<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>HARI MERDEKA: Melihat Jejak Soekarno Melawan Belanda di Bandung</title><description>Perjuangan Ir Soekarno untuk memimpin bangsa Indonesia keluar dari  penjajahan Belanda bersama para pejuang lainnya berlangsung panjang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/17/525/1757599/hari-merdeka-melihat-jejak-soekarno-melawan-belanda-di-bandung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/08/17/525/1757599/hari-merdeka-melihat-jejak-soekarno-melawan-belanda-di-bandung"/><item><title>HARI MERDEKA: Melihat Jejak Soekarno Melawan Belanda di Bandung</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/17/525/1757599/hari-merdeka-melihat-jejak-soekarno-melawan-belanda-di-bandung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/08/17/525/1757599/hari-merdeka-melihat-jejak-soekarno-melawan-belanda-di-bandung</guid><pubDate>Kamis 17 Agustus 2017 09:24 WIB</pubDate><dc:creator>Oris Riswan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/17/525/1757599/hari-merdeka-melihat-jejak-soekarno-melawan-belanda-di-bandung-Bp2fWFfgQK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Oris Riswan/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/17/525/1757599/hari-merdeka-melihat-jejak-soekarno-melawan-belanda-di-bandung-Bp2fWFfgQK.jpg</image><title>Foto: Oris Riswan/Okezone</title></images><description>BANDUNG - Perjuangan Ir Soekarno untuk memimpin bangsa Indonesia keluar dari penjajahan Belanda bersama para pejuang lainnya berlangsung panjang. Salah satu titik perjuangan pria yang akrab disapa Bung Karno itu adalah di Kota Bandung.

Gedung Indonesia Menggugat (GIM) yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, menjadi saksi bisu bagaimana perjuangan Bung Karno.

GIM sendiri awalnya merupakan rumah tinggal yang dibangun pada 1906-1907. Tapi sejak 1917, pemerintah kolonial Belanda saat itu mengubah fungsinya menjadi Landraad atau Gedung Pengadilan.

Saat menjadi Gedung Pengadilan, salah satu yang akan dikenang dalam sejarah adalah perlawanan Bung Karno dan kawan-kawan terhadap Belanda. Momen itu adalah saat Bung Karno yang dinilai sebagai pemberontak disidang bersama tiga rekannya, yaitu Gatot Mangkoepradja, Maskoen, dan Soepriadinata.

Saat itu, mereka didakwa atas tuduhan akan menggulingkan pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Dalam sidang itu, Bung Karno menulis pledoi atau pembelaan dengan judul 'Indonesie Klaagt Aan' atau 'Indonesia Menggugat'.

Pledo itu dibacakan Bung Karno dalam dua hari persidangan yaitu pada 1-2 Desember 1930. Pledoi itu sendiri dibuat Bung Karno selama dalam penjara, tepatnya di Penjara Banceuy yang berlokasi di sekitar Jalan Banceuy, Kota Bandung.

Seiring berjalannya waktu, Bung Karno dan tiga kawan seperjuangannya dijatuhi hukuman penjara 4 tahun 6 bulan. Mereka kemudian mendekam di Penjara Sukamiskin.

Tapi, perjuangan Bung Karno tidak berhenti di situ. Lewat perjuangan keras dan panjang, Bung Karno dan para pejuang lainnya semakin bersemangat melawan penjajahan Belanda.

Hingga akhirnya, Bung Karno dan para pejuang bangsa mampu membawa Indonesia keluar dari penjajahan Belanda. Saat ini, anak-anak bangsa pun tinggal menikmati dan meneruskan hasil perjuangan para pejuang di masa lalu.

Gedung Indonesia Menggugat pun akan tetap menjadi saksi bisu perlawanan Bung Karno dan kawan-kawan terhadap kolonialisme. Kini, gedung itu menjadi ruang publik yang terbuka untuk umum.

Siapapun bisa datang ke lokasi untuk mengenang bagaimana perjuangan Bung Karno. Bahkan, gedung itu masih sama seperti dulu meski ada beberapa perbaikan dan penambahan.

Salah satu yang masih terjaga adalah ruang sidang. Di sana, ruangan tetap seperti dulu. Bahkan, meja dan kursi tempat Bung Karno disidang merupakan benda orisinil yang dipakai di masa lalu.

Di sana, beberapa kegiatan sering digelar. Proses perizinan pun relatif tidak rumit jika ingin menggelar kegiatan di sana. Tapi, biasanya kegiatan yang digelar jauh dari kegiatan politik.

Gedung itu kini berada dibawah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat. Tapi, sebelum itu, gedung tersebut pernah beberapa kali menjadi area perkantoran.

Di antaranya pada 1947-1947, GIM menjadi kantor PMI, 1949-1953 menjadi kantor KPP Pusat, 1953-1970 menjadi Kantor Perjalanan dan Kas Otonom Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, dan 1970-2002 menjadi Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat.</description><content:encoded>BANDUNG - Perjuangan Ir Soekarno untuk memimpin bangsa Indonesia keluar dari penjajahan Belanda bersama para pejuang lainnya berlangsung panjang. Salah satu titik perjuangan pria yang akrab disapa Bung Karno itu adalah di Kota Bandung.

Gedung Indonesia Menggugat (GIM) yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, menjadi saksi bisu bagaimana perjuangan Bung Karno.

GIM sendiri awalnya merupakan rumah tinggal yang dibangun pada 1906-1907. Tapi sejak 1917, pemerintah kolonial Belanda saat itu mengubah fungsinya menjadi Landraad atau Gedung Pengadilan.

Saat menjadi Gedung Pengadilan, salah satu yang akan dikenang dalam sejarah adalah perlawanan Bung Karno dan kawan-kawan terhadap Belanda. Momen itu adalah saat Bung Karno yang dinilai sebagai pemberontak disidang bersama tiga rekannya, yaitu Gatot Mangkoepradja, Maskoen, dan Soepriadinata.

Saat itu, mereka didakwa atas tuduhan akan menggulingkan pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Dalam sidang itu, Bung Karno menulis pledoi atau pembelaan dengan judul 'Indonesie Klaagt Aan' atau 'Indonesia Menggugat'.

Pledo itu dibacakan Bung Karno dalam dua hari persidangan yaitu pada 1-2 Desember 1930. Pledoi itu sendiri dibuat Bung Karno selama dalam penjara, tepatnya di Penjara Banceuy yang berlokasi di sekitar Jalan Banceuy, Kota Bandung.

Seiring berjalannya waktu, Bung Karno dan tiga kawan seperjuangannya dijatuhi hukuman penjara 4 tahun 6 bulan. Mereka kemudian mendekam di Penjara Sukamiskin.

Tapi, perjuangan Bung Karno tidak berhenti di situ. Lewat perjuangan keras dan panjang, Bung Karno dan para pejuang lainnya semakin bersemangat melawan penjajahan Belanda.

Hingga akhirnya, Bung Karno dan para pejuang bangsa mampu membawa Indonesia keluar dari penjajahan Belanda. Saat ini, anak-anak bangsa pun tinggal menikmati dan meneruskan hasil perjuangan para pejuang di masa lalu.

Gedung Indonesia Menggugat pun akan tetap menjadi saksi bisu perlawanan Bung Karno dan kawan-kawan terhadap kolonialisme. Kini, gedung itu menjadi ruang publik yang terbuka untuk umum.

Siapapun bisa datang ke lokasi untuk mengenang bagaimana perjuangan Bung Karno. Bahkan, gedung itu masih sama seperti dulu meski ada beberapa perbaikan dan penambahan.

Salah satu yang masih terjaga adalah ruang sidang. Di sana, ruangan tetap seperti dulu. Bahkan, meja dan kursi tempat Bung Karno disidang merupakan benda orisinil yang dipakai di masa lalu.

Di sana, beberapa kegiatan sering digelar. Proses perizinan pun relatif tidak rumit jika ingin menggelar kegiatan di sana. Tapi, biasanya kegiatan yang digelar jauh dari kegiatan politik.

Gedung itu kini berada dibawah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat. Tapi, sebelum itu, gedung tersebut pernah beberapa kali menjadi area perkantoran.

Di antaranya pada 1947-1947, GIM menjadi kantor PMI, 1949-1953 menjadi kantor KPP Pusat, 1953-1970 menjadi Kantor Perjalanan dan Kas Otonom Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, dan 1970-2002 menjadi Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat.</content:encoded></item></channel></rss>
