dengan melepaskan baju di tubuh mereka dan berpelukan.
Bersama lima orang lainnya, Cross bertahan di permukaan Laut Arktik yang beku selama 70 jam lamanya. Mereka beberapa kali menjumpai pesawat yang melintas di udara. Cross dan teman-temannya berusaha berteriak dan melambaikan tangan ke pesawat-pesawat yang melintas tersebut untuk meminta bantuan, tapi hasilnya sia-sia.&amp;nbsp;

Tercatat terdapat tiga pesawat yang melintas dalam kurun waktu 70  jam,  namun tak ada satu pun yang menyadari keberadaan mereka hingga  akhirnya  Cross dan kawannya berpapasan dengan kapal nelayan Norwegia.   Beruntung, pertemuan dengan nelayan tersebut kemudian membawa Cross dan   kelima orang lainnya mendapat kehidupan kembali setelah menahan lapar   serta haus.
Mereka yang selamat kemudian dilarikan ke sebuah rumah sakit di  Kepulauan Faroe, di mana mereka kemudian dirawat karena menderita radang  dingin. Meskipun mengalami pengalaman mengerikan dan traumatis, Cross  kembali terjun ke medan perang untuk memerangi Nazi baik di pertempuran  yang berlangsung di Skandinavia, Afrika Utara, ataupun Eropa barat.

Foto terakhir Sir Kenneth Cross pada 2003 sebelum meninggal. (Foto: BNPS)
Atas pengabdiannya itu, Cross kemudian mendapatkan medali  penghargaan. Sepanjang kariernya di militer, banyak warisan berharga  yang ditinggalkan oleh Cross, salah satunya sebuah buku harian kecil  yang menemaninya saat terombang-ambing di lautan. Sir Kenneth Cross  lahir di Portsmouth, Hampshire, pada Oktober 1911. Ia tumbuh menjadi  seorang pria yang menyukai olahraga rugbi dan sempat bergabung dalam tim  bernama Harlequins sebelum akhirnya perang dunia pecah.
Cross bergabung dengan militer pada 1936 sebagai Letnan Penerbangan  yang tergabung dalam Skuadron Udara Universitas Cambridge. Kemudian pada  Oktober 1939, pilot muda berbakat itu ditugaskan untuk memimpin  skuadron 46. Ia kemudian tergabung sebagai pasukan pelindung HMS  Glorius.
Sir Kenneth Cross diketahui meninggal pada 2003. Buku harian kecilnya  menjadi salah satu benda bersejarah di Inggris. Cross dikenang sebagai  seorang pria hebat yang berhasil bangkit dari sebuah kondisi mengerikan,  di mana ia kehilangan hampir semua rekan-rekannya.</description><content:encoded>KENNETH Cross merupakan seorang Kepala Pasukan Udara Inggris di masa Perang Dunia (PD) I. Cross diketahui merupakan bagian dari pasukan yang bertugas melindungi dan mengawal kapal perang HMS Glorious. Kala itu, atau tepatnya pada 1940, kapal kebanggaan Inggris itu menerima serangan dari pasukan Angkatan Laut Jerman di lepas pantai Norwegia.
Jerman diketahui menyerang Inggris secara tiba-tiba dengan dua kapal perang. Serangan tersebut menjatuhkan banyak korban dari pihak Inggris. Diketahui hanya 40 orang yang berhasil selamat dari total 1.559 pasukan Britania Raya. Salah satu di antara pasukan yang selamat adalah Kenneth Cross.

Kenneth Cross hendak menerbangkan pesawat tempurnya (kanan). (Foto: BNPS)
Bertugas menjadi pilot pesawat tempur, ia secara ajaib menemukan sebuah sekoci agar tetap terjaga di atas permukaan laut. Namun dari 40 orang yang selamat setelah serangan Jerman tersebut, hanya lima orang yang berhasil bertahan dari dinginnya Laut Arktik karena puluhan sisanya meninggal dunia. Mereka yang selamat saling menghangatkan diri dengan melepaskan baju di tubuh mereka dan berpelukan.
Bersama lima orang lainnya, Cross bertahan di permukaan Laut Arktik yang beku selama 70 jam lamanya. Mereka beberapa kali menjumpai pesawat yang melintas di udara. Cross dan teman-temannya berusaha berteriak dan melambaikan tangan ke pesawat-pesawat yang melintas tersebut untuk meminta bantuan, tapi hasilnya sia-sia.&amp;nbsp;

Tercatat terdapat tiga pesawat yang melintas dalam kurun waktu 70  jam,  namun tak ada satu pun yang menyadari keberadaan mereka hingga  akhirnya  Cross dan kawannya berpapasan dengan kapal nelayan Norwegia.   Beruntung, pertemuan dengan nelayan tersebut kemudian membawa Cross dan   kelima orang lainnya mendapat kehidupan kembali setelah menahan lapar   serta haus.
Mereka yang selamat kemudian dilarikan ke sebuah rumah sakit di  Kepulauan Faroe, di mana mereka kemudian dirawat karena menderita radang  dingin. Meskipun mengalami pengalaman mengerikan dan traumatis, Cross  kembali terjun ke medan perang untuk memerangi Nazi baik di pertempuran  yang berlangsung di Skandinavia, Afrika Utara, ataupun Eropa barat.

Foto terakhir Sir Kenneth Cross pada 2003 sebelum meninggal. (Foto: BNPS)
Atas pengabdiannya itu, Cross kemudian mendapatkan medali  penghargaan. Sepanjang kariernya di militer, banyak warisan berharga  yang ditinggalkan oleh Cross, salah satunya sebuah buku harian kecil  yang menemaninya saat terombang-ambing di lautan. Sir Kenneth Cross  lahir di Portsmouth, Hampshire, pada Oktober 1911. Ia tumbuh menjadi  seorang pria yang menyukai olahraga rugbi dan sempat bergabung dalam tim  bernama Harlequins sebelum akhirnya perang dunia pecah.
Cross bergabung dengan militer pada 1936 sebagai Letnan Penerbangan  yang tergabung dalam Skuadron Udara Universitas Cambridge. Kemudian pada  Oktober 1939, pilot muda berbakat itu ditugaskan untuk memimpin  skuadron 46. Ia kemudian tergabung sebagai pasukan pelindung HMS  Glorius.
Sir Kenneth Cross diketahui meninggal pada 2003. Buku harian kecilnya  menjadi salah satu benda bersejarah di Inggris. Cross dikenang sebagai  seorang pria hebat yang berhasil bangkit dari sebuah kondisi mengerikan,  di mana ia kehilangan hampir semua rekan-rekannya.</content:encoded></item></channel></rss>
