<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wakil Ketua Komisi III DPR Minta Tak Ada Saling Fitnah Dalam Pengusutan Kasus Novel</title><description>Salah satunya yakni pengakuan novel yang menyebut ada keterlibatan jenderal dalam kasusnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/03/337/1749015/wakil-ketua-komisi-iii-dpr-minta-tak-ada-saling-fitnah-dalam-pengusutan-kasus-novel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/08/03/337/1749015/wakil-ketua-komisi-iii-dpr-minta-tak-ada-saling-fitnah-dalam-pengusutan-kasus-novel"/><item><title>Wakil Ketua Komisi III DPR Minta Tak Ada Saling Fitnah Dalam Pengusutan Kasus Novel</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/03/337/1749015/wakil-ketua-komisi-iii-dpr-minta-tak-ada-saling-fitnah-dalam-pengusutan-kasus-novel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/08/03/337/1749015/wakil-ketua-komisi-iii-dpr-minta-tak-ada-saling-fitnah-dalam-pengusutan-kasus-novel</guid><pubDate>Kamis 03 Agustus 2017 12:07 WIB</pubDate><dc:creator>Bayu Septianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/03/337/1749015/wakil-ketua-komisi-iii-dpr-minta-tak-ada-saling-fitnah-dalam-pengusutan-kasus-novel-TyRTFYsdFP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sketsa terduga pelaku penyiraman kepada penyidik KPK Novel Baswedan. Foto Okezone/Arie Dwi Satrio</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/03/337/1749015/wakil-ketua-komisi-iii-dpr-minta-tak-ada-saling-fitnah-dalam-pengusutan-kasus-novel-TyRTFYsdFP.jpg</image><title>Sketsa terduga pelaku penyiraman kepada penyidik KPK Novel Baswedan. Foto Okezone/Arie Dwi Satrio</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa meminta semua pihak untuk berpikir positif dengan dibentuknya Tim Gabungan KPK-Polri dalam mengusut kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan.
&quot;Kalau ada dua lembaga bergabung jangan kita lihat ada sesuatu yang lain. Saya selalu berpikir positif dalam proses antara KPK-Polisi. Sudah selayaknya bergabung agar kecurigaan yang cenderung fitnah tak ada,&quot; ujar Desmond saat dihubungi, Kamis (3/8/2017).
Fitnah yang dikhawatirkan Desmond salah satunya yakni pengakuan novel yang menyebut ada keterlibatan jenderal dalam kasusnya.
Kapolri beberapa lalu memperlihatkan sketsa foto salah satu terduga pelaku penyeiraman air keras kepada Novel.Dengan adanya sketsa foto itu diharapkan tim gabungan segera mencari pelaku dan menelusuri kasus ini hingga tuntas.
BACA JUGA: KPK Pelajari Hasil Pertemuan Kapolri dan Presiden Terkait Penuntasan Kasus Novel
Tim gabungan, lanjut Desmond, juga harus mencari benang merah antara pengakuan-pengakuan Novel dengan keterangan-keterangan dan bukti yang didapat tim gabungan KPK-Polri.
&quot;Karena Novel sebut ada jenderal polisi yang terlibat, benang merahnya ada relevansi atau tidak. Kalau tak ada relevansinya ada suatu yang harus dibuktikan oleh tim ini,&quot; papar Desmond.
Ketua DPP Partai Gerindra ini menunggu aksi dari tim gabungan KPK-Polri dalam mengusut kasus ini. Langkah awal yang dinantikan, menurut Desmond adalah menangkap sosok yang digambarkan kepolisian melalui sketsa wajah dan mengkroscek apakah sama dengan foto sketsa tersebut.
&quot;Yang kita tunggu orangnya ketangkap dan benar itu adalah yang melakukan penyiraman terhadap Novel. Produknya apakah orang sipil atau non sipil. Kalau sipil ada dendam apa di balik itu untuk melakukan tindakan yang kejam kayak gitu sama novel,&quot; tukasnya.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan tegas mengeluarkan instruksi kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk segera mengungkap kasus teror Novel Baswedan yang hingga saat ini masih belum menemukan titik terang.
Usai pertemuan itu, Tito langsung merilis satu buah sketsa wajah yang diduga kuat merupakan salah satu pelaku aksi teror tersebut. Meskipun hal itu baru dilakukan setelah lebih dari 100 hari dari kejadian. Adapun ciri-cirinya adalah, seorang pria berkulit sawo matang dengan rambut ikal keriting dan tinggi badan sekira 167 me&amp;lrm;ter.
</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa meminta semua pihak untuk berpikir positif dengan dibentuknya Tim Gabungan KPK-Polri dalam mengusut kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan.
&quot;Kalau ada dua lembaga bergabung jangan kita lihat ada sesuatu yang lain. Saya selalu berpikir positif dalam proses antara KPK-Polisi. Sudah selayaknya bergabung agar kecurigaan yang cenderung fitnah tak ada,&quot; ujar Desmond saat dihubungi, Kamis (3/8/2017).
Fitnah yang dikhawatirkan Desmond salah satunya yakni pengakuan novel yang menyebut ada keterlibatan jenderal dalam kasusnya.
Kapolri beberapa lalu memperlihatkan sketsa foto salah satu terduga pelaku penyeiraman air keras kepada Novel.Dengan adanya sketsa foto itu diharapkan tim gabungan segera mencari pelaku dan menelusuri kasus ini hingga tuntas.
BACA JUGA: KPK Pelajari Hasil Pertemuan Kapolri dan Presiden Terkait Penuntasan Kasus Novel
Tim gabungan, lanjut Desmond, juga harus mencari benang merah antara pengakuan-pengakuan Novel dengan keterangan-keterangan dan bukti yang didapat tim gabungan KPK-Polri.
&quot;Karena Novel sebut ada jenderal polisi yang terlibat, benang merahnya ada relevansi atau tidak. Kalau tak ada relevansinya ada suatu yang harus dibuktikan oleh tim ini,&quot; papar Desmond.
Ketua DPP Partai Gerindra ini menunggu aksi dari tim gabungan KPK-Polri dalam mengusut kasus ini. Langkah awal yang dinantikan, menurut Desmond adalah menangkap sosok yang digambarkan kepolisian melalui sketsa wajah dan mengkroscek apakah sama dengan foto sketsa tersebut.
&quot;Yang kita tunggu orangnya ketangkap dan benar itu adalah yang melakukan penyiraman terhadap Novel. Produknya apakah orang sipil atau non sipil. Kalau sipil ada dendam apa di balik itu untuk melakukan tindakan yang kejam kayak gitu sama novel,&quot; tukasnya.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan tegas mengeluarkan instruksi kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk segera mengungkap kasus teror Novel Baswedan yang hingga saat ini masih belum menemukan titik terang.
Usai pertemuan itu, Tito langsung merilis satu buah sketsa wajah yang diduga kuat merupakan salah satu pelaku aksi teror tersebut. Meskipun hal itu baru dilakukan setelah lebih dari 100 hari dari kejadian. Adapun ciri-cirinya adalah, seorang pria berkulit sawo matang dengan rambut ikal keriting dan tinggi badan sekira 167 me&amp;lrm;ter.
</content:encoded></item></channel></rss>
