<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OKEZONE STORY: Mitos Dinasti Xia dan Banjir Besar di China</title><description>Kisah dibangunnya Dinasti Xia, sebagai dinasti pertama di China yang dibangun oleh Yu pada akhir milenium ketiga atau sekira 2070 SM.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/14/18/1755325/okezone-story-mitos-dinasti-xia-dan-banjir-besar-di-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/08/14/18/1755325/okezone-story-mitos-dinasti-xia-dan-banjir-besar-di-china"/><item><title>OKEZONE STORY: Mitos Dinasti Xia dan Banjir Besar di China</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/14/18/1755325/okezone-story-mitos-dinasti-xia-dan-banjir-besar-di-china</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/08/14/18/1755325/okezone-story-mitos-dinasti-xia-dan-banjir-besar-di-china</guid><pubDate>Senin 14 Agustus 2017 08:00 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/14/18/1755325/okezone-story-mitos-dinasti-xia-dan-najir-besar-yang-pernah-lanjut-china-jysFlcj45f.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Gambaran Dinasti Xia di China. (Foto: Ancient-Origins)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/14/18/1755325/okezone-story-mitos-dinasti-xia-dan-najir-besar-yang-pernah-lanjut-china-jysFlcj45f.jpg</image><title>Ilustrasi. Gambaran Dinasti Xia di China. (Foto: Ancient-Origins)</title></images><description>DINASTI Xia secara tradisional dianggap sebagai dinasti pertama di China. Dinasti ini dibangun oleh Yu yang Hebat pada akhir milenium ketiga sebelum masehi (SM) atau sekira 2070 SM dan bertahan hingga pertengahan milenium berikutnya.
Meski terdapat informasi mengenai dinasti ini dalam naskah-naskah kuno China, tidak adanya bukti arkeologi membuat ahli sejarah meragukan Dinasti Xia pernah benar-benar ada. Karena itulah Dinasti Xia seringkali dipandang sebagai sebuah mitos belaka.
Berdasarkan catatan sejarah China kuno, peradaban Tiongkok dibangun oleh Tiga Penguasa dan Lima Kaisar yang diyakini telah membagikan berbagai pengetahuan dan keterampilan penting bagi bangsa China. Para penguasa legendaris ini adalah pendahulu dari Dinasti Xia yang dibangun oleh Yu yang Hebat.
Kisah dibangunnya Dinasti Xia dapat ditarik sampai masa pemerintahan Kaisar Yao, kaisar kedua sebelum terakhir dari Lima Kaisar. Pada masa pemerintahannya, Yao kesulitan untuk mengendalikan banjir dari Sungai Kuning yang menjadi masalah serius. Banjir itu berdampak pada pertanian dan juga membahayakan nyawa rakyatnya.
Karena itulah, Yao kemudian menunjuk seorang pria bernama Gun untuk mengatasi masalah ini. Selama sembilan tahun, Gun berusaha untuk menghentikan banjir besar tersebut tanpa membuahkan hasil.
Gun telah mencoba membangun serangkaian tanggul untuk mencoba membendung datangnya banjir, tetapi lagi-lagi gagal. Kegagalan itu membuat kaisar yang baru, Kaisar Shun kurang senang.
Dikisahkan, karena kegagalan ini, Gun melakukan bunuh diri dan putranya, Yu ditunjuk untuk melanjutkan pekerjaan ayahnya. Yu segera menyadari bahwa dia tidak bisa menyelesaikan masalah ini sendirian dan perlu menggunakan metode yang tidak melawan kekuatan air itu sendiri.Dengan berbekal pengetahuan tersebut, Yu kemudian meminta bantuan  dari suku-suku setempat untuk membangun sebuah kanal. Pekerjaan ini  membutuhkan waktu selama 13 tahun sampai akhirnya selesai.
Kaisar Shun merasa puas dengan hasil kerja Yu dan menjadikannya  panglima angkatan bersenjata. Dia dikirim untuk memimpin kampanye  militer melawan suku Sanmiao yang bermusuhan. Keberhasilan Yu dalam  operasi itu semakin membuat kaisat terkesan dan menjadikan Yu sebagai  pewaris takhta.
Naiknya Yu ke atas tahkta China mengawali berdirinya Dinasti Xia. Dia  memerintah selama 45 tahun sebelum digantikan oleh putranya Qi. Semula  Yu ingin menunjuk salah seorang menterinya untuk menjadi penerusnya,  tetapi Qi ternyata ingin menjadi kaisar dan Yu pun mengabulkan  permintaannya.
Dengan melakukan hal tersebut, Yu memulai sebuah pemerintahan politik  berdasarkan keturunan di Kekaisaran China. KeturunanYu terus memerintah  China sampai 1600 SM. Kaisar terakhir Dinasti Xia adalah Kaisar Jie  yang memerintah secara sewenang-wenang. Akibatnya dia digulingkan oleh  Tang, yang kemudian membangun Dinasti Tang.
Kurangnya bukti arkeologi terkait Dinasti Xia membuat banyak orang  untuk percaya bahwa dinasti itu sebenarnya tidak ada, dan hanyalah mitos  belaka. Namun, bukti arkeologi yang baru-baru ini ditemukan  mengungkapkan bahwa kemungkinan ada kebenaran di balik mitos Dinasti  Xia.
Berdasarkan studi yang dilakukan ahli Geologi dari Universitas  Qinghai pada 2016 banjir besar tersebut memang pernah terjadi pada  sekira 1920 SM. Penemuan ini setidaknya menunjukkan bahwa kisah legenda  terkait Yu mungkin didasarai dari sebuah karya faktual dan bukan karya  seni belaka.</description><content:encoded>DINASTI Xia secara tradisional dianggap sebagai dinasti pertama di China. Dinasti ini dibangun oleh Yu yang Hebat pada akhir milenium ketiga sebelum masehi (SM) atau sekira 2070 SM dan bertahan hingga pertengahan milenium berikutnya.
Meski terdapat informasi mengenai dinasti ini dalam naskah-naskah kuno China, tidak adanya bukti arkeologi membuat ahli sejarah meragukan Dinasti Xia pernah benar-benar ada. Karena itulah Dinasti Xia seringkali dipandang sebagai sebuah mitos belaka.
Berdasarkan catatan sejarah China kuno, peradaban Tiongkok dibangun oleh Tiga Penguasa dan Lima Kaisar yang diyakini telah membagikan berbagai pengetahuan dan keterampilan penting bagi bangsa China. Para penguasa legendaris ini adalah pendahulu dari Dinasti Xia yang dibangun oleh Yu yang Hebat.
Kisah dibangunnya Dinasti Xia dapat ditarik sampai masa pemerintahan Kaisar Yao, kaisar kedua sebelum terakhir dari Lima Kaisar. Pada masa pemerintahannya, Yao kesulitan untuk mengendalikan banjir dari Sungai Kuning yang menjadi masalah serius. Banjir itu berdampak pada pertanian dan juga membahayakan nyawa rakyatnya.
Karena itulah, Yao kemudian menunjuk seorang pria bernama Gun untuk mengatasi masalah ini. Selama sembilan tahun, Gun berusaha untuk menghentikan banjir besar tersebut tanpa membuahkan hasil.
Gun telah mencoba membangun serangkaian tanggul untuk mencoba membendung datangnya banjir, tetapi lagi-lagi gagal. Kegagalan itu membuat kaisar yang baru, Kaisar Shun kurang senang.
Dikisahkan, karena kegagalan ini, Gun melakukan bunuh diri dan putranya, Yu ditunjuk untuk melanjutkan pekerjaan ayahnya. Yu segera menyadari bahwa dia tidak bisa menyelesaikan masalah ini sendirian dan perlu menggunakan metode yang tidak melawan kekuatan air itu sendiri.Dengan berbekal pengetahuan tersebut, Yu kemudian meminta bantuan  dari suku-suku setempat untuk membangun sebuah kanal. Pekerjaan ini  membutuhkan waktu selama 13 tahun sampai akhirnya selesai.
Kaisar Shun merasa puas dengan hasil kerja Yu dan menjadikannya  panglima angkatan bersenjata. Dia dikirim untuk memimpin kampanye  militer melawan suku Sanmiao yang bermusuhan. Keberhasilan Yu dalam  operasi itu semakin membuat kaisat terkesan dan menjadikan Yu sebagai  pewaris takhta.
Naiknya Yu ke atas tahkta China mengawali berdirinya Dinasti Xia. Dia  memerintah selama 45 tahun sebelum digantikan oleh putranya Qi. Semula  Yu ingin menunjuk salah seorang menterinya untuk menjadi penerusnya,  tetapi Qi ternyata ingin menjadi kaisar dan Yu pun mengabulkan  permintaannya.
Dengan melakukan hal tersebut, Yu memulai sebuah pemerintahan politik  berdasarkan keturunan di Kekaisaran China. KeturunanYu terus memerintah  China sampai 1600 SM. Kaisar terakhir Dinasti Xia adalah Kaisar Jie  yang memerintah secara sewenang-wenang. Akibatnya dia digulingkan oleh  Tang, yang kemudian membangun Dinasti Tang.
Kurangnya bukti arkeologi terkait Dinasti Xia membuat banyak orang  untuk percaya bahwa dinasti itu sebenarnya tidak ada, dan hanyalah mitos  belaka. Namun, bukti arkeologi yang baru-baru ini ditemukan  mengungkapkan bahwa kemungkinan ada kebenaran di balik mitos Dinasti  Xia.
Berdasarkan studi yang dilakukan ahli Geologi dari Universitas  Qinghai pada 2016 banjir besar tersebut memang pernah terjadi pada  sekira 1920 SM. Penemuan ini setidaknya menunjukkan bahwa kisah legenda  terkait Yu mungkin didasarai dari sebuah karya faktual dan bukan karya  seni belaka.</content:encoded></item></channel></rss>
