<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tangkap WNA Penipu Siber di 3 Kota, Polri Dalami Adanya Keterkaitan Jaringan</title><description>Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan bahwa penggerebekan dan  penangkapan WNA China itu tengah didalami dan dikembangkan oleh pihak  kepolisian.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/30/337/1746533/tangkap-wna-penipu-siber-di-3-kota-polri-dalami-adanya-keterkaitan-jaringan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/07/30/337/1746533/tangkap-wna-penipu-siber-di-3-kota-polri-dalami-adanya-keterkaitan-jaringan"/><item><title>Tangkap WNA Penipu Siber di 3 Kota, Polri Dalami Adanya Keterkaitan Jaringan</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/07/30/337/1746533/tangkap-wna-penipu-siber-di-3-kota-polri-dalami-adanya-keterkaitan-jaringan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/07/30/337/1746533/tangkap-wna-penipu-siber-di-3-kota-polri-dalami-adanya-keterkaitan-jaringan</guid><pubDate>Minggu 30 Juli 2017 12:56 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/30/337/1746533/tangkap-wna-penipu-siber-di-3-kota-polri-dalami-adanya-keterkaitan-jaringan-KyvJIbOt6F.jpg" expression="full" type="image/jpeg">WNA Penipu Siber di Surabaya yang ditangkap oleh pihak kepolisian (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/30/337/1746533/tangkap-wna-penipu-siber-di-3-kota-polri-dalami-adanya-keterkaitan-jaringan-KyvJIbOt6F.jpg</image><title>WNA Penipu Siber di Surabaya yang ditangkap oleh pihak kepolisian (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Anggota kepolisian berhasil mengamankan puluhan Warga Negara Asing (WNA) asal China dari tiga kota yang berbeda yakni, Bali, Surabaya dan Jakarta. Puluhan WNA China tersebut diduga merupakan sindikat kejahatan siber lintas negara yang melakukan operasinya di Indonesia.
Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan bahwa penggerebekan dan penangkapan WNA China itu tengah didalami dan dikembangkan oleh pihak kepolisian. Diduga ketiga WNA itu telah melakukan penipuan kepada warga Indonesia dan China.
&quot;Jadi kami masih mendalami pengerebekan WNA China di tiga kota tersebut apakah satu jaringan apa tidak, karena masih belum selesai penyidikan,&quot; ujar Syafruddin, Jakarta, Minggu (30/7/2017).
(Baca juga: Pagi Ini, Nasib 29 Pelaku Kejahatan Siber Asal China di Pondok Indah Ditentukan)
Ia menjelaskan, kasus yang sudah sejak tahun lalu itu memang tengah diintensifkan oleh Polri. Pasalnya, banyak korban dari warga Indonesia dan China yang mengalami kerugian cukup besar.
&quot;Para pelaku masuk ke Indonesia memakai paspor seperti warga negara Indonesia yang kerja di luar, yang ilegal juga masuk pakai paspor dikoordinir oleh brokernya, nah dia jadi enggak bawa paspor,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota kepolisian berhasil mengamankan puluhan Warga Negara Asing (WNA) asal China dari tiga kota yang berbeda yakni, Bali, Surabaya dan Jakarta. Puluhan WNA China tersebut diduga merupakan sindikat kejahatan siber lintas negara yang melakukan operasinya di Indonesia.
Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan bahwa penggerebekan dan penangkapan WNA China itu tengah didalami dan dikembangkan oleh pihak kepolisian. Diduga ketiga WNA itu telah melakukan penipuan kepada warga Indonesia dan China.
&quot;Jadi kami masih mendalami pengerebekan WNA China di tiga kota tersebut apakah satu jaringan apa tidak, karena masih belum selesai penyidikan,&quot; ujar Syafruddin, Jakarta, Minggu (30/7/2017).
(Baca juga: Pagi Ini, Nasib 29 Pelaku Kejahatan Siber Asal China di Pondok Indah Ditentukan)
Ia menjelaskan, kasus yang sudah sejak tahun lalu itu memang tengah diintensifkan oleh Polri. Pasalnya, banyak korban dari warga Indonesia dan China yang mengalami kerugian cukup besar.
&quot;Para pelaku masuk ke Indonesia memakai paspor seperti warga negara Indonesia yang kerja di luar, yang ilegal juga masuk pakai paspor dikoordinir oleh brokernya, nah dia jadi enggak bawa paspor,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
