<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>HARI MERDEKA: Kapal Telok Abang, Mainan Khas Palembang yang Hanya Ada di Bulan Agustus</title><description>Harga yang dipatokpun bervariasi, mulai dari Rp15 ribu hingga Rp30 ribu saja.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/17/340/1757446/hari-merdeka-kapal-telok-abang-mainan-khas-palembang-yang-hanya-ada-di-bulan-agustus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/08/17/340/1757446/hari-merdeka-kapal-telok-abang-mainan-khas-palembang-yang-hanya-ada-di-bulan-agustus"/><item><title>HARI MERDEKA: Kapal Telok Abang, Mainan Khas Palembang yang Hanya Ada di Bulan Agustus</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/17/340/1757446/hari-merdeka-kapal-telok-abang-mainan-khas-palembang-yang-hanya-ada-di-bulan-agustus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/08/17/340/1757446/hari-merdeka-kapal-telok-abang-mainan-khas-palembang-yang-hanya-ada-di-bulan-agustus</guid><pubDate>Kamis 17 Agustus 2017 01:09 WIB</pubDate><dc:creator>Melly Puspita</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/16/340/1757446/hari-merdeka-kapal-telok-abang-mainan-khas-palembang-yang-hanya-ada-di-bulan-agustus-gG27qVxLkY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapal Telok Abang yang Hanya Ada saat Momen Agustusan di Palembang (Foto: Melly/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/16/340/1757446/hari-merdeka-kapal-telok-abang-mainan-khas-palembang-yang-hanya-ada-di-bulan-agustus-gG27qVxLkY.jpg</image><title>Kapal Telok Abang yang Hanya Ada saat Momen Agustusan di Palembang (Foto: Melly/Okezone)</title></images><description>PALEMBANG - Momen hari kemerdekaan Republik Indonesia menjadi salah satu peristiwa yang paling ditunggu-tunggu oleh mayoritas masyarakat di seluruh tanah air. Bukan hanya perayaannya saja, momentum ini juga di manfaatkan para pedagang untuk meraup rejeki dengan berjualan makanan atau mainan yang hanya dijual pada bulan Agustus saja.

Seperti yang dilakukan oleh pedagang kaki lima di Jalan Merdeka depan Kantor Walikota Palembang. Mereka menjajakan dagangan berupa mainan kapal-kapalan yang terbuat dari kardus dan ditaruh telur rebus berwarna merah di dalamnya.

Tak ketinggalan, kapal ini juga dibuat ornamen yang menarik seperti diberi warna merah putih ataupun warna batik. Harga yang dipatokpun bervariasi, mulai dari Rp15 ribu hingga Rp30 ribu saja.

Dulunya, kapal-kapalan ini bukan terbuat dari kardus bekas, tetapi dari Styrofoam. Sebenarnya, tradisi mainan telok abang di Palembang sudah dimulai dari sebelum bangsa Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya.

Tradisi telok abang di Palembang dulunya dilakukan untuk memperingati hari ulang tahun ratu Belanda Wilhelmina II pada saat Indonesia dalam masa kolonialisme. Namun tradisi berubah untuk memperingati kemerdekaan bangsa Indonesia.

Telok Abang merupakan telur rebus yang diberi warna merah. Dahulu bahan yang digunakan untuk telok abang merupakan telur bebek, namun semakin hari telur ayam lebih banyak digunakan untuk bahan pembuatannya. Pewarna yang digunakan untuk pembuatan Telok Abang merupakan pewarna makanan yang berwarna merah atau di dalam bahasa Palembang biasa disebut abang kue.

Miniatur mainan yang berupa transfortasi menjadi daya tarik untuk membeli telok abang. Terutama anak anak. Telok abang bisa menjadi media pengenalan yang baik untuk anak anak mengenal tradisi dan budaya kota Palembang serta memaknai kemerdekaan Indonesia.

Feni (28) salah satu pedagang mainan telok Abang mengatakan omset yang diraih saat jualan mainan tersebut bisa mencapai jutaan rupiah. Berdagang inipun merupakan warisan turun-temurun dari keluarganya.

&quot;Saya berjualan ini sudah lama, bahkan semenjak remaja saya sudah ikut berjualan ini bersama keluarga saya. Kita mematok harga tidak terlalu mahal. Mainan ini hanya ada pada saat bulan Agustus saja,&quot; kata Feni.

Diketahui, selain mainan telok Abang, di Palembang juga terdapat makanan khas cuma ada pada momentum 17-san yakni Telok Ukan dan Telok Pindang. Cara penjualan Telok ukan dan pindang ini dijajakan dengan cara kaki lima.

Pedagang akan berjejer dipinggiran trotoar jalan untuk menarik minat pembeli. Puluhan pedagang telur ukan dan telur pindang dari pagi hingga sore hari menjajakan dagangan mereka di Jalan Merdeka, Palembang. Cukup dengan uang Rp5 ribu, Anda sudah bisa menikmati satu butir Telok Ukan maupun Telok Pindang.</description><content:encoded>PALEMBANG - Momen hari kemerdekaan Republik Indonesia menjadi salah satu peristiwa yang paling ditunggu-tunggu oleh mayoritas masyarakat di seluruh tanah air. Bukan hanya perayaannya saja, momentum ini juga di manfaatkan para pedagang untuk meraup rejeki dengan berjualan makanan atau mainan yang hanya dijual pada bulan Agustus saja.

Seperti yang dilakukan oleh pedagang kaki lima di Jalan Merdeka depan Kantor Walikota Palembang. Mereka menjajakan dagangan berupa mainan kapal-kapalan yang terbuat dari kardus dan ditaruh telur rebus berwarna merah di dalamnya.

Tak ketinggalan, kapal ini juga dibuat ornamen yang menarik seperti diberi warna merah putih ataupun warna batik. Harga yang dipatokpun bervariasi, mulai dari Rp15 ribu hingga Rp30 ribu saja.

Dulunya, kapal-kapalan ini bukan terbuat dari kardus bekas, tetapi dari Styrofoam. Sebenarnya, tradisi mainan telok abang di Palembang sudah dimulai dari sebelum bangsa Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya.

Tradisi telok abang di Palembang dulunya dilakukan untuk memperingati hari ulang tahun ratu Belanda Wilhelmina II pada saat Indonesia dalam masa kolonialisme. Namun tradisi berubah untuk memperingati kemerdekaan bangsa Indonesia.

Telok Abang merupakan telur rebus yang diberi warna merah. Dahulu bahan yang digunakan untuk telok abang merupakan telur bebek, namun semakin hari telur ayam lebih banyak digunakan untuk bahan pembuatannya. Pewarna yang digunakan untuk pembuatan Telok Abang merupakan pewarna makanan yang berwarna merah atau di dalam bahasa Palembang biasa disebut abang kue.

Miniatur mainan yang berupa transfortasi menjadi daya tarik untuk membeli telok abang. Terutama anak anak. Telok abang bisa menjadi media pengenalan yang baik untuk anak anak mengenal tradisi dan budaya kota Palembang serta memaknai kemerdekaan Indonesia.

Feni (28) salah satu pedagang mainan telok Abang mengatakan omset yang diraih saat jualan mainan tersebut bisa mencapai jutaan rupiah. Berdagang inipun merupakan warisan turun-temurun dari keluarganya.

&quot;Saya berjualan ini sudah lama, bahkan semenjak remaja saya sudah ikut berjualan ini bersama keluarga saya. Kita mematok harga tidak terlalu mahal. Mainan ini hanya ada pada saat bulan Agustus saja,&quot; kata Feni.

Diketahui, selain mainan telok Abang, di Palembang juga terdapat makanan khas cuma ada pada momentum 17-san yakni Telok Ukan dan Telok Pindang. Cara penjualan Telok ukan dan pindang ini dijajakan dengan cara kaki lima.

Pedagang akan berjejer dipinggiran trotoar jalan untuk menarik minat pembeli. Puluhan pedagang telur ukan dan telur pindang dari pagi hingga sore hari menjajakan dagangan mereka di Jalan Merdeka, Palembang. Cukup dengan uang Rp5 ribu, Anda sudah bisa menikmati satu butir Telok Ukan maupun Telok Pindang.</content:encoded></item></channel></rss>
