<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OKEZONE STORY: Kisah Emas Yamashita, Harta Karun Jepang yang Terkubur di Asia Tenggara</title><description>Harta Karun Yamashita yang merupakan harta rampasan militer Jepang ditimbun di Asia Tenggara selama Perang Dunia II.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/13/18/1754988/okezone-story-kisah-emas-yamashita-harta-karun-jepang-yang-terkubur-di-asia-tenggara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/08/13/18/1754988/okezone-story-kisah-emas-yamashita-harta-karun-jepang-yang-terkubur-di-asia-tenggara"/><item><title>OKEZONE STORY: Kisah Emas Yamashita, Harta Karun Jepang yang Terkubur di Asia Tenggara</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/13/18/1754988/okezone-story-kisah-emas-yamashita-harta-karun-jepang-yang-terkubur-di-asia-tenggara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/08/13/18/1754988/okezone-story-kisah-emas-yamashita-harta-karun-jepang-yang-terkubur-di-asia-tenggara</guid><pubDate>Minggu 13 Agustus 2017 08:00 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/13/18/1754988/okezone-story-kisah-emas-yamashita-harta-karun-jepang-yang-terkubur-di-asia-tenggara-pPAQVdi4ua.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Emas rampasan militer Jepang. (Foto: Ancient-origin)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/13/18/1754988/okezone-story-kisah-emas-yamashita-harta-karun-jepang-yang-terkubur-di-asia-tenggara-pPAQVdi4ua.jpg</image><title>Ilustrasi. Emas rampasan militer Jepang. (Foto: Ancient-origin)</title></images><description>EMAS Yamashita atau yang sering juga disebut dengan Harta Karun Yamashita adalah sejumlah besar rampasan perang yang dikumpulkan oleh militer Jepang di Asia Tenggara selama Perang Dunia II. Harta rampasan yang banyak dibicarakan ini dinamakan mengikuti seorang Jenderal Jepang Yamashita Tomoyuki yang dijuluki sebagai Harimau Malaya.
Banyak pemburu harta karun berusaha untuk menemukan Emas Yamashita yang disebut-sebut terkubur di suatu tempat di Filipina. Namun, sampai hari ini, harta karun itu masih belum ditemukan, bahkan banyak yang menduga Emas Yamashita tidak pernah ada.
Selama Perang Dunia II, Jepang diklaim memiliki sebuah organisasi rahasia yang tujuan utamanya adalah melakukan penjarahan di daerah pendudukan. Organisasi yang dinamakan sebagai 'Golden Lily' atau 'Lili Emas' itu dibentuk menyusul deklarasi perang Jepang atas China pada Desember 1937 dan dipimpin oleh Pangeran Chichibu, adik dari Kaisar Hirohito.
Sebagian besar wilayah Asia Tenggara yang diduduki Jepang juga tidak luput dari penjarahan Golden Lily. Rampasan perang dari wilayah ini terlebih dahulu singgah di Filipina di mana harta tersebut dimasukkan ke dalam kapal sebelum melanjutkan perjalanannya ke Jepang.
Keterlibatan Amerika Serikat (AS) dalam kancah Perang Dunia II pada 1942 membuat Jepang mulai terdesak dan kehilangan wilayahnya, terutama di wilayah Pasifik. Pasukan AS juga mulai menenggelamkan sejumlah kapal angkatan laut Jepang yang membuat pengiriman rampasan perang semakin sulit dilakukan. Karena itulah Golden Lily memutuskan untuk menyembunyikan rampasan perang mereka agar tidak jatuh ke tangan pihak AS.Tentara Jepang dan tawanan perang mulai bekerja menggali terowongan  dan gua yang kemudian dipenuhi dengan benda-benda berharga. Setelah  terowongan tesrebut selesai, pintu masuknya ditutup dengan ledakan bom.  Para penggali terowongan dibiarkan mati di dalamunya untuk memastikan  lokasi harta karun itu tetap menjadi rahasia dan hanya diketahui oleh  segelintir orang.
Selama puluhan tahun banyak pemburu harta yang berusaha menemukan  Emas Yamashita dan banyak spekulasi bermunculan mengenai keberadaannya.  Salah satunya adalah teori dari agen CIA, Severino Diaz Garcia Santa  Romana yang menduga Emas Yamashita telah digabungkan dengan emas  rampasan perang Nazi Jerman dalam sebuah dana gelap yang dinamakan  'Black Eagle Trust'.
Sebagian lain masih berharap bahwa harta itu tetap tersembunyi di  suatu tempat di Filipina. Salah satu cerita terkenal yang mendukung  kemungkinan ini adalah kisah Rogelio Roxas, seorang petani miskin  sekaligus pembuat kunci yang menjadi kepala ekspedisi berburu harta  karun. Roxas dikabarkan telah menemukan patung Buddha yang terbuat emas  padat yang disebut-sebut menjadi bukti keberadaan Emas Yamashita.
Namun, artefak berharga itu disita oleh Ferdinand Marcos, mantan  Diktator Filipina pada 1960-1980-an. Roxas memenangkan gugatan yang dia  ajukan terhadap Marcos di AS, tetapi dia kemudian disiksa dan meninggal  dalam keadaan yang mencurigakan.
Ada juga yang skeptis dan kurang yakin dengan keberadaan Emas  Yamashita, paling tidak mereka menilai harta yang dimaksud jumlahnya  tidak sebesar yang diceritakan. Sebagian lain mengintepretasikan Emas  Yamashita sebagai perumpamaan sebuah bangsa yang memiliki potensi besar  yang menunggu untuk ditemukan dan dimanfaatkan.</description><content:encoded>EMAS Yamashita atau yang sering juga disebut dengan Harta Karun Yamashita adalah sejumlah besar rampasan perang yang dikumpulkan oleh militer Jepang di Asia Tenggara selama Perang Dunia II. Harta rampasan yang banyak dibicarakan ini dinamakan mengikuti seorang Jenderal Jepang Yamashita Tomoyuki yang dijuluki sebagai Harimau Malaya.
Banyak pemburu harta karun berusaha untuk menemukan Emas Yamashita yang disebut-sebut terkubur di suatu tempat di Filipina. Namun, sampai hari ini, harta karun itu masih belum ditemukan, bahkan banyak yang menduga Emas Yamashita tidak pernah ada.
Selama Perang Dunia II, Jepang diklaim memiliki sebuah organisasi rahasia yang tujuan utamanya adalah melakukan penjarahan di daerah pendudukan. Organisasi yang dinamakan sebagai 'Golden Lily' atau 'Lili Emas' itu dibentuk menyusul deklarasi perang Jepang atas China pada Desember 1937 dan dipimpin oleh Pangeran Chichibu, adik dari Kaisar Hirohito.
Sebagian besar wilayah Asia Tenggara yang diduduki Jepang juga tidak luput dari penjarahan Golden Lily. Rampasan perang dari wilayah ini terlebih dahulu singgah di Filipina di mana harta tersebut dimasukkan ke dalam kapal sebelum melanjutkan perjalanannya ke Jepang.
Keterlibatan Amerika Serikat (AS) dalam kancah Perang Dunia II pada 1942 membuat Jepang mulai terdesak dan kehilangan wilayahnya, terutama di wilayah Pasifik. Pasukan AS juga mulai menenggelamkan sejumlah kapal angkatan laut Jepang yang membuat pengiriman rampasan perang semakin sulit dilakukan. Karena itulah Golden Lily memutuskan untuk menyembunyikan rampasan perang mereka agar tidak jatuh ke tangan pihak AS.Tentara Jepang dan tawanan perang mulai bekerja menggali terowongan  dan gua yang kemudian dipenuhi dengan benda-benda berharga. Setelah  terowongan tesrebut selesai, pintu masuknya ditutup dengan ledakan bom.  Para penggali terowongan dibiarkan mati di dalamunya untuk memastikan  lokasi harta karun itu tetap menjadi rahasia dan hanya diketahui oleh  segelintir orang.
Selama puluhan tahun banyak pemburu harta yang berusaha menemukan  Emas Yamashita dan banyak spekulasi bermunculan mengenai keberadaannya.  Salah satunya adalah teori dari agen CIA, Severino Diaz Garcia Santa  Romana yang menduga Emas Yamashita telah digabungkan dengan emas  rampasan perang Nazi Jerman dalam sebuah dana gelap yang dinamakan  'Black Eagle Trust'.
Sebagian lain masih berharap bahwa harta itu tetap tersembunyi di  suatu tempat di Filipina. Salah satu cerita terkenal yang mendukung  kemungkinan ini adalah kisah Rogelio Roxas, seorang petani miskin  sekaligus pembuat kunci yang menjadi kepala ekspedisi berburu harta  karun. Roxas dikabarkan telah menemukan patung Buddha yang terbuat emas  padat yang disebut-sebut menjadi bukti keberadaan Emas Yamashita.
Namun, artefak berharga itu disita oleh Ferdinand Marcos, mantan  Diktator Filipina pada 1960-1980-an. Roxas memenangkan gugatan yang dia  ajukan terhadap Marcos di AS, tetapi dia kemudian disiksa dan meninggal  dalam keadaan yang mencurigakan.
Ada juga yang skeptis dan kurang yakin dengan keberadaan Emas  Yamashita, paling tidak mereka menilai harta yang dimaksud jumlahnya  tidak sebesar yang diceritakan. Sebagian lain mengintepretasikan Emas  Yamashita sebagai perumpamaan sebuah bangsa yang memiliki potensi besar  yang menunggu untuk ditemukan dan dimanfaatkan.</content:encoded></item></channel></rss>
