<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>HISTORIPEDIA: Austria-Hungaria Kirim Ultimatum Pada Serbia, Awali Perang Dunia I</title><description>Ultimatum yang berisi sejumlah tuntutan Austria-Hungaria kepada Serbia menjadi kejadian yang mengawali pecahnya Perang Dunia I.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/23/18/1742168/historipedia-austria-hungaria-kirim-ultimatum-pada-serbia-awali-perang-dunia-i</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/07/23/18/1742168/historipedia-austria-hungaria-kirim-ultimatum-pada-serbia-awali-perang-dunia-i"/><item><title>HISTORIPEDIA: Austria-Hungaria Kirim Ultimatum Pada Serbia, Awali Perang Dunia I</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/23/18/1742168/historipedia-austria-hungaria-kirim-ultimatum-pada-serbia-awali-perang-dunia-i</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/07/23/18/1742168/historipedia-austria-hungaria-kirim-ultimatum-pada-serbia-awali-perang-dunia-i</guid><pubDate>Minggu 23 Juli 2017 06:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/22/18/1742168/historipedia-austria-hungaria-kirim-ultimatum-pada-serbia-awali-perang-dunia-i-zkbWqBqwDN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pembunuhan atas Franz Ferdinand dan istrinya di Sarajevo menjadi awal mula pecahnya salah satu konflik paling berdarah dalam sejarah dunia. (Foto: The Baron)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/22/18/1742168/historipedia-austria-hungaria-kirim-ultimatum-pada-serbia-awali-perang-dunia-i-zkbWqBqwDN.jpg</image><title>Pembunuhan atas Franz Ferdinand dan istrinya di Sarajevo menjadi awal mula pecahnya salah satu konflik paling berdarah dalam sejarah dunia. (Foto: The Baron)</title></images><description>PADA pukul enam sore, 23 Juli 1914, hampir satu bulan setelah pembunuhan Pangeran Austria Franz Ferdinand dan istrinya oleh seorang nasionalis muda Serbia di Sarajevo, Bosnia, duta Kekaisaran Austria-Hungaria untuk Serbia, Baron Giesl von Gieslingen menyampaikan ultimatum kepada kementerian luar negeri Serbia. Ultimatum yang berisi sejumlah tuntutan Austria-Hungaria kepada Serbia menjadi kejadian yang mengawali pecahnya Perang Dunia I.
Bertindak dengan dukungan penuh dari sekutunya di Berlin, Austria-Hungaria telah memutuskan setelah pembunuhan Franz Ferdinand untuk mengejar kebijakan garis keras terhadap Serbia. Rencana mereka, yang dikoordinasikan dengan kantor luar negeri Jerman, adalah untuk memicu sebuah konflik militer yang diharapkan berakhir dengan cepat dan pasti dengan kemenangan Austria sebelum negara-negara Eropa lain yaitu sekutu kuat Serbia, Rusia - sempat bereaksi.
Dilansir dari History, Minggu (23/7/2017), ultimatum yang dikirimkan oleh Baron Giesl itu menuntut Pemerintah Serbia untuk menerima penyelidikan Austria-Hungaria atas pembunuhan Franz Ferdinand. Serbia juga harus menekan semua propaganda anti-Austria dan mengambil langkah-langkah untuk membasmi dan menghapuskan organisasi teroris di wilayah perbatasannya. &amp;nbsp;
Austria-Hungaria menuntut jawaban atas tuntutan tersebut dalam waktu 48 jam. Pada saat itu, Baron Giesl yang telah mengantisipasi penolakan Serbia telah mengemasi tasnya dan bersiap untuk meninggalkan kedutaan di Sarajevo.
Sementara dunia menunggu tanggapan Serbia, Jerman bekerja secara  diplomatis untuk meminimalisir dampak ultimatum tersebut. Namun kekuatan  besar lainnya tidak ada yang percaya bahwa Austria-Hungaria dengan  kekuatan militer yang relatif lemah, hanya bertindak sendiri. Pada tahun  1914, garis pertempuran telah ditarik di Eropa: jika Jerman mendukung  Austria-Hungaria melawan Serbia dan sekutunya, Rusia maka sekutu Rusia  yaitu Prancis dan Inggris, kemungkinan akan turut terjun ke dalam  perang.
Mendapat ultimatum tersebut, Serbia segera berkonsultasi dengan Rusia  yang segera meyakini bahwa Jerman memanfaatkan pembunuhan Franz  Ferdinand untuk memicu perang guna mempertahankan kepentingannya. Pada  24 Juli, Dewan Menteri Rusia setuju untuk memerintahkan empat distrik  militer untuk bersiap melakukan mobilisasi.
Pada 25 Juli 1914 sore, Perdana Menteri (PM) Serbia Nicola Pasic  mengirimkan jawaban atas ultimatum Austria-Hungaria kepada Baron Giesldi  di Kedutaan Austria sebelum batas waktu pukul enam sore. Serbia  menyatakan menyetujui semua tuntutan Austria-Hungaria kecuali  partisipasi dual monarki itu dalam penyelidikan internal dengan alasan  tindakan tersebut merupakan pelanggaran undang-undang dasar dan hukum  kriminal Serbia.
Jawaban Serbia tersebut tidak membuat perbedaan terhadap respons  Austria-Hungaria. Baron Giesl segera meninggalkan Serbia dan memutuskan  hubungan diplomatik antara Wina dengan Sarajevo. Tiga hari kemudian,  pada 28 Juli 1914, Austria-Hungaria menyatakan perang terhadap Serbia,  mengawali pecahnya Perang Dunia I.</description><content:encoded>PADA pukul enam sore, 23 Juli 1914, hampir satu bulan setelah pembunuhan Pangeran Austria Franz Ferdinand dan istrinya oleh seorang nasionalis muda Serbia di Sarajevo, Bosnia, duta Kekaisaran Austria-Hungaria untuk Serbia, Baron Giesl von Gieslingen menyampaikan ultimatum kepada kementerian luar negeri Serbia. Ultimatum yang berisi sejumlah tuntutan Austria-Hungaria kepada Serbia menjadi kejadian yang mengawali pecahnya Perang Dunia I.
Bertindak dengan dukungan penuh dari sekutunya di Berlin, Austria-Hungaria telah memutuskan setelah pembunuhan Franz Ferdinand untuk mengejar kebijakan garis keras terhadap Serbia. Rencana mereka, yang dikoordinasikan dengan kantor luar negeri Jerman, adalah untuk memicu sebuah konflik militer yang diharapkan berakhir dengan cepat dan pasti dengan kemenangan Austria sebelum negara-negara Eropa lain yaitu sekutu kuat Serbia, Rusia - sempat bereaksi.
Dilansir dari History, Minggu (23/7/2017), ultimatum yang dikirimkan oleh Baron Giesl itu menuntut Pemerintah Serbia untuk menerima penyelidikan Austria-Hungaria atas pembunuhan Franz Ferdinand. Serbia juga harus menekan semua propaganda anti-Austria dan mengambil langkah-langkah untuk membasmi dan menghapuskan organisasi teroris di wilayah perbatasannya. &amp;nbsp;
Austria-Hungaria menuntut jawaban atas tuntutan tersebut dalam waktu 48 jam. Pada saat itu, Baron Giesl yang telah mengantisipasi penolakan Serbia telah mengemasi tasnya dan bersiap untuk meninggalkan kedutaan di Sarajevo.
Sementara dunia menunggu tanggapan Serbia, Jerman bekerja secara  diplomatis untuk meminimalisir dampak ultimatum tersebut. Namun kekuatan  besar lainnya tidak ada yang percaya bahwa Austria-Hungaria dengan  kekuatan militer yang relatif lemah, hanya bertindak sendiri. Pada tahun  1914, garis pertempuran telah ditarik di Eropa: jika Jerman mendukung  Austria-Hungaria melawan Serbia dan sekutunya, Rusia maka sekutu Rusia  yaitu Prancis dan Inggris, kemungkinan akan turut terjun ke dalam  perang.
Mendapat ultimatum tersebut, Serbia segera berkonsultasi dengan Rusia  yang segera meyakini bahwa Jerman memanfaatkan pembunuhan Franz  Ferdinand untuk memicu perang guna mempertahankan kepentingannya. Pada  24 Juli, Dewan Menteri Rusia setuju untuk memerintahkan empat distrik  militer untuk bersiap melakukan mobilisasi.
Pada 25 Juli 1914 sore, Perdana Menteri (PM) Serbia Nicola Pasic  mengirimkan jawaban atas ultimatum Austria-Hungaria kepada Baron Giesldi  di Kedutaan Austria sebelum batas waktu pukul enam sore. Serbia  menyatakan menyetujui semua tuntutan Austria-Hungaria kecuali  partisipasi dual monarki itu dalam penyelidikan internal dengan alasan  tindakan tersebut merupakan pelanggaran undang-undang dasar dan hukum  kriminal Serbia.
Jawaban Serbia tersebut tidak membuat perbedaan terhadap respons  Austria-Hungaria. Baron Giesl segera meninggalkan Serbia dan memutuskan  hubungan diplomatik antara Wina dengan Sarajevo. Tiga hari kemudian,  pada 28 Juli 1914, Austria-Hungaria menyatakan perang terhadap Serbia,  mengawali pecahnya Perang Dunia I.</content:encoded></item></channel></rss>
