<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tolong! 3 Hari Terombang-ambing di Laut, Puluhan Imigran Asal Sri Lanka Terdampar di Nias</title><description>Setelah terombang-ambing selama 3 hari di laut, sebanyak 33 orang  imigran gelap asal Sri Lanka terdampar di pesisir Pantai Tureloto.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/10/340/1753138/tolong-3-hari-terombang-ambing-di-laut-puluhan-imigran-asal-sri-lanka-terdampar-di-nias</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/08/10/340/1753138/tolong-3-hari-terombang-ambing-di-laut-puluhan-imigran-asal-sri-lanka-terdampar-di-nias"/><item><title>Tolong! 3 Hari Terombang-ambing di Laut, Puluhan Imigran Asal Sri Lanka Terdampar di Nias</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/10/340/1753138/tolong-3-hari-terombang-ambing-di-laut-puluhan-imigran-asal-sri-lanka-terdampar-di-nias</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/08/10/340/1753138/tolong-3-hari-terombang-ambing-di-laut-puluhan-imigran-asal-sri-lanka-terdampar-di-nias</guid><pubDate>Kamis 10 Agustus 2017 10:35 WIB</pubDate><dc:creator>Erie Prasetyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/10/340/1753138/tolong-3-hari-terombang-ambing-di-laut-puluhan-imigran-asal-sri-lanka-terdampar-di-nias-x4M9BVNGzP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: Illustrasi Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/10/340/1753138/tolong-3-hari-terombang-ambing-di-laut-puluhan-imigran-asal-sri-lanka-terdampar-di-nias-x4M9BVNGzP.jpg</image><title>foto: Illustrasi Okezone</title></images><description>
&amp;nbsp;
MEDAN - Setelah terombang-ambing selama 3 hari di laut, sebanyak 33 orang imigran gelap asal Sri Lanka terdampar di pesisir Pantai Tureloto, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara pada Rabu 9 Agutus 2017.

Humas Polres Nias, Bripka Restu Gulo menerangkan para imigran itu ditemukan nelayan setempat bersama kapal viber yang rusak.

Personel TNI-Polri bersama nelayan setempat kemudian mengevakuasi para imigran beserta kapal viber yang mereka tumpangi. Selanjutnya, imigran itu dibawa ke Aula Kantor Lurah Pasar Lahewa sebagai tempat penampungan sementara.

&amp;ldquo;WNA Sri Lanka itu berangkat dari negaranya menuju Selandia Baru dan Australia dan pada tanggal 6 Agustus 2017 lalu, tiba-tiba mesin kapal yang mereka tumpangi rusak,&quot; jelas Bripka Restu, Kamis (10/8/2017).

Dijelaskannya, 33 imigran gelap tersebut rencananya akan mencari suaka ke Australia karena negara mereka sedang dilanda perang saudara.

&amp;ldquo;Dari hasil koordinasi sementara terhadap nakhoda kapal bernama Seni Thampi Pirathaepani bahwa mereka berangkat dari negaranya karena tengah adanya perang saudara antara suku Tamil dan suku Singelis,&amp;rdquo; tutur Bripka Restu.

Hingga kini, rencananya 33 imigran gelap asal Sri Lanka tersebut akan dibawa ke Kantor Imigran Sibolga, Sumatera Utara.


</description><content:encoded>
&amp;nbsp;
MEDAN - Setelah terombang-ambing selama 3 hari di laut, sebanyak 33 orang imigran gelap asal Sri Lanka terdampar di pesisir Pantai Tureloto, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara pada Rabu 9 Agutus 2017.

Humas Polres Nias, Bripka Restu Gulo menerangkan para imigran itu ditemukan nelayan setempat bersama kapal viber yang rusak.

Personel TNI-Polri bersama nelayan setempat kemudian mengevakuasi para imigran beserta kapal viber yang mereka tumpangi. Selanjutnya, imigran itu dibawa ke Aula Kantor Lurah Pasar Lahewa sebagai tempat penampungan sementara.

&amp;ldquo;WNA Sri Lanka itu berangkat dari negaranya menuju Selandia Baru dan Australia dan pada tanggal 6 Agustus 2017 lalu, tiba-tiba mesin kapal yang mereka tumpangi rusak,&quot; jelas Bripka Restu, Kamis (10/8/2017).

Dijelaskannya, 33 imigran gelap tersebut rencananya akan mencari suaka ke Australia karena negara mereka sedang dilanda perang saudara.

&amp;ldquo;Dari hasil koordinasi sementara terhadap nakhoda kapal bernama Seni Thampi Pirathaepani bahwa mereka berangkat dari negaranya karena tengah adanya perang saudara antara suku Tamil dan suku Singelis,&amp;rdquo; tutur Bripka Restu.

Hingga kini, rencananya 33 imigran gelap asal Sri Lanka tersebut akan dibawa ke Kantor Imigran Sibolga, Sumatera Utara.


</content:encoded></item></channel></rss>
