<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Krisis Venezuela, Donald Trump Desak Maduro Bebaskan Tahanan Politik</title><description>Donald Trump mendesak rekan sejawatnya di Venezuela, Nicolas Maduro,  untuk segera membebaskan tahanan politiknya tanpa syarat apa pun.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/02/18/1748273/krisis-venezuela-donald-trump-desak-maduro-bebaskan-tahanan-politik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/08/02/18/1748273/krisis-venezuela-donald-trump-desak-maduro-bebaskan-tahanan-politik"/><item><title>Krisis Venezuela, Donald Trump Desak Maduro Bebaskan Tahanan Politik</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/02/18/1748273/krisis-venezuela-donald-trump-desak-maduro-bebaskan-tahanan-politik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/08/02/18/1748273/krisis-venezuela-donald-trump-desak-maduro-bebaskan-tahanan-politik</guid><pubDate>Rabu 02 Agustus 2017 12:02 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/02/18/1748273/krisis-venezuela-donald-trump-desak-maduro-bebaskan-tahanan-politik-vEECStPYCF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden AS Donald Trump kecam langkah politik Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Foto: ABC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/02/18/1748273/krisis-venezuela-donald-trump-desak-maduro-bebaskan-tahanan-politik-vEECStPYCF.jpg</image><title>Presiden AS Donald Trump kecam langkah politik Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Foto: ABC)</title></images><description>WASHINGTON DC &amp;ndash; Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak rekan sejawatnya di Venezuela, Nicolas Maduro, untuk segera membebaskan tahanan politiknya tanpa syarat apa pun. Maduro diketahui telah memenjarakan dua pemimpin partai oposisi, Leopoldo Lopez dan Antonio Ledezma.
&amp;ldquo;Amerika Serikat berpendapat bahwa Maduro secara pribadi bertanggung jawab atas kesehatan dan keselamatan Tuan Lopez, Ledezma, dan tahanan politik lainnya. Kami ulangi seruan kami untuk pembebasan segera semua tahanan politik Venezuela,&amp;rdquo; tegas Trump, seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (2/8/2017).
Beberapa jam sebelum seruan Trump tersebut, Maduro menyatakan akan menindak semua lawan-lawan politiknya. Hal tersebut, menurut suami Melania Knauss itu sangat tidak bisa dibenarkan.
Pemerintahan Trump mengecam keras aksi Maduro. Bahkan dia menyebut Presiden Venezuela itu sebagai diktator.
Penangkapan terhadap mantan kandidat presiden Venezuela Leopoldo Lopez dan mantan wali kota Caracas, Antonio Ledezma, terjadi sehari setelah Negeri Paman Sam memutuskan untuk menjatuhkan sanksi kepada negara Amerika Latin itu. Sanksi itu disinyalir sebagai respons atas kemenangan Maduro dalam pemungutan suara untuk amandemen undang-undang dasar (UUD) Venezuela.
Lopez dan Ledezma ditangkap karena dipandang melanggar persyaratan tahanan rumah mereka. Mahkamah Agung Venezuela memutuskan keduanya layak dibui setelah badan intelijen nasional menemukan rencana pelarian diri mereka.Ledezma dipenjara tanpa sebab yang jelas pada 2015. Ia mendekam dalam  penjara selama empat bulan sebelum dipindahkan jadi tahanan rumah.  Sementara Lopez dibui karena berunjuk rasa menentang pemerintahan  Maduro. Ia dijatuhi hukuman satu dekade mendekam di balik jeruji besi.  Tiga tahun di penjara, dia kemudian ditempatkan jadi tahanan rumah.
Keduanya kembali ditahan setelah pada Minggu 30 Juli, Venezuela  menggelar pemilihan anggota majelis konstituante guna melanjutkan  amandemen UUD. Akan tetapi, hasil pemungutan suara tidak mendapatkan  pengakuan dari partai oposisi yang beranggapan bahwa seharusnya  pemilihan dilakukan melalui referendum.
Maduro Bangga Dapat Sanksi dari AS
Di sisi lain, Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyatakan, bangga  bisa menjadi salah satu negara yang mendapatkan sanksi dari Amerika  Serikat. Ia meyakinkan tidak akan mundur selangkah pun dalam misinya  menulis ulang kebijakan dalam konstitusi negaranya.
&amp;ldquo;Saya tidak takut pada kekuasaan AS, saya presiden yang independen di  negara yang merdeka. Mereka telah memberlakukan sanksi terhadap saya  karena melangsungkan pemilu bebas memilih Majelis Konstituante Nasional.  Saya membanggakan sanksi ini,&amp;rdquo;  ungkapnya dalam sebuah acara di Caracas  pada Senin 31 Juli 2017.
Senator AS Marco Rubio lebih lanjut telah memperingatkan Maduro bahwa  tindakannya yang mencederai demokrasi di Venezuela bisa berakibat  fatal. Kementerian Perbendaharaan AS juga mengancam akan membekukan  aset-aset Maduro di AS dan melarang warga negara AS untuk berurusan  dengan pemerintah Venezuela.</description><content:encoded>WASHINGTON DC &amp;ndash; Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak rekan sejawatnya di Venezuela, Nicolas Maduro, untuk segera membebaskan tahanan politiknya tanpa syarat apa pun. Maduro diketahui telah memenjarakan dua pemimpin partai oposisi, Leopoldo Lopez dan Antonio Ledezma.
&amp;ldquo;Amerika Serikat berpendapat bahwa Maduro secara pribadi bertanggung jawab atas kesehatan dan keselamatan Tuan Lopez, Ledezma, dan tahanan politik lainnya. Kami ulangi seruan kami untuk pembebasan segera semua tahanan politik Venezuela,&amp;rdquo; tegas Trump, seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (2/8/2017).
Beberapa jam sebelum seruan Trump tersebut, Maduro menyatakan akan menindak semua lawan-lawan politiknya. Hal tersebut, menurut suami Melania Knauss itu sangat tidak bisa dibenarkan.
Pemerintahan Trump mengecam keras aksi Maduro. Bahkan dia menyebut Presiden Venezuela itu sebagai diktator.
Penangkapan terhadap mantan kandidat presiden Venezuela Leopoldo Lopez dan mantan wali kota Caracas, Antonio Ledezma, terjadi sehari setelah Negeri Paman Sam memutuskan untuk menjatuhkan sanksi kepada negara Amerika Latin itu. Sanksi itu disinyalir sebagai respons atas kemenangan Maduro dalam pemungutan suara untuk amandemen undang-undang dasar (UUD) Venezuela.
Lopez dan Ledezma ditangkap karena dipandang melanggar persyaratan tahanan rumah mereka. Mahkamah Agung Venezuela memutuskan keduanya layak dibui setelah badan intelijen nasional menemukan rencana pelarian diri mereka.Ledezma dipenjara tanpa sebab yang jelas pada 2015. Ia mendekam dalam  penjara selama empat bulan sebelum dipindahkan jadi tahanan rumah.  Sementara Lopez dibui karena berunjuk rasa menentang pemerintahan  Maduro. Ia dijatuhi hukuman satu dekade mendekam di balik jeruji besi.  Tiga tahun di penjara, dia kemudian ditempatkan jadi tahanan rumah.
Keduanya kembali ditahan setelah pada Minggu 30 Juli, Venezuela  menggelar pemilihan anggota majelis konstituante guna melanjutkan  amandemen UUD. Akan tetapi, hasil pemungutan suara tidak mendapatkan  pengakuan dari partai oposisi yang beranggapan bahwa seharusnya  pemilihan dilakukan melalui referendum.
Maduro Bangga Dapat Sanksi dari AS
Di sisi lain, Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyatakan, bangga  bisa menjadi salah satu negara yang mendapatkan sanksi dari Amerika  Serikat. Ia meyakinkan tidak akan mundur selangkah pun dalam misinya  menulis ulang kebijakan dalam konstitusi negaranya.
&amp;ldquo;Saya tidak takut pada kekuasaan AS, saya presiden yang independen di  negara yang merdeka. Mereka telah memberlakukan sanksi terhadap saya  karena melangsungkan pemilu bebas memilih Majelis Konstituante Nasional.  Saya membanggakan sanksi ini,&amp;rdquo;  ungkapnya dalam sebuah acara di Caracas  pada Senin 31 Juli 2017.
Senator AS Marco Rubio lebih lanjut telah memperingatkan Maduro bahwa  tindakannya yang mencederai demokrasi di Venezuela bisa berakibat  fatal. Kementerian Perbendaharaan AS juga mengancam akan membekukan  aset-aset Maduro di AS dan melarang warga negara AS untuk berurusan  dengan pemerintah Venezuela.</content:encoded></item></channel></rss>
