<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Astaga! Soal Penyiram Air Keras ke Novel Baswedan, Gerindra Duga Polisi Sudah Tahu</title><description>&quot;Saya rasa ada dugaan sebenarnya pihak kepolisian tahu siapa pelaku penyiraman air keras terhadap Novel&quot;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/05/337/1750499/astaga-soal-penyiram-air-keras-ke-novel-baswedan-gerindra-duga-polisi-sudah-tahu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/08/05/337/1750499/astaga-soal-penyiram-air-keras-ke-novel-baswedan-gerindra-duga-polisi-sudah-tahu"/><item><title>Astaga! Soal Penyiram Air Keras ke Novel Baswedan, Gerindra Duga Polisi Sudah Tahu</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/05/337/1750499/astaga-soal-penyiram-air-keras-ke-novel-baswedan-gerindra-duga-polisi-sudah-tahu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/08/05/337/1750499/astaga-soal-penyiram-air-keras-ke-novel-baswedan-gerindra-duga-polisi-sudah-tahu</guid><pubDate>Sabtu 05 Agustus 2017 19:26 WIB</pubDate><dc:creator>Bayu Septianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/05/337/1750499/astaga-soal-penyiram-air-keras-ke-novel-baswedan-gerindra-duga-polisi-sudah-tahu-zoa0QWbKVT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Novel Baswedan korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/05/337/1750499/astaga-soal-penyiram-air-keras-ke-novel-baswedan-gerindra-duga-polisi-sudah-tahu-zoa0QWbKVT.jpg</image><title>Novel Baswedan korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono menduga pihak kepolisian telah mengetahui siapa sebenarnya pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Namun begitu, Ferry menduga nampaknya kepolisian masih menutupi yang sebenarnya dari kasus ini.

&quot;Saya rasa ada dugaan sebenarnya pihak kepolisian tahu siapa pelaku penyiraman air keras terhadap Novel, tapi info ini kemudian ditutupi atau belum ditemukan akurasi informasi yang mampu dijelaskan pihak kepolisian,&quot; ujar Ferry di dalam diskusi Sindo Trijaya di Kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/8/2017).

Prestasi kepolisian selama 116  hari sejak kasus ini terjadi menurut Ferry hanyalah mempublikasikan sketsa yang diduga pelaku penyiraman air keras. Meski begitu, sketsa ini masih diragukan keakuratannya karena yamg dikeluarkan polisi sedikit berbeda dengan yang pernah ditayangkan Koran Tempo.

&quot;Jadi dalam beberapa bulan baru prestasi wajah ini saja, dan ini sketsa ada versi Tempo dan kepolisian, jadi masih sumir sekali sketsa wajah untuk kemudian jadi tindakan penangkapan,&quot; ungkap Ferry.

Ferry mengaku heran dengan proses penyelidikan di kepolisian yang sangat lambat. Padahal kasus yang menimpa Novel ini sama dengan kasus kriminal sejenis yang dapat dengan mudah diungkap kepolisian.

Ia mencontohkan kasus sejenis, yakni penyerangan terhadap pegiat anti korupsi dari Indonesia Corruption Watch (ICW) Tama S Langkun yang juga tidak juga terungkap hingga saat ini. Dimana Tama saat itu tengah meneliti kasus dugaan korupsi rekening gendut di institusi kepolisian.

&quot;Dilihat dari teror di Novel dan Tama, memang ada kultur kekuasaan di kepolisian, yang sifatnya kultural,&quot; ujar Ferry.

Kepolisian, lanjut Ferry harus secara tegas menjawab tidak ada pengaruh kekuasaan yang memperngaruhi kasus Novel tersebut.

&quot;Kalau tidak ditegaskan nggak ada kaitan, akan kemudian muncul anggapan bahwa di kepolisian ada unsur kekuasaan kultural lain yang bisa pengaruhi keputusan-keputusan di struktur kekuasaan di kepolisian,&quot; tukasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono menduga pihak kepolisian telah mengetahui siapa sebenarnya pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Namun begitu, Ferry menduga nampaknya kepolisian masih menutupi yang sebenarnya dari kasus ini.

&quot;Saya rasa ada dugaan sebenarnya pihak kepolisian tahu siapa pelaku penyiraman air keras terhadap Novel, tapi info ini kemudian ditutupi atau belum ditemukan akurasi informasi yang mampu dijelaskan pihak kepolisian,&quot; ujar Ferry di dalam diskusi Sindo Trijaya di Kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/8/2017).

Prestasi kepolisian selama 116  hari sejak kasus ini terjadi menurut Ferry hanyalah mempublikasikan sketsa yang diduga pelaku penyiraman air keras. Meski begitu, sketsa ini masih diragukan keakuratannya karena yamg dikeluarkan polisi sedikit berbeda dengan yang pernah ditayangkan Koran Tempo.

&quot;Jadi dalam beberapa bulan baru prestasi wajah ini saja, dan ini sketsa ada versi Tempo dan kepolisian, jadi masih sumir sekali sketsa wajah untuk kemudian jadi tindakan penangkapan,&quot; ungkap Ferry.

Ferry mengaku heran dengan proses penyelidikan di kepolisian yang sangat lambat. Padahal kasus yang menimpa Novel ini sama dengan kasus kriminal sejenis yang dapat dengan mudah diungkap kepolisian.

Ia mencontohkan kasus sejenis, yakni penyerangan terhadap pegiat anti korupsi dari Indonesia Corruption Watch (ICW) Tama S Langkun yang juga tidak juga terungkap hingga saat ini. Dimana Tama saat itu tengah meneliti kasus dugaan korupsi rekening gendut di institusi kepolisian.

&quot;Dilihat dari teror di Novel dan Tama, memang ada kultur kekuasaan di kepolisian, yang sifatnya kultural,&quot; ujar Ferry.

Kepolisian, lanjut Ferry harus secara tegas menjawab tidak ada pengaruh kekuasaan yang memperngaruhi kasus Novel tersebut.

&quot;Kalau tidak ditegaskan nggak ada kaitan, akan kemudian muncul anggapan bahwa di kepolisian ada unsur kekuasaan kultural lain yang bisa pengaruhi keputusan-keputusan di struktur kekuasaan di kepolisian,&quot; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
