<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diperiksa Hari Ini, Novel Siap Jawab Tuduhan Polisi   </title><description>Terkait pemeriksaan yang akan dilakukan hari ini, Novel menegaskan kesiapannya menjawab seluruh pertanyaan polisi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/14/337/1755358/diperiksa-hari-ini-novel-siap-jawab-tuduhan-polisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/08/14/337/1755358/diperiksa-hari-ini-novel-siap-jawab-tuduhan-polisi"/><item><title>Diperiksa Hari Ini, Novel Siap Jawab Tuduhan Polisi   </title><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/14/337/1755358/diperiksa-hari-ini-novel-siap-jawab-tuduhan-polisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/08/14/337/1755358/diperiksa-hari-ini-novel-siap-jawab-tuduhan-polisi</guid><pubDate>Senin 14 Agustus 2017 07:35 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/14/337/1755358/diperiksa-hari-ini-novel-siap-jawab-tuduhan-polisi-nvIXKrIzLH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Novel Baswedan penyidik KPK (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/14/337/1755358/diperiksa-hari-ini-novel-siap-jawab-tuduhan-polisi-nvIXKrIzLH.jpg</image><title>Novel Baswedan penyidik KPK (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan oleh Polri berjalan di tempat. Novel pun dituding menjadi biang keladi keterlambatan pengusutan kasus dirinya sendiri lantaran tak bersedia di-BAP oleh polisi.

Padahal, sedari awal, Novel sudah menyampaikan kepada publik bahwa kasus penyerangan terhadap dirinya akan mudah dituntaskan oleh pihak kepolisian, mengingat Korps Bhayangkara memiliki kekuatan intelijen untuk mendeteksi bahwa ada rencana penyerangan.

Ditambah lagi dengan peristiwa perampokan yang dialami penyidik lainnya sebelum terjadinya insiden penyerangan terhadap Novel.

&quot;Novel telah banyak menyampaikan berbagai keterangan terkait dengan penyerangan dia kepada polisi, baik kepada penyidik bahkan kepada Kapolda Metro Jaya serta Kapolri ketika berdiskusi dan berkunjung melihat Novel, meskipun tidak secara formal dalam bentuk BAP, namun informasi itu agaknya cukup untuk membantu polisi menangkap pelaku penyerangan Novel,&quot; kata Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Okezone, Senin (14/8/2017).

Namun, seiring berjalannya waktu ternyata berbagai kejanggalan dalam proses penyidikan kasus ini muncul, termasuk masalah waktu yang lama dan memunculkan pesimisme bahwa kasus ini akan bisa dituntaskan kepolisian.

&quot;Sehingga muncul berbagai alibi seolah kasus ini terhambat karena Novel tidak bersedia di BAP,&quot; ujarnya.

Untuk menghindari tuduhan-tuduhan yang dialamatkan kepada Novel terkait lambannya proses pengusutan kasus ini, maka Novel disebut dengan senang hati bersedia di-BAP oleh polisi.

&quot;Nah, untuk menghindari tuduhan-tuduhan yang dialamatkan kepada Novel tersebut, terkait lamanya kasus ini karena salah satunya Novel tidak bersedia di BAP, maka Novel menyampaikan dengan senang hati di BAP segera sebelum proses operasi mata yang harus dilakukan terhadapnya oleh tim dokter dengan tentu pihak penyidik harus berkonsultasi dengan pihak tim dokter yang menangani Novel,&quot; ungkap dia.

&quot;Dan akhirnya, hari ini Insya Allah Novel akan di BAP oleh sekitar 8 orang Penyidik kepolisian di KBRI Singapura,&quot; lanjut Dahnil.

Dahnil menambahkan, pada prinsipnya, Novel akan menyampaikan keterangan terkait dengan peristiwa penyiraman yang dia alami pada waktu subuh 11 April 2017 lalu.

&quot;Terkait dengan yang lain seperti siapa yang diduga menjadi aktor dan latarbelakang penyerangan agaknya adalah tugas pihak kepolisian untuk melakukan penyidikan dan pembuktian,&quot; tuturnya.

Maka, lanjut Dahnil, informasi terkait dugaan aktor dan motif dibelakang penyerangan itu alangkah lebih baiknya bisa disampaikan kepada tim yang lebih independen dan kridibel, yakni TGPF yang dibentuk dan dipimpin langsung oleh Presiden RI.

&quot;Sehingga bisa menjadi pintu masuk dilakukannya penyidikan dan pembuktian yang lebih lengkap. Hal ini penting, untuk menghindari upaya kriminalisasi yang selama ini sering terjadi bila kasus terkait dengan pihak yang berkuasa dan berpengaruh,&quot; tutur Dahnil.

Lebih lanjut, Dahnil berharap upaya memojokkan Novel sebagai korban yang justru dituduh melakukan penghambatan proses penyidikan sehingga berujung pada kriminalisasi tidak dilakukan oleh pihak kepolisian.

&quot;Dan meminta kepada Presiden untuk meninggikan komitmen beliau dalam upaya pemberantasan korupsi melalui penuntasan kasus teror terhadap Novel ini dengan cara membentuk TGPF,&quot; pungkas dia.

Sekadar diketahui, Novel akan diperiksa polisi hari ini dengan didampingi Ketua KPK Agus Rahardjo. Pemeriksaan itu dilakukan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura.

Selain memeriksa kasus penyiraman terhadap Novel, polisi juga akan mengklarifikasi pernyataan Novel di salah satu media asing soal dugaan keterlibatan jenderal polisi di balik kasus penyiraman air keras itu.

Novel disiram air keras oleh dua orang pengendara motor di dekat rumahnya pada 11 April 2017 seusai Salat Subuh. Mata Novel pun rusak sehingga harus dirawat di Singapore National Eye Centre (SNEC) sejak 12 April 2017.

Novel diperiksa hari ini karena Kamis 17 Agustus dia akan menjalani operasi besar pada mata kirinya.

Hingga lebih dari 100 hari pelaku penyiram Novel belum ditemukan meski polisi sudah memeriksa banyak saksi, membuat sketsa terduga pelaku hingga menahan sejumlah orang yang kemudian dilepaskan lagi.

Sketsa pelaku yang ditunjukkan Kapolri seusai bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada Senin 31 Juli menunjukkan pelaku adalah pria dengan ciri-ciri tinggi 167-170 cm, berkulit agak hitam, rambut keriting dan badan cukup ramping.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan oleh Polri berjalan di tempat. Novel pun dituding menjadi biang keladi keterlambatan pengusutan kasus dirinya sendiri lantaran tak bersedia di-BAP oleh polisi.

Padahal, sedari awal, Novel sudah menyampaikan kepada publik bahwa kasus penyerangan terhadap dirinya akan mudah dituntaskan oleh pihak kepolisian, mengingat Korps Bhayangkara memiliki kekuatan intelijen untuk mendeteksi bahwa ada rencana penyerangan.

Ditambah lagi dengan peristiwa perampokan yang dialami penyidik lainnya sebelum terjadinya insiden penyerangan terhadap Novel.

&quot;Novel telah banyak menyampaikan berbagai keterangan terkait dengan penyerangan dia kepada polisi, baik kepada penyidik bahkan kepada Kapolda Metro Jaya serta Kapolri ketika berdiskusi dan berkunjung melihat Novel, meskipun tidak secara formal dalam bentuk BAP, namun informasi itu agaknya cukup untuk membantu polisi menangkap pelaku penyerangan Novel,&quot; kata Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Okezone, Senin (14/8/2017).

Namun, seiring berjalannya waktu ternyata berbagai kejanggalan dalam proses penyidikan kasus ini muncul, termasuk masalah waktu yang lama dan memunculkan pesimisme bahwa kasus ini akan bisa dituntaskan kepolisian.

&quot;Sehingga muncul berbagai alibi seolah kasus ini terhambat karena Novel tidak bersedia di BAP,&quot; ujarnya.

Untuk menghindari tuduhan-tuduhan yang dialamatkan kepada Novel terkait lambannya proses pengusutan kasus ini, maka Novel disebut dengan senang hati bersedia di-BAP oleh polisi.

&quot;Nah, untuk menghindari tuduhan-tuduhan yang dialamatkan kepada Novel tersebut, terkait lamanya kasus ini karena salah satunya Novel tidak bersedia di BAP, maka Novel menyampaikan dengan senang hati di BAP segera sebelum proses operasi mata yang harus dilakukan terhadapnya oleh tim dokter dengan tentu pihak penyidik harus berkonsultasi dengan pihak tim dokter yang menangani Novel,&quot; ungkap dia.

&quot;Dan akhirnya, hari ini Insya Allah Novel akan di BAP oleh sekitar 8 orang Penyidik kepolisian di KBRI Singapura,&quot; lanjut Dahnil.

Dahnil menambahkan, pada prinsipnya, Novel akan menyampaikan keterangan terkait dengan peristiwa penyiraman yang dia alami pada waktu subuh 11 April 2017 lalu.

&quot;Terkait dengan yang lain seperti siapa yang diduga menjadi aktor dan latarbelakang penyerangan agaknya adalah tugas pihak kepolisian untuk melakukan penyidikan dan pembuktian,&quot; tuturnya.

Maka, lanjut Dahnil, informasi terkait dugaan aktor dan motif dibelakang penyerangan itu alangkah lebih baiknya bisa disampaikan kepada tim yang lebih independen dan kridibel, yakni TGPF yang dibentuk dan dipimpin langsung oleh Presiden RI.

&quot;Sehingga bisa menjadi pintu masuk dilakukannya penyidikan dan pembuktian yang lebih lengkap. Hal ini penting, untuk menghindari upaya kriminalisasi yang selama ini sering terjadi bila kasus terkait dengan pihak yang berkuasa dan berpengaruh,&quot; tutur Dahnil.

Lebih lanjut, Dahnil berharap upaya memojokkan Novel sebagai korban yang justru dituduh melakukan penghambatan proses penyidikan sehingga berujung pada kriminalisasi tidak dilakukan oleh pihak kepolisian.

&quot;Dan meminta kepada Presiden untuk meninggikan komitmen beliau dalam upaya pemberantasan korupsi melalui penuntasan kasus teror terhadap Novel ini dengan cara membentuk TGPF,&quot; pungkas dia.

Sekadar diketahui, Novel akan diperiksa polisi hari ini dengan didampingi Ketua KPK Agus Rahardjo. Pemeriksaan itu dilakukan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura.

Selain memeriksa kasus penyiraman terhadap Novel, polisi juga akan mengklarifikasi pernyataan Novel di salah satu media asing soal dugaan keterlibatan jenderal polisi di balik kasus penyiraman air keras itu.

Novel disiram air keras oleh dua orang pengendara motor di dekat rumahnya pada 11 April 2017 seusai Salat Subuh. Mata Novel pun rusak sehingga harus dirawat di Singapore National Eye Centre (SNEC) sejak 12 April 2017.

Novel diperiksa hari ini karena Kamis 17 Agustus dia akan menjalani operasi besar pada mata kirinya.

Hingga lebih dari 100 hari pelaku penyiram Novel belum ditemukan meski polisi sudah memeriksa banyak saksi, membuat sketsa terduga pelaku hingga menahan sejumlah orang yang kemudian dilepaskan lagi.

Sketsa pelaku yang ditunjukkan Kapolri seusai bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada Senin 31 Juli menunjukkan pelaku adalah pria dengan ciri-ciri tinggi 167-170 cm, berkulit agak hitam, rambut keriting dan badan cukup ramping.
</content:encoded></item></channel></rss>
