<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Simak! Ini Kronologi Pengeroyokan dan Pembakaran Joya hingga Tewas</title><description>Muhamad Alzahra alias Joya (30), dikeroyok dan dibakar hingga tewas oleh warga di Desa Muara Bakti, Babelan, Kabupaten Bekasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/07/338/1751219/simak-ini-kronologi-pengeroyokan-dan-pembakaran-joya-hingga-tewas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/08/07/338/1751219/simak-ini-kronologi-pengeroyokan-dan-pembakaran-joya-hingga-tewas"/><item><title>Simak! Ini Kronologi Pengeroyokan dan Pembakaran Joya hingga Tewas</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/07/338/1751219/simak-ini-kronologi-pengeroyokan-dan-pembakaran-joya-hingga-tewas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/08/07/338/1751219/simak-ini-kronologi-pengeroyokan-dan-pembakaran-joya-hingga-tewas</guid><pubDate>Senin 07 Agustus 2017 15:30 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/07/338/1751219/simak-ini-kronologi-pengeroyokan-dan-pembakaran-joya-hingga-tewas-qZtqNVM4I8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/07/338/1751219/simak-ini-kronologi-pengeroyokan-dan-pembakaran-joya-hingga-tewas-qZtqNVM4I8.jpg</image><title>Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo (foto: Okezone)</title></images><description>

JAKARTA - Muhamad Alzahra alias Joya (30), dikeroyok dan dibakar hingga tewas oleh warga di Desa Muara Bakti, Babelan, Kabupaten Bekasi, pada 1 Agustus 2017. Joya dituduh mencuri alat pengeras suara (amplifier) musala.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, menuturkan awal mula peristiwa nahas itu terjadi. Kala itu korban sedang melaksanakan Salat Ashar di musala bersama seorang saksi berinisial R.

&quot;Jadi yang bersangkutan (Joya) ini pada Salat Ashar itu dia ikut salat disitu, kemudian bersama dengan saksi R ada di situ. Kemudian setelah Salat Ashar, situasi sepi, kemudian si saksi ini melihat bahwa amplifier di musala tak ada,&quot; kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/8/2017).

Lalu, sambung dia, saksi R mencari pelaku pencurian amplifier tersebut dan menemukannya di pasar murah dan melihat Alzahra membawa amplifier tersebut.

&quot;Setelah ampli dicek sama dengan yang ada di musala,&quot; sambungnya.

Mengetahui hal itu, lanjut Argo, warga yang sudah tersulut emosi tanpa dikomandoi langsung memukuli korban bertubi-tubi hingga wajah korban tak berbentuk lagi, hingga akhirnya terjadi pembakaran hingga korban tewas.

&quot;Karena dengan spontan mereka melakukan penganiayaan,&quot; jelasnya.

Sekadar diketahui, penyidik Polres Metro Bekasi sudah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus pengeroyokan dan pembakaran itu, yakni NMH dan SH. Mereka diduga melakukan penendangan ke perut dan punggung korban.
</description><content:encoded>

JAKARTA - Muhamad Alzahra alias Joya (30), dikeroyok dan dibakar hingga tewas oleh warga di Desa Muara Bakti, Babelan, Kabupaten Bekasi, pada 1 Agustus 2017. Joya dituduh mencuri alat pengeras suara (amplifier) musala.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, menuturkan awal mula peristiwa nahas itu terjadi. Kala itu korban sedang melaksanakan Salat Ashar di musala bersama seorang saksi berinisial R.

&quot;Jadi yang bersangkutan (Joya) ini pada Salat Ashar itu dia ikut salat disitu, kemudian bersama dengan saksi R ada di situ. Kemudian setelah Salat Ashar, situasi sepi, kemudian si saksi ini melihat bahwa amplifier di musala tak ada,&quot; kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/8/2017).

Lalu, sambung dia, saksi R mencari pelaku pencurian amplifier tersebut dan menemukannya di pasar murah dan melihat Alzahra membawa amplifier tersebut.

&quot;Setelah ampli dicek sama dengan yang ada di musala,&quot; sambungnya.

Mengetahui hal itu, lanjut Argo, warga yang sudah tersulut emosi tanpa dikomandoi langsung memukuli korban bertubi-tubi hingga wajah korban tak berbentuk lagi, hingga akhirnya terjadi pembakaran hingga korban tewas.

&quot;Karena dengan spontan mereka melakukan penganiayaan,&quot; jelasnya.

Sekadar diketahui, penyidik Polres Metro Bekasi sudah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus pengeroyokan dan pembakaran itu, yakni NMH dan SH. Mereka diduga melakukan penendangan ke perut dan punggung korban.
</content:encoded></item></channel></rss>
