<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mantap! Pembelian 11 Jet Tempur Rusia Sukhoi SU-35 Masuki Finalisasi</title><description>&quot;&amp;lrm;Ya tadi pembelian Sukhoi finalisasi sudah,&quot;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/26/337/1744568/mantap-pembelian-11-jet-tempur-rusia-sukhoi-su-35-masuki-finalisasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/07/26/337/1744568/mantap-pembelian-11-jet-tempur-rusia-sukhoi-su-35-masuki-finalisasi"/><item><title>Mantap! Pembelian 11 Jet Tempur Rusia Sukhoi SU-35 Masuki Finalisasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/26/337/1744568/mantap-pembelian-11-jet-tempur-rusia-sukhoi-su-35-masuki-finalisasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/07/26/337/1744568/mantap-pembelian-11-jet-tempur-rusia-sukhoi-su-35-masuki-finalisasi</guid><pubDate>Rabu 26 Juli 2017 21:20 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/26/337/1744568/mantap-pembelian-11-jet-tempur-rusia-sukhoi-su-35-masuki-finalisasi-FAtuClO1Yp.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/26/337/1744568/mantap-pembelian-11-jet-tempur-rusia-sukhoi-su-35-masuki-finalisasi-FAtuClO1Yp.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyebut negosiasi pembelian &amp;lrm;pesawat Sukhoi SU-35 telah memasuki tahap final. Adapun pemerintah telah melakukan lobi selama dua tahun untuk pembelian pesawat produksi Rusia itu.

&quot;&amp;lrm;Ya tadi pembelian Sukhoi finalisasi sudah. Sudah itu akan membeli drone, selain itu masalah regulasi siber,&quot; kata &amp;lrm;Ryamizard usia&amp;nbsp;menggelar Ratas bersama Presiden Jokowi dengan topik 'Kebijakan Pengadaan Alutsista' di Kantor Kepresidenan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (26/7/2017).

Pemerintah akan memboyong 11 pesawat Sukhoi-35 dari sebelumnya hanya ingin membeli seba&amp;lrm;nyak delapan unit. Selain itu, TNI juga akan memiliki drone guna memantau setiap jengkal wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

&quot;(Drone) lagi cari yang bagus, yang lebih murah, beli aja sedikit nanti dikembangkan. Besok saya akan minta pabrik drone datang , uji coba mana yang bagus,&quot; terangnya.

Menurut mantan KSAD itu, pembelian drone dilakukan untuk melakukan efisiensi Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (ABPN) dalam memenuhi kebutuhan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) yang ada di tiga matra TNI tersebut.

&quot;Kita butuh banyak (drone). Karena kita negara kepulauan. Ini lebih murah dibandingkan pesawat,&quot; pungkasnya. (sym)</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyebut negosiasi pembelian &amp;lrm;pesawat Sukhoi SU-35 telah memasuki tahap final. Adapun pemerintah telah melakukan lobi selama dua tahun untuk pembelian pesawat produksi Rusia itu.

&quot;&amp;lrm;Ya tadi pembelian Sukhoi finalisasi sudah. Sudah itu akan membeli drone, selain itu masalah regulasi siber,&quot; kata &amp;lrm;Ryamizard usia&amp;nbsp;menggelar Ratas bersama Presiden Jokowi dengan topik 'Kebijakan Pengadaan Alutsista' di Kantor Kepresidenan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (26/7/2017).

Pemerintah akan memboyong 11 pesawat Sukhoi-35 dari sebelumnya hanya ingin membeli seba&amp;lrm;nyak delapan unit. Selain itu, TNI juga akan memiliki drone guna memantau setiap jengkal wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

&quot;(Drone) lagi cari yang bagus, yang lebih murah, beli aja sedikit nanti dikembangkan. Besok saya akan minta pabrik drone datang , uji coba mana yang bagus,&quot; terangnya.

Menurut mantan KSAD itu, pembelian drone dilakukan untuk melakukan efisiensi Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (ABPN) dalam memenuhi kebutuhan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) yang ada di tiga matra TNI tersebut.

&quot;Kita butuh banyak (drone). Karena kita negara kepulauan. Ini lebih murah dibandingkan pesawat,&quot; pungkasnya. (sym)</content:encoded></item></channel></rss>
