<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Orang Tua Ini Disangka Gelandangan, saat Tahu Identitas Sebenarnya, Pria Ini Langsung Mencium Tangan</title><description>Seorang mahasiswa bernama Amir Zuhair membagikan kisahnya di Facebook dan menyentuh hati banyak orang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/01/18/1747597/orang-tua-ini-disangka-gelandangan-saat-tahu-identitas-sebenarnya-pria-ini-langsung-mencium-tangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/08/01/18/1747597/orang-tua-ini-disangka-gelandangan-saat-tahu-identitas-sebenarnya-pria-ini-langsung-mencium-tangan"/><item><title>Orang Tua Ini Disangka Gelandangan, saat Tahu Identitas Sebenarnya, Pria Ini Langsung Mencium Tangan</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/01/18/1747597/orang-tua-ini-disangka-gelandangan-saat-tahu-identitas-sebenarnya-pria-ini-langsung-mencium-tangan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/08/01/18/1747597/orang-tua-ini-disangka-gelandangan-saat-tahu-identitas-sebenarnya-pria-ini-langsung-mencium-tangan</guid><pubDate>Selasa 01 Agustus 2017 11:57 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/01/18/1747597/orang-tua-ini-disangka-gelandangan-saat-tahu-identitas-sebenarnya-pria-ini-langsung-mencium-tangan-ripRRPATYB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Diambil dari Facebook)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/01/18/1747597/orang-tua-ini-disangka-gelandangan-saat-tahu-identitas-sebenarnya-pria-ini-langsung-mencium-tangan-ripRRPATYB.jpg</image><title>(Foto: Diambil dari Facebook)</title></images><description>MALAYSIA - Pepatah 'jangan menilai buku dari sampulnya' memang benar adanya. Terkadang seseorang yang terlihat negatif menyimpan kebaikan-kebaikan yang tak banyak orang yang tahu. Termasuk dalam urusan penampilan, belum tentu yang lusuh itu adalah gelandangan atau pengemis.Kisah ini terjadi di Malaysia. Seorang mahasiswa bernama Amir Zuhair membagikan kisahnya di Facebook dan menyentuh hati banyak orang.Amir bercerita, saat di Stasiun Kereta Api Tanah Melayu (KTM), Kuala Lumpur, dirinya melihat seorang pria tua dengan pakaian lusuh, berjambang, kancing baju terbuka di dada dan menggunakan alas kaki seadanya. Amir menduga pria berkulit hitam itu adalah seorang gelandangan.
(Baca juga: Pria Ini Rahasiakan Pekerjaan agar Anaknya Tak Menanggung Malu, saat Terbongkar...)Dugaan Amir meleset ketika pria tersebut menghampiri dan menegurnya. Pria itupun berbicara dengan bahasa Inggris yang fasih. Setelah diperhatikan, tahulah Amir bahwa pria tersebut adalah Doktor Saiful Ad-Daulah, Dosen I'jazul Quraan Fakultas Quraan dan Sunnah Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).Tahu pria yang disangkanya gelandangan itu adalah seorang cendekiawan muslim, Amir langsung mencium tangannya.&quot;Saya mencium tangan beliau di depan publik sehingga semua terasa terkejut. Ya, ini karena mereka semua menganggap dia seorang pria India yang gila. Padahal di dalam dadanya penuh ilmu Usul Quraan dan hadis. Tanya saja makna pada kata-kata hadis, beliau akan menjelaskan dengan penuh detail,&quot; kata Amir setelah diterjemahkan dari Bahasa Melayu, seperti dikutip Okezone, Selasa (1/8/2017).
(Baca juga: Kisah Ibu Tiga Anak Berjualan Nasi Lemak di Pinggir Jalan Ini Viral, Netizen Sampai Mengantre!)Saat ditanya alasannya berpenampilan seperti gelandangan, Doktor Saiful menjawab bahwa dirinya hanya berpakaian bagus di hadapan mahasiswanya di universitas.&quot;Di luar universitas, saya hanyalah manusia biasa,&quot; kata Doktor Saiful seperti ditulis Amir.Saat itu menurut Amir, banyak orang yang memandang Doktor Saiful. Mereka  tentu mengira pria yang diajaknya berbicara tersebut adalah gelandangan  dari India.
Amir melanjutkan, &quot;Dia sempat menjelaskan kepada  saya beberapa hadis dan kisah sahabat dengan penuh ilmu sambil saya  membiarkan kereta saya berlalu begitu saja karena saya takut saya tidak  memiliki kesempatan emas bersama dengan beliau di masa akan datang.
Dia tidak memandang ke arah perempuan, bahkan jalannya selalu menunduk.Jika  siswa yang rajin ke Surau Anggerik, beliau adalah jemaah harian di  situ. &quot;Saya tidak pernah naik kendaraan ke surau, bahkan saya ingin  selalu berjamaah di sana tapi apa daya Dzuhur dan Ashar memaksa saya  berjemaah di surau fakultas,&quot; katanya. MasyaAllah, tidak tinggal solat  jemaah.
Dia mengatakan masa kerjanya dengan USIM sudah tamat dan  akan pulang ke khartoum - Sudan, setelah mengambil bagasi di Port Klang.
Hilangnya  seorang alim mutiara ilmu di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).&quot;  tulis Amir setelah diartikan ke Bahasa Indonesia,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>MALAYSIA - Pepatah 'jangan menilai buku dari sampulnya' memang benar adanya. Terkadang seseorang yang terlihat negatif menyimpan kebaikan-kebaikan yang tak banyak orang yang tahu. Termasuk dalam urusan penampilan, belum tentu yang lusuh itu adalah gelandangan atau pengemis.Kisah ini terjadi di Malaysia. Seorang mahasiswa bernama Amir Zuhair membagikan kisahnya di Facebook dan menyentuh hati banyak orang.Amir bercerita, saat di Stasiun Kereta Api Tanah Melayu (KTM), Kuala Lumpur, dirinya melihat seorang pria tua dengan pakaian lusuh, berjambang, kancing baju terbuka di dada dan menggunakan alas kaki seadanya. Amir menduga pria berkulit hitam itu adalah seorang gelandangan.
(Baca juga: Pria Ini Rahasiakan Pekerjaan agar Anaknya Tak Menanggung Malu, saat Terbongkar...)Dugaan Amir meleset ketika pria tersebut menghampiri dan menegurnya. Pria itupun berbicara dengan bahasa Inggris yang fasih. Setelah diperhatikan, tahulah Amir bahwa pria tersebut adalah Doktor Saiful Ad-Daulah, Dosen I'jazul Quraan Fakultas Quraan dan Sunnah Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).Tahu pria yang disangkanya gelandangan itu adalah seorang cendekiawan muslim, Amir langsung mencium tangannya.&quot;Saya mencium tangan beliau di depan publik sehingga semua terasa terkejut. Ya, ini karena mereka semua menganggap dia seorang pria India yang gila. Padahal di dalam dadanya penuh ilmu Usul Quraan dan hadis. Tanya saja makna pada kata-kata hadis, beliau akan menjelaskan dengan penuh detail,&quot; kata Amir setelah diterjemahkan dari Bahasa Melayu, seperti dikutip Okezone, Selasa (1/8/2017).
(Baca juga: Kisah Ibu Tiga Anak Berjualan Nasi Lemak di Pinggir Jalan Ini Viral, Netizen Sampai Mengantre!)Saat ditanya alasannya berpenampilan seperti gelandangan, Doktor Saiful menjawab bahwa dirinya hanya berpakaian bagus di hadapan mahasiswanya di universitas.&quot;Di luar universitas, saya hanyalah manusia biasa,&quot; kata Doktor Saiful seperti ditulis Amir.Saat itu menurut Amir, banyak orang yang memandang Doktor Saiful. Mereka  tentu mengira pria yang diajaknya berbicara tersebut adalah gelandangan  dari India.
Amir melanjutkan, &quot;Dia sempat menjelaskan kepada  saya beberapa hadis dan kisah sahabat dengan penuh ilmu sambil saya  membiarkan kereta saya berlalu begitu saja karena saya takut saya tidak  memiliki kesempatan emas bersama dengan beliau di masa akan datang.
Dia tidak memandang ke arah perempuan, bahkan jalannya selalu menunduk.Jika  siswa yang rajin ke Surau Anggerik, beliau adalah jemaah harian di  situ. &quot;Saya tidak pernah naik kendaraan ke surau, bahkan saya ingin  selalu berjamaah di sana tapi apa daya Dzuhur dan Ashar memaksa saya  berjemaah di surau fakultas,&quot; katanya. MasyaAllah, tidak tinggal solat  jemaah.
Dia mengatakan masa kerjanya dengan USIM sudah tamat dan  akan pulang ke khartoum - Sudan, setelah mengambil bagasi di Port Klang.
Hilangnya  seorang alim mutiara ilmu di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).&quot;  tulis Amir setelah diartikan ke Bahasa Indonesia,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
