<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Astaga! Otoritas Keamanan Tangkap Pimpinan Oposisi di Venezuela</title><description>Otoritas keamanan Venezuela menangkap pimpinan oposisi yang kontra terhadap Presiden Nicolas Maduro.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/02/18/1748145/astaga-otoritas-keamanan-tangkap-pimpinan-oposisi-di-venezuela</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/08/02/18/1748145/astaga-otoritas-keamanan-tangkap-pimpinan-oposisi-di-venezuela"/><item><title>Astaga! Otoritas Keamanan Tangkap Pimpinan Oposisi di Venezuela</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/02/18/1748145/astaga-otoritas-keamanan-tangkap-pimpinan-oposisi-di-venezuela</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/08/02/18/1748145/astaga-otoritas-keamanan-tangkap-pimpinan-oposisi-di-venezuela</guid><pubDate>Rabu 02 Agustus 2017 03:09 WIB</pubDate><dc:creator>Emirald Julio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/02/18/1748145/astaga-otoritas-keamanan-tangkap-pimpinan-oposisi-di-venezuela-yFzJhU4IMQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Antonio Ledezme dan Leopoldo Lopez (Foto: tn.com.ar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/02/18/1748145/astaga-otoritas-keamanan-tangkap-pimpinan-oposisi-di-venezuela-yFzJhU4IMQ.jpg</image><title>Foto Antonio Ledezme dan Leopoldo Lopez (Foto: tn.com.ar)</title></images><description>CARACAS &amp;ndash; Anggota keamanan Venezuela dilaporkan menangkap para pimpinan oposisi, Leopoldo Lopez dan Antonio Ledezme, dari rumah mereka pada penggerebekan yang dilakukan pada malam hari. Penangkapan ini disinyalir merupakan langkah Presiden Nicolas Maduro untuk &amp;ldquo;membabat&amp;rdquo; pihak-pihak yang mengkritik rezim pemerintahannya.
Sebagaimana dikutip dari Reuters, Rabu (2/8/2017) Mahkamah Agung mengklaim bahwa penangkapan tersebut dilakukan karena ada kabar keduanya berniat kabur. Namun pihak oposisi menyebut penangkapan itu sebagai tindakan pembungkaman yang Maduro inginkan demi berakhirnya demonstrasi besar-besaran di Venezuela yang sudah berjalan selama empat bulan.
BACA JUGA: Wah! AS Jatuhkan Sanksi ke Venezuela, Kenapa Ya?
BACA JUGA: Kubu Presiden Menang&amp;nbsp;Voting&amp;nbsp;untuk Ganti Konstitusi, Situasi di Vanezuela Makin Panas
Anggota Parlemen Venezuela dari pihak oposisi, Yajaira Forero, mengatakan ini merupakan serangan dari kediktatoran Maduro. Penangkapan para pimpinan oposisi ini hanya berselang sehari setelah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada Venezuela akibat pembentukan Majelis Pembuat Undang-Undang yang dirancang untuk menggantikan Majelis Nasional.
Langkah ini dipandang Negeri Paman Sam sebagai jalan Maduro untuk melemahkan hak rakyat Venezuela dalam menentukan nasibnya sendiri.
BACA JUGA: Kisruh Politik Venezuela, Indonesia Minta WNI Siap Pulang Kampung
BACA JUGA: Venezuela Memanas, AS Keluarkan&amp;nbsp;Travel Warning&amp;nbsp;dan Evakuasi Warganya
Lopez dan Ledezma sebenarnya tengah menjalani status sebagai tahanan rumah karena dituding memimpin demonstrasi melawan Maduro pada 2014 ketika ditangkap pada Selasa 1 Juli 2017. Keduanya kali ini dituduh merencanakan kudeta setelah mendesak diadakannya demonstrasi terhadap pemungutan suara yang diadakan pada pekan lalu.
Maduro menuding pihak oposisi ingin melengserkannya dan &amp;nbsp;Majelis Pembuat Undang-Undang sebenarnya dibuat untuk membawa perdamaian kembali ke Venezuela. Reuters mewartakan, Majelis Pembuat Undang-Undang memiliki kekuatan untuk menulis ulang konstitusi bahkan meniadakan sebuah institusi pemerintah, termasuk Kongres Venezuela yang dipimpin oleh pihak oposisi.</description><content:encoded>CARACAS &amp;ndash; Anggota keamanan Venezuela dilaporkan menangkap para pimpinan oposisi, Leopoldo Lopez dan Antonio Ledezme, dari rumah mereka pada penggerebekan yang dilakukan pada malam hari. Penangkapan ini disinyalir merupakan langkah Presiden Nicolas Maduro untuk &amp;ldquo;membabat&amp;rdquo; pihak-pihak yang mengkritik rezim pemerintahannya.
Sebagaimana dikutip dari Reuters, Rabu (2/8/2017) Mahkamah Agung mengklaim bahwa penangkapan tersebut dilakukan karena ada kabar keduanya berniat kabur. Namun pihak oposisi menyebut penangkapan itu sebagai tindakan pembungkaman yang Maduro inginkan demi berakhirnya demonstrasi besar-besaran di Venezuela yang sudah berjalan selama empat bulan.
BACA JUGA: Wah! AS Jatuhkan Sanksi ke Venezuela, Kenapa Ya?
BACA JUGA: Kubu Presiden Menang&amp;nbsp;Voting&amp;nbsp;untuk Ganti Konstitusi, Situasi di Vanezuela Makin Panas
Anggota Parlemen Venezuela dari pihak oposisi, Yajaira Forero, mengatakan ini merupakan serangan dari kediktatoran Maduro. Penangkapan para pimpinan oposisi ini hanya berselang sehari setelah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada Venezuela akibat pembentukan Majelis Pembuat Undang-Undang yang dirancang untuk menggantikan Majelis Nasional.
Langkah ini dipandang Negeri Paman Sam sebagai jalan Maduro untuk melemahkan hak rakyat Venezuela dalam menentukan nasibnya sendiri.
BACA JUGA: Kisruh Politik Venezuela, Indonesia Minta WNI Siap Pulang Kampung
BACA JUGA: Venezuela Memanas, AS Keluarkan&amp;nbsp;Travel Warning&amp;nbsp;dan Evakuasi Warganya
Lopez dan Ledezma sebenarnya tengah menjalani status sebagai tahanan rumah karena dituding memimpin demonstrasi melawan Maduro pada 2014 ketika ditangkap pada Selasa 1 Juli 2017. Keduanya kali ini dituduh merencanakan kudeta setelah mendesak diadakannya demonstrasi terhadap pemungutan suara yang diadakan pada pekan lalu.
Maduro menuding pihak oposisi ingin melengserkannya dan &amp;nbsp;Majelis Pembuat Undang-Undang sebenarnya dibuat untuk membawa perdamaian kembali ke Venezuela. Reuters mewartakan, Majelis Pembuat Undang-Undang memiliki kekuatan untuk menulis ulang konstitusi bahkan meniadakan sebuah institusi pemerintah, termasuk Kongres Venezuela yang dipimpin oleh pihak oposisi.</content:encoded></item></channel></rss>
