<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OKEZONE STORY: Terungkap! Ratu Victoria Lakukan Ini kepada Pria India yang Jadi Pembantunya</title><description>Pada artikel ini Okezone akan mengulas mengenai kisah pembantu pribadi kesayangan Ratu Victoria.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/27/18/1744357/okezone-story-terungkap-ratu-victoria-lakukan-ini-kepada-pria-india-yang-jadi-pembantunya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/07/27/18/1744357/okezone-story-terungkap-ratu-victoria-lakukan-ini-kepada-pria-india-yang-jadi-pembantunya"/><item><title>OKEZONE STORY: Terungkap! Ratu Victoria Lakukan Ini kepada Pria India yang Jadi Pembantunya</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/27/18/1744357/okezone-story-terungkap-ratu-victoria-lakukan-ini-kepada-pria-india-yang-jadi-pembantunya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/07/27/18/1744357/okezone-story-terungkap-ratu-victoria-lakukan-ini-kepada-pria-india-yang-jadi-pembantunya</guid><pubDate>Kamis 27 Juli 2017 08:05 WIB</pubDate><dc:creator>Emirald Julio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/26/18/1744357/okezone-story-terungkap-ratu-victoria-lakukan-ini-kepada-pria-india-yang-jadi-pembantunya-LsHwhRcPHW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Ratu Victoria dan pembantu kesayangannya, Abdul Karim (Foto: Messynessychic.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/26/18/1744357/okezone-story-terungkap-ratu-victoria-lakukan-ini-kepada-pria-india-yang-jadi-pembantunya-LsHwhRcPHW.jpg</image><title>Foto Ratu Victoria dan pembantu kesayangannya, Abdul Karim (Foto: Messynessychic.com)</title></images><description>BILA membahas kerajaan, maka sosok yang jarang mendapatkan sorotan adalah para pembantunya. Meski jumlahnya amat banyak, kehadiran mereka sering kali terlupakan. Namun ada satu pembantu di Kerajaan Inggris yang hingga saat ini dikenang sebagai kesayangan dari Ratu Victoria, ia bernama Abdul Karim.
Sebagaimana dikutip dari The Vintage News, Kamis (27/7/2017) perjalanan Mohammed Abdul Karim untuk mencapai Inggris melibatkan perjalanan dari Kota Agra ke Bombay dengan menggunakan kereta api. Kemudian dari sana ia harus menaiki kapal uap yang akan membawanya ke Kepulauan Inggris.
Ia tiba di Istana Windsor pada Juni 1887 untuk memperkenalkan dan menjadi perwakilan India untuk Kerajaan Inggris. Mendengar penjelasan dari Karim, Ratu Victoria pun terkesan dan memutuskan untuk menjadikan pria India itu sebagai pembantu pribadinya.
Di masa awal bertugas sebagai pembantu pribadi Ratu Victoria, Karim bertanggung jawab untuk menyediakan sarapan sang ratu. Sebulan kemudian, dari penjelasan di buku hariannya, Ratu Victoria mulai belajar bahasa India agar bisa berkomunikasi lebih baik dengan para pembantunya.
Ternyata pelajaran bahasa tersebut membuat Ratu Victoria semakin tertarik dengan warga India serta bahasanya. Demi semakin meluaskan pengetahuannya, pada akhir Agustus 1887, Ratu Victoria meminta Karim mengajarkannya bahasa Urdu. Dari sanalah nama &amp;ldquo;Munshi&amp;rdquo; (guru/juru surat) melekat pada Karim.
Seiring berjalannya waktu, Karim mulai mengemban tanggung jawab yang lebih besar. Ia diangkat menjadi bagian dari petugas urusan Rumah Tangga Kerajaan serta bertanggung jawab memimpin para pembantu India lainnya di Kerajaan Inggris.
Ratu Victoria tidak malu untuk memuji Karim karena ia dianggap sebagai pria baik, loyal dan pintar. Sang ratu juga mulai membantu Karim terkait masalah pribadinya, seperti ketika Ratu Victoria mengulurkan tangannya agar ayah Karim dapat menerima uang pensiun.Ketika Karim membawa istri dan mertuanya ke Inggris, Ratu Victoria  secara pribadi menemui mereka bahkan memperkenalkan mereka dengan  bangsawan lainnya. Lambat laun kedekatan ini memicu pergunjingan di  kalangan petugas Rumah Tangga Kerajaan.
Hal ini sempat memicu kegeraman Ratu Victoria khususnya pada acara  hiburan yang diadakan Pangeran Wales, Albert Edward, di rumahnya. Pada  saat itu Karim ditempatkan bersama para pembantu lainnya dengan alasan  orang India berkulit hitam hanya berhak menerima status paling rendah.
Karim pun memutuskan untuk segera meninggalkan acara hiburan tersebut  dan membuat Ratu Victoria marah. Ia menegaskan bahwa Munshi-nya harus  diperlakukan dengan rasa hormat oleh semua orang.
Permasalahan sempat muncul pada Juni 1889, ketika adik ipar Karim  yang diundang untuk tinggal di Istana Windsor ketahuan menjual bros  milik Ratu Victoria. Namun sebelum dijatuhi hukuman, Karim menjelaskan  bahwa adik iparnya itu menemukan bros tersebut dan sesuai kebiasaan di  India bagi siapa saja yang menemukan harta benda maka si penemu berhak  memilikinya. Mendengar penjelasan itu, Ratu Victoria pun mengerti.
Hubungan keduanya sangat dekat sehingga banyak orang di Kerajaan  Inggris yang menilainya sudah bukan seperti majikan dan pembantu. Namun  Ratu Victoria tidak pernah mengindahkan penilaian orang lain. Bahkan  ketika Karim menjalani operasi, Ratu Victoria selalu mengunjunginya dua  kali dalam sehari.
Ketika Ratu Victoria wafat pada 1901, Raja Edward VII memerintahkan  Karim untuk kembali ke India. Hingga akhir hayatnya, Karim pun tinggal  di rumah yang dulu diberikan oleh Ratu Victoria di Kota Agra.</description><content:encoded>BILA membahas kerajaan, maka sosok yang jarang mendapatkan sorotan adalah para pembantunya. Meski jumlahnya amat banyak, kehadiran mereka sering kali terlupakan. Namun ada satu pembantu di Kerajaan Inggris yang hingga saat ini dikenang sebagai kesayangan dari Ratu Victoria, ia bernama Abdul Karim.
Sebagaimana dikutip dari The Vintage News, Kamis (27/7/2017) perjalanan Mohammed Abdul Karim untuk mencapai Inggris melibatkan perjalanan dari Kota Agra ke Bombay dengan menggunakan kereta api. Kemudian dari sana ia harus menaiki kapal uap yang akan membawanya ke Kepulauan Inggris.
Ia tiba di Istana Windsor pada Juni 1887 untuk memperkenalkan dan menjadi perwakilan India untuk Kerajaan Inggris. Mendengar penjelasan dari Karim, Ratu Victoria pun terkesan dan memutuskan untuk menjadikan pria India itu sebagai pembantu pribadinya.
Di masa awal bertugas sebagai pembantu pribadi Ratu Victoria, Karim bertanggung jawab untuk menyediakan sarapan sang ratu. Sebulan kemudian, dari penjelasan di buku hariannya, Ratu Victoria mulai belajar bahasa India agar bisa berkomunikasi lebih baik dengan para pembantunya.
Ternyata pelajaran bahasa tersebut membuat Ratu Victoria semakin tertarik dengan warga India serta bahasanya. Demi semakin meluaskan pengetahuannya, pada akhir Agustus 1887, Ratu Victoria meminta Karim mengajarkannya bahasa Urdu. Dari sanalah nama &amp;ldquo;Munshi&amp;rdquo; (guru/juru surat) melekat pada Karim.
Seiring berjalannya waktu, Karim mulai mengemban tanggung jawab yang lebih besar. Ia diangkat menjadi bagian dari petugas urusan Rumah Tangga Kerajaan serta bertanggung jawab memimpin para pembantu India lainnya di Kerajaan Inggris.
Ratu Victoria tidak malu untuk memuji Karim karena ia dianggap sebagai pria baik, loyal dan pintar. Sang ratu juga mulai membantu Karim terkait masalah pribadinya, seperti ketika Ratu Victoria mengulurkan tangannya agar ayah Karim dapat menerima uang pensiun.Ketika Karim membawa istri dan mertuanya ke Inggris, Ratu Victoria  secara pribadi menemui mereka bahkan memperkenalkan mereka dengan  bangsawan lainnya. Lambat laun kedekatan ini memicu pergunjingan di  kalangan petugas Rumah Tangga Kerajaan.
Hal ini sempat memicu kegeraman Ratu Victoria khususnya pada acara  hiburan yang diadakan Pangeran Wales, Albert Edward, di rumahnya. Pada  saat itu Karim ditempatkan bersama para pembantu lainnya dengan alasan  orang India berkulit hitam hanya berhak menerima status paling rendah.
Karim pun memutuskan untuk segera meninggalkan acara hiburan tersebut  dan membuat Ratu Victoria marah. Ia menegaskan bahwa Munshi-nya harus  diperlakukan dengan rasa hormat oleh semua orang.
Permasalahan sempat muncul pada Juni 1889, ketika adik ipar Karim  yang diundang untuk tinggal di Istana Windsor ketahuan menjual bros  milik Ratu Victoria. Namun sebelum dijatuhi hukuman, Karim menjelaskan  bahwa adik iparnya itu menemukan bros tersebut dan sesuai kebiasaan di  India bagi siapa saja yang menemukan harta benda maka si penemu berhak  memilikinya. Mendengar penjelasan itu, Ratu Victoria pun mengerti.
Hubungan keduanya sangat dekat sehingga banyak orang di Kerajaan  Inggris yang menilainya sudah bukan seperti majikan dan pembantu. Namun  Ratu Victoria tidak pernah mengindahkan penilaian orang lain. Bahkan  ketika Karim menjalani operasi, Ratu Victoria selalu mengunjunginya dua  kali dalam sehari.
Ketika Ratu Victoria wafat pada 1901, Raja Edward VII memerintahkan  Karim untuk kembali ke India. Hingga akhir hayatnya, Karim pun tinggal  di rumah yang dulu diberikan oleh Ratu Victoria di Kota Agra.</content:encoded></item></channel></rss>
