<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>VIDEO: Menegangkan! Pria di Ethiopia Ulurkan Tangan Beri Makan Hyena pada Malam Hari</title><description>Salah satu pemandangan unik di Ethiopia bisa disaksikan pada malam hari di Harar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/23/18/1742242/video-menegangkan-pria-di-ethiopia-ulurkan-tangan-beri-makan-hyena-pada-malam-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/07/23/18/1742242/video-menegangkan-pria-di-ethiopia-ulurkan-tangan-beri-makan-hyena-pada-malam-hari"/><item><title>VIDEO: Menegangkan! Pria di Ethiopia Ulurkan Tangan Beri Makan Hyena pada Malam Hari</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/23/18/1742242/video-menegangkan-pria-di-ethiopia-ulurkan-tangan-beri-makan-hyena-pada-malam-hari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/07/23/18/1742242/video-menegangkan-pria-di-ethiopia-ulurkan-tangan-beri-makan-hyena-pada-malam-hari</guid><pubDate>Minggu 23 Juli 2017 13:06 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/23/18/1742242/video-menegangkan-pria-di-ethiopia-ulurkan-tangan-beri-makan-hyena-pada-malam-hari-VomMP0NnH7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hyena memanjat bahu pria di Ethiopia. (Foto: Oddity Central)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/23/18/1742242/video-menegangkan-pria-di-ethiopia-ulurkan-tangan-beri-makan-hyena-pada-malam-hari-VomMP0NnH7.jpg</image><title>Hyena memanjat bahu pria di Ethiopia. (Foto: Oddity Central)</title></images><description>HARAR &amp;ndash; Salah satu pemandangan unik di Ethiopia bisa disaksikan pada malam hari. Bayangkan sedikitnya 30 hyena berkeliaran seperti petugas patroli di jalan sekitar tempat tinggal Anda. Begitu lah kondisinya setiap malam di Harar.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/JupA6-29Kf0&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Sumber: Youtube/The Yak Collective
Abbas Yusuf dan sepupunya, Mulugeta Wolde-Mariam, setiap malam akan keluar dengan sekantong daging mentah. Kemudian membagi-bagikan makanan sisa itu kepada para hyena. Kegiatan ini sudah berlangsung turun temurun, sejak dirintis ayah Yusuf lebih dari 60 tahun yang lalu.
&amp;ldquo;Sewaktu saya muda, biasanya paman yang memberi makan mereka. Dia memperlakukan mereka seperti anak sendiri,&amp;rdquo; tutur Mariam, seperti disitat dari Youtube, Minggu (23/7/2017).
&amp;lt;iframe width=&quot;588&quot; height=&quot;422&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/vyv9xTp0pl0&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Sumber: Youtube/BBC
Setelah pamannya wafat, Mariam dan Yusuf melanjutkan kebiasaan itu. Dia sudah melakukannya selama kurang lebih 30 tahun. Sekarang pekerjaan tersebut sudah menjadi daya tarik wisata di Ethiopia. Orang-orang datang dari penjuru dunia untuk menonton mereka memberi makan kawanan hyena dengan tangan kosong.
&amp;ldquo;Orang-orang di Harar senang bisa berteman dengan hyena, memberi makan mereka, dan hidup damai dengan kawanan ini,&amp;rdquo; terangnya.
Pemandu wisata di Harar, Hailu Gashaw menjelaskan, keberadaan hyena sendiri sudah terbilang cukup lama di negara Afrika Timur tersebut, yakni sejak 1550-an. Ketika Emir ke-42 Harar, Nur ibnu Mujahid membangun tembok kota. Dinding yang dibangun rendah membuktikan, kalau orang Harar menginginkan hyena-hyena itu datang ke kota mereka.
Satu-satunya masalah yang sering dihadapi pada masa itu, kawanan hyena yang lapar terkadang menyerang penduduk setempat dan memakan hewan ternak. Penduduk merasa takut dan tidak nyaman. Semua berubah ketika manusia mulai mendekati mereka dan menjalin persahabatan.</description><content:encoded>HARAR &amp;ndash; Salah satu pemandangan unik di Ethiopia bisa disaksikan pada malam hari. Bayangkan sedikitnya 30 hyena berkeliaran seperti petugas patroli di jalan sekitar tempat tinggal Anda. Begitu lah kondisinya setiap malam di Harar.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/JupA6-29Kf0&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Sumber: Youtube/The Yak Collective
Abbas Yusuf dan sepupunya, Mulugeta Wolde-Mariam, setiap malam akan keluar dengan sekantong daging mentah. Kemudian membagi-bagikan makanan sisa itu kepada para hyena. Kegiatan ini sudah berlangsung turun temurun, sejak dirintis ayah Yusuf lebih dari 60 tahun yang lalu.
&amp;ldquo;Sewaktu saya muda, biasanya paman yang memberi makan mereka. Dia memperlakukan mereka seperti anak sendiri,&amp;rdquo; tutur Mariam, seperti disitat dari Youtube, Minggu (23/7/2017).
&amp;lt;iframe width=&quot;588&quot; height=&quot;422&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/vyv9xTp0pl0&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Sumber: Youtube/BBC
Setelah pamannya wafat, Mariam dan Yusuf melanjutkan kebiasaan itu. Dia sudah melakukannya selama kurang lebih 30 tahun. Sekarang pekerjaan tersebut sudah menjadi daya tarik wisata di Ethiopia. Orang-orang datang dari penjuru dunia untuk menonton mereka memberi makan kawanan hyena dengan tangan kosong.
&amp;ldquo;Orang-orang di Harar senang bisa berteman dengan hyena, memberi makan mereka, dan hidup damai dengan kawanan ini,&amp;rdquo; terangnya.
Pemandu wisata di Harar, Hailu Gashaw menjelaskan, keberadaan hyena sendiri sudah terbilang cukup lama di negara Afrika Timur tersebut, yakni sejak 1550-an. Ketika Emir ke-42 Harar, Nur ibnu Mujahid membangun tembok kota. Dinding yang dibangun rendah membuktikan, kalau orang Harar menginginkan hyena-hyena itu datang ke kota mereka.
Satu-satunya masalah yang sering dihadapi pada masa itu, kawanan hyena yang lapar terkadang menyerang penduduk setempat dan memakan hewan ternak. Penduduk merasa takut dan tidak nyaman. Semua berubah ketika manusia mulai mendekati mereka dan menjalin persahabatan.</content:encoded></item></channel></rss>
