<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>FOKUS: Bersyukur! Meraih Indonesia Sejahtera, Aman, dan Damai Melalui Zikir Kebangsaan</title><description>Pemerintah Selasa malam menggelar kegiatan Zikir Kebangsaan di Istana Merdeka sebagai ungkapan syukur 72 tahun merdeka.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/02/337/1748427/fokus-bersyukur-meraih-indonesia-sejahtera-aman-dan-damai-melalui-zikir-kebangsaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/08/02/337/1748427/fokus-bersyukur-meraih-indonesia-sejahtera-aman-dan-damai-melalui-zikir-kebangsaan"/><item><title>FOKUS: Bersyukur! Meraih Indonesia Sejahtera, Aman, dan Damai Melalui Zikir Kebangsaan</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/02/337/1748427/fokus-bersyukur-meraih-indonesia-sejahtera-aman-dan-damai-melalui-zikir-kebangsaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/08/02/337/1748427/fokus-bersyukur-meraih-indonesia-sejahtera-aman-dan-damai-melalui-zikir-kebangsaan</guid><pubDate>Rabu 02 Agustus 2017 14:38 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/02/337/1748427/fokus-bersyukur-meraih-indonesia-sejahtera-aman-dan-damai-melalui-zikir-kebangsaan-hnRCbaOsCY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi bersama alim ulama di acara Zikir Kebangsaan. (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/02/337/1748427/fokus-bersyukur-meraih-indonesia-sejahtera-aman-dan-damai-melalui-zikir-kebangsaan-hnRCbaOsCY.jpg</image><title>Presiden Jokowi bersama alim ulama di acara Zikir Kebangsaan. (Foto: Antara)</title></images><description>BANGSA Indonesia sesaat lagi memperingati 72 tahun kemerdekaan. Sejumlah rangkaian acara pun diselenggarakan pemerintah untuk menyemarakkannya. Namun, tak melulu semua tentang kegiatan yang bersifat gegap gempita. Gelaran religius yang penuh makna syukur juga dibuat oleh pemerintah guna meraih Indonesia yang sejahtera, aman, dan damai. Contohnya adalah acara Zikir Kebangsaan yang dilakukan di Istana Merdeka pada Selasa 1 Agustus 2017 malam.

Kegiatan Zikir Kebangsaan merupakan pembukaan dari rangkaian acara Bulan Kemerdekaan untuk memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia. Gelaran Bulan Kemerdekaan sendiri disebut bakal digelar selama satu bulan penuh, dan diisi acara-acara yang penuh makna.

Gelaran pada kemarin malam tersebut dihadiri sejumlah alim ulama penting Tanah Air, mulai santri dan kiai dari pelosok negeri hingga habaib dan tokoh daerah dari seluruh Indonesia. Terdapat juga tokoh-tokoh negara seperti menteri-menteri Kabinet Kerja dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma&amp;rsquo;ruf Amin.

(Baca: Zikir Kebangsaan di Istana, Presiden Jokowi Ajak Santri &amp;amp; Ulama Doakan Pejuang Bangsa)
 

Dalam Zikir Kebangsaan ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucap rasa syukur atas kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia hingga saat ini. Kemudian ia juga mengajak para hadirin yang mayoritas santri dan ulama se-Nusantara untuk terus mendoakan para pejuang bangsa yang telah gugur di medan pertempuran.

&quot;Kita memulai rangkaian hari peringatan kemerdekaan ke-72 Indonesia, dan kita memulainya dari istana dengan berzikir. Kita memulainya dengan tahlil, tahmid, takbir, dan kita memulainya dengan mengucap syukur serta memanjatkan doa kepada Allah Subhanahu wa Ta&amp;rsquo;ala,&quot; tutur Presiden Jokowi.

Kepala Negara juga mendoakan agar para ulama dan ribuan santri yang datang dari berbagai daerah dilimpahkan amal saleh oleh Tuhan Yang Maha Esa. Selanjutnya, Presiden Jokowi &amp;lrm;mengajak para ulama serta santri yang hadir di acara Zikir Kebangsaan untuk mendoakan seluruh para pejuang bangsa Indonesia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini kemudian turut meminta agar seluruh elemen bangsa menjadikan momentum 72 tahun kemerdekaan Indonesia sebagai bentuk komitmen untuk menjaga persatuan dan toleransi antar-anak bangsa.

&quot;&amp;lrm;Dengan menjaga persatuan dan toleransi serta kerja bersama dan beringian antara ulama dan umaroh, maka itu untuk kemajuan Indonesia karena persatuan dan kerukunan kerjasama ini merupakan keunggulan kita,&quot; tuturnya.

(Baca: Ketika Ribuan Tangan Mengetuk Pintu Langit di Acara Zikir Kebangsaan Istana)
 

Sementara Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin mengatakan, kegiatan keagamaan Zikir Kebangsaan yang baru pertama kali digelar di Istana Merdeka ini mengajak seluruh umat Islam mensyukuri nikmat kemerdekaan yang telah diberikan Allah Subhanahu wa Ta&amp;rsquo;ala. &quot;&amp;lrm;Ini dimaksudkan untuk mensyukuri berbagai nikmat Allah yang diberikan kepada kita. Mari kita bersyukur karena Allah telah memberikan kita nikmat kemerdekaan, nikmat karena bangsa Indonesia mempunyai dasar negara yang dapat mempersatukan seluruh elemen bangsa yaitu Pancasila,&quot; jelasnya.

KH Ma'ruf juga mengajak seluruh elemen bangsa selalu &amp;lrm;bersyukur karena telah diberi Tanah Air melalui Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang subur dan makmur. &quot;&amp;lrm;Malam ini juga kita jadikan untuk memohon inayah dari Allah Subhanahu wa Ta&amp;rsquo;ala. Artinya, pertolongan dari Allah dalam menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam negeri maupun global yang memengaruhi berbagai negara di dunia ini,&quot; terang KH Ma'ruf Amin.

&amp;lrm;Indonesia, sambung dia, sangat membutuhkan berkah dan rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa. Menurut KH Ma&amp;rsquo;ruf Amin, berkah tersebut telah membawa Indonesia dari belenggu penjajahan. &quot;Karena itu para pendiri bangsa mengatakan dalam pembukaan UUD 1945 bahwa kemerdekaan ini adalah atas berkat rahmat Allah Subhanahu wa Ta&amp;rsquo;ala. Karena itu, hari ini kita sangat memerlukan berkat dan rahmat Allah itu,&quot; ungkapnya.

KH Ma'ruf Amin juga mengajak ribuan santri dan ulama yang hadir dalam acara Zikir Kebangsaan itu untuk mengetuk pintu langit dengan memintah rahmat dan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa. Ia berharap dengan acara Zikir Kebangsaan ini mampu membawa Indonesia menjadi negara yang sejahtera, aman, dan damai. &quot;&amp;lrm;Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabulkan apa yang kita inginkan,&quot; tukasnya.

&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wOC8wMi8xLzEwMDcwMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</description><content:encoded>BANGSA Indonesia sesaat lagi memperingati 72 tahun kemerdekaan. Sejumlah rangkaian acara pun diselenggarakan pemerintah untuk menyemarakkannya. Namun, tak melulu semua tentang kegiatan yang bersifat gegap gempita. Gelaran religius yang penuh makna syukur juga dibuat oleh pemerintah guna meraih Indonesia yang sejahtera, aman, dan damai. Contohnya adalah acara Zikir Kebangsaan yang dilakukan di Istana Merdeka pada Selasa 1 Agustus 2017 malam.

Kegiatan Zikir Kebangsaan merupakan pembukaan dari rangkaian acara Bulan Kemerdekaan untuk memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia. Gelaran Bulan Kemerdekaan sendiri disebut bakal digelar selama satu bulan penuh, dan diisi acara-acara yang penuh makna.

Gelaran pada kemarin malam tersebut dihadiri sejumlah alim ulama penting Tanah Air, mulai santri dan kiai dari pelosok negeri hingga habaib dan tokoh daerah dari seluruh Indonesia. Terdapat juga tokoh-tokoh negara seperti menteri-menteri Kabinet Kerja dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma&amp;rsquo;ruf Amin.

(Baca: Zikir Kebangsaan di Istana, Presiden Jokowi Ajak Santri &amp;amp; Ulama Doakan Pejuang Bangsa)
 

Dalam Zikir Kebangsaan ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucap rasa syukur atas kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia hingga saat ini. Kemudian ia juga mengajak para hadirin yang mayoritas santri dan ulama se-Nusantara untuk terus mendoakan para pejuang bangsa yang telah gugur di medan pertempuran.

&quot;Kita memulai rangkaian hari peringatan kemerdekaan ke-72 Indonesia, dan kita memulainya dari istana dengan berzikir. Kita memulainya dengan tahlil, tahmid, takbir, dan kita memulainya dengan mengucap syukur serta memanjatkan doa kepada Allah Subhanahu wa Ta&amp;rsquo;ala,&quot; tutur Presiden Jokowi.

Kepala Negara juga mendoakan agar para ulama dan ribuan santri yang datang dari berbagai daerah dilimpahkan amal saleh oleh Tuhan Yang Maha Esa. Selanjutnya, Presiden Jokowi &amp;lrm;mengajak para ulama serta santri yang hadir di acara Zikir Kebangsaan untuk mendoakan seluruh para pejuang bangsa Indonesia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini kemudian turut meminta agar seluruh elemen bangsa menjadikan momentum 72 tahun kemerdekaan Indonesia sebagai bentuk komitmen untuk menjaga persatuan dan toleransi antar-anak bangsa.

&quot;&amp;lrm;Dengan menjaga persatuan dan toleransi serta kerja bersama dan beringian antara ulama dan umaroh, maka itu untuk kemajuan Indonesia karena persatuan dan kerukunan kerjasama ini merupakan keunggulan kita,&quot; tuturnya.

(Baca: Ketika Ribuan Tangan Mengetuk Pintu Langit di Acara Zikir Kebangsaan Istana)
 

Sementara Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin mengatakan, kegiatan keagamaan Zikir Kebangsaan yang baru pertama kali digelar di Istana Merdeka ini mengajak seluruh umat Islam mensyukuri nikmat kemerdekaan yang telah diberikan Allah Subhanahu wa Ta&amp;rsquo;ala. &quot;&amp;lrm;Ini dimaksudkan untuk mensyukuri berbagai nikmat Allah yang diberikan kepada kita. Mari kita bersyukur karena Allah telah memberikan kita nikmat kemerdekaan, nikmat karena bangsa Indonesia mempunyai dasar negara yang dapat mempersatukan seluruh elemen bangsa yaitu Pancasila,&quot; jelasnya.

KH Ma'ruf juga mengajak seluruh elemen bangsa selalu &amp;lrm;bersyukur karena telah diberi Tanah Air melalui Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang subur dan makmur. &quot;&amp;lrm;Malam ini juga kita jadikan untuk memohon inayah dari Allah Subhanahu wa Ta&amp;rsquo;ala. Artinya, pertolongan dari Allah dalam menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam negeri maupun global yang memengaruhi berbagai negara di dunia ini,&quot; terang KH Ma'ruf Amin.

&amp;lrm;Indonesia, sambung dia, sangat membutuhkan berkah dan rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa. Menurut KH Ma&amp;rsquo;ruf Amin, berkah tersebut telah membawa Indonesia dari belenggu penjajahan. &quot;Karena itu para pendiri bangsa mengatakan dalam pembukaan UUD 1945 bahwa kemerdekaan ini adalah atas berkat rahmat Allah Subhanahu wa Ta&amp;rsquo;ala. Karena itu, hari ini kita sangat memerlukan berkat dan rahmat Allah itu,&quot; ungkapnya.

KH Ma'ruf Amin juga mengajak ribuan santri dan ulama yang hadir dalam acara Zikir Kebangsaan itu untuk mengetuk pintu langit dengan memintah rahmat dan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa. Ia berharap dengan acara Zikir Kebangsaan ini mampu membawa Indonesia menjadi negara yang sejahtera, aman, dan damai. &quot;&amp;lrm;Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabulkan apa yang kita inginkan,&quot; tukasnya.

&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wOC8wMi8xLzEwMDcwMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
