<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Selamat! China Dinobatkan sebagai Negara Paling Optimis Sedunia</title><description>Survei terbaru dari Ipsos menunjukkan bahwa China layak dinobatkan sebagai negara paling optimis sedunia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/08/18/1751654/selamat-china-dinobatkan-sebagai-negara-paling-optimis-sedunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/08/08/18/1751654/selamat-china-dinobatkan-sebagai-negara-paling-optimis-sedunia"/><item><title>Selamat! China Dinobatkan sebagai Negara Paling Optimis Sedunia</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/08/18/1751654/selamat-china-dinobatkan-sebagai-negara-paling-optimis-sedunia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/08/08/18/1751654/selamat-china-dinobatkan-sebagai-negara-paling-optimis-sedunia</guid><pubDate>Selasa 08 Agustus 2017 09:03 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/08/18/1751654/selamat-china-dinobatkan-sebagai-negara-paling-optimis-sedunia-VGINm0CEOZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Mata uang China. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/08/18/1751654/selamat-china-dinobatkan-sebagai-negara-paling-optimis-sedunia-VGINm0CEOZ.jpg</image><title>Ilustrasi. Mata uang China. </title></images><description>BEIJING &amp;ndash; Survei terbaru dari Ipsos menunjukkan bahwa China layak dinobatkan sebagai negara paling optimis sedunia. Hal itu terlihat dari cara pandang warganya ketika ditanya perihal negaranya sudah berada di jalur yang benar atau belum.
Sekira 87% responden China percaya bahwa negara mereka sudah berada pada jalur yang benar. Jajak pendapat tersebut diikuti oleh lebih dari 500 penduduk Negeri Panda. Jadi, Ipsos menekankan bahwa hasil tersebut mungkin tidak benar-benar mewakili pendapat miliaran orang di China.
Apalagi mengingat negara yang dikuasai Partai Komunis itu memiliki akses internet global yang rendaj. Selain China, negara yang hasilnya meragukan karena faktor akses internet, ialah Brasil, India, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan dan Turki.

Survei ini melibatkan 26 negara, meliputi Argentina, Australia, Belgia, Brasil, Kanada, China, Prancis, Inggris, Jerman, Hungaria, India, Israel, Italia, Jepang, Meksiko, Peru, Polandia, Rusia, Arab Saudi, Serbia, Afrika Selatan, Korea Selatan, Spanyol, Swedia, Turki dan Amerika Serikat.
Negara paling optimis setelah China, ialah India (74%), Arab Saudi (71%), Korea Selatan (66%), Kanada (58%), Rusia (57%) dan Serbia (51%). Sebaliknya, negara yang paling pesimis, yakni Meksiko. Dengan perolehan, hanya 8% warganya yang percaya bahwa negaranya sudah dikelola dengan baik. Menang tipis di atas Meksiko, adalah Afrika Selatan (9%), Brasil (12%), Italia (14%) dan Hungaria (21%).Penduduk yang memandang negaranya lebih baik saat ini dibandingkan  setahun lalu, antara lain Kanada dan Rusia. Kanada mengalami kenaikan  peringkat optimistik sebanyak 6 tangga, sedangkan Rusia empat tangga.  Penurunan paling drastis terkait tingkat kepercayaan rakyat terhadap  pemerintahnya, dialami Peru, yang turun 15 tangga.
Amerika Serikat yang baru saja mengalami pergantian kepemimpinan,  tahun ini berada di peringkat ke-10 negara paling optimis sedunia.  Sebanyak 43% saja warganya yang percaya kalau negaranya sudah berada di  jalur yang benar. Torehan ini turun empat tangga dibandingkan jajak  pendapat sebelumnya.
Kendati begitu, jika ditilik secara keseluruhan, mayoritas penduduk  di dunia ternyata memandang negatif dunia ini. Sekira 60% orang di muka  Bumi menyuarkan pesimisme terhadap dunia yang lebih baik, hanya 40%  populasi dunia yang merasa positif dengan arah negara mereka.

Menyunting dari UPI, Selasa (8/8/2017), persoalan  ekonomi secara umum menjadi kecemasan terbesar orang-orang di dunia.  Mengekor di belakangnya, isu pengangguran, korupsi finansial /politik,  kemiskinan dan kesenjangan sosial. Kejahatan dan perawatan kesehatan  berada di urutan keempat dan kelima hal yang paling dikhawatirkan.
Namun begitu, kekhawatiran utama setiap negara bervariasi. Misalnya,  70% orang Hungaria mengatakan bahwa akses perawatan kesehatan adalah  kecemasan utama mereka. Sementara 67% orang Meksiko menyebutkan tindak  kejahatan dan kekerasan sebagai kekhawatiran utama mereka.Hanya empat negara di seluruh dunia yang mengatakan bahwa perawatan   kesehatan adalah perhatian terbesar mereka. Selain Hungaria,   negara-negara tersebut adalah Polandia (52%), Amerika Serikat (39%) dan   Kanada (36%). Di sisi lain, lebih dari 60% populasi di Spanyol, Korea   Selatan dan Italia menilai, pengangguran sebagai kekhawatiran terbesar   mereka. Lain lagi, China yang 47% respondennya mencemaskan penurunan   moralitas di negaranya.
Penelitian ini mendapatkan perhatian 18.557 orang dewasa. Di Kanada,   Israel, dan AS, usia dewasa berarti antara 18-64 tahun. Sementara di   negara lain, kuesioner diisi oleh mereka yang berusia antara 16-64   tahun. Wawancara dilakukan pada 23 Juni hingga 7 Juli 2017.
Responden di Argentina, Belgia, Hungaria, India, Israel, Meksiko,   Peru, Polandia, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Swedia   dan Turki, masing-masing 1.000 orang lebih. Sementara sisanya hanya  500  responden per negara. Margin of error kurang lebih 3,1% jika  melihat  dari sisi 1.000 responden per negara, sedangkan dari perspektif  500  responden per negara, margin of errornya  sekira 4,5%.</description><content:encoded>BEIJING &amp;ndash; Survei terbaru dari Ipsos menunjukkan bahwa China layak dinobatkan sebagai negara paling optimis sedunia. Hal itu terlihat dari cara pandang warganya ketika ditanya perihal negaranya sudah berada di jalur yang benar atau belum.
Sekira 87% responden China percaya bahwa negara mereka sudah berada pada jalur yang benar. Jajak pendapat tersebut diikuti oleh lebih dari 500 penduduk Negeri Panda. Jadi, Ipsos menekankan bahwa hasil tersebut mungkin tidak benar-benar mewakili pendapat miliaran orang di China.
Apalagi mengingat negara yang dikuasai Partai Komunis itu memiliki akses internet global yang rendaj. Selain China, negara yang hasilnya meragukan karena faktor akses internet, ialah Brasil, India, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan dan Turki.

Survei ini melibatkan 26 negara, meliputi Argentina, Australia, Belgia, Brasil, Kanada, China, Prancis, Inggris, Jerman, Hungaria, India, Israel, Italia, Jepang, Meksiko, Peru, Polandia, Rusia, Arab Saudi, Serbia, Afrika Selatan, Korea Selatan, Spanyol, Swedia, Turki dan Amerika Serikat.
Negara paling optimis setelah China, ialah India (74%), Arab Saudi (71%), Korea Selatan (66%), Kanada (58%), Rusia (57%) dan Serbia (51%). Sebaliknya, negara yang paling pesimis, yakni Meksiko. Dengan perolehan, hanya 8% warganya yang percaya bahwa negaranya sudah dikelola dengan baik. Menang tipis di atas Meksiko, adalah Afrika Selatan (9%), Brasil (12%), Italia (14%) dan Hungaria (21%).Penduduk yang memandang negaranya lebih baik saat ini dibandingkan  setahun lalu, antara lain Kanada dan Rusia. Kanada mengalami kenaikan  peringkat optimistik sebanyak 6 tangga, sedangkan Rusia empat tangga.  Penurunan paling drastis terkait tingkat kepercayaan rakyat terhadap  pemerintahnya, dialami Peru, yang turun 15 tangga.
Amerika Serikat yang baru saja mengalami pergantian kepemimpinan,  tahun ini berada di peringkat ke-10 negara paling optimis sedunia.  Sebanyak 43% saja warganya yang percaya kalau negaranya sudah berada di  jalur yang benar. Torehan ini turun empat tangga dibandingkan jajak  pendapat sebelumnya.
Kendati begitu, jika ditilik secara keseluruhan, mayoritas penduduk  di dunia ternyata memandang negatif dunia ini. Sekira 60% orang di muka  Bumi menyuarkan pesimisme terhadap dunia yang lebih baik, hanya 40%  populasi dunia yang merasa positif dengan arah negara mereka.

Menyunting dari UPI, Selasa (8/8/2017), persoalan  ekonomi secara umum menjadi kecemasan terbesar orang-orang di dunia.  Mengekor di belakangnya, isu pengangguran, korupsi finansial /politik,  kemiskinan dan kesenjangan sosial. Kejahatan dan perawatan kesehatan  berada di urutan keempat dan kelima hal yang paling dikhawatirkan.
Namun begitu, kekhawatiran utama setiap negara bervariasi. Misalnya,  70% orang Hungaria mengatakan bahwa akses perawatan kesehatan adalah  kecemasan utama mereka. Sementara 67% orang Meksiko menyebutkan tindak  kejahatan dan kekerasan sebagai kekhawatiran utama mereka.Hanya empat negara di seluruh dunia yang mengatakan bahwa perawatan   kesehatan adalah perhatian terbesar mereka. Selain Hungaria,   negara-negara tersebut adalah Polandia (52%), Amerika Serikat (39%) dan   Kanada (36%). Di sisi lain, lebih dari 60% populasi di Spanyol, Korea   Selatan dan Italia menilai, pengangguran sebagai kekhawatiran terbesar   mereka. Lain lagi, China yang 47% respondennya mencemaskan penurunan   moralitas di negaranya.
Penelitian ini mendapatkan perhatian 18.557 orang dewasa. Di Kanada,   Israel, dan AS, usia dewasa berarti antara 18-64 tahun. Sementara di   negara lain, kuesioner diisi oleh mereka yang berusia antara 16-64   tahun. Wawancara dilakukan pada 23 Juni hingga 7 Juli 2017.
Responden di Argentina, Belgia, Hungaria, India, Israel, Meksiko,   Peru, Polandia, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Swedia   dan Turki, masing-masing 1.000 orang lebih. Sementara sisanya hanya  500  responden per negara. Margin of error kurang lebih 3,1% jika  melihat  dari sisi 1.000 responden per negara, sedangkan dari perspektif  500  responden per negara, margin of errornya  sekira 4,5%.</content:encoded></item></channel></rss>
