<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6 Lika-liku Jadi Anggota Paskibraka, Ada yang Dihukum karena Ketahuan Pacaran</title><description>Berikut fakta dan lika-liku anggota Paskibraka selama menjalankan tugasnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/19/337/1758921/6-lika-liku-jadi-anggota-paskibraka-ada-yang-dihukum-karena-ketahuan-pacaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/08/19/337/1758921/6-lika-liku-jadi-anggota-paskibraka-ada-yang-dihukum-karena-ketahuan-pacaran"/><item><title>6 Lika-liku Jadi Anggota Paskibraka, Ada yang Dihukum karena Ketahuan Pacaran</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/19/337/1758921/6-lika-liku-jadi-anggota-paskibraka-ada-yang-dihukum-karena-ketahuan-pacaran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/08/19/337/1758921/6-lika-liku-jadi-anggota-paskibraka-ada-yang-dihukum-karena-ketahuan-pacaran</guid><pubDate>Sabtu 19 Agustus 2017 12:51 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/19/337/1758921/7-lika-liku-jadi-anggota-paskibraka-ada-yang-dihukum-karena-ketahuan-pacaran-FhEzVv8z04.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/19/337/1758921/7-lika-liku-jadi-anggota-paskibraka-ada-yang-dihukum-karena-ketahuan-pacaran-FhEzVv8z04.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Seolah tak kenal lelah, di kala sebagian anak muda memilih ngafe,  nongkrong, dan duduk di tempat yang dingin, ada anak-anak muda yang  memilih untuk beraktivitas di bawah terik matahari, dengan posisi sikap  tegap sempurna dan pandangan lurus ke depan.
Anak-anak muda ini memilih menyalurkan energi positifnya untuk terjun di  lapangan, mengibarkan sang merah putih, menjadi Pasukan Pengibar  Bendera Pusaka atau dikenal Paskibraka. Bulan Agustus identik dengan  pasukan ini untuk unjuk gigi. Namun, tahukah kalian kalau dalam tim  solid tersebut ada banyak fakta menarik? Yuk, simak lebih jauh lagi!   1. Seleksi Yang Ketat  Tak bisa dipungkiri lagi untuk menjadi bagian dari tim Paskibraka, harus  melalui tahapan seleksi yang superketat dan panjang. Calon anggota  Paskibraka harus melewatinya mulai tahapan tingkat kota, provinsi,  sampai tingkat nasional. Seperti yang diceritakan Zaeri Khoiruddin,  Paskibraka Kota Administrasi Jakarta Timur tahun 2010.   &amp;ldquo;Panjang dan ketat untuk bisa lolos menjadi anggota Paskibraka. Seleksi  dimulai dari tingkat kecamatan, kemudian masuk tingkat kota yang  dilaksanakan selama dua hari, yang lolos akan mendapat predikat calon  Paskibraka (capaska),&amp;rdquo; sebutnya.

Tak selesai sampai di situ, capaska  akan mendapat pelatihan selama dua minggu untuk kemudian naik ke tingkat  provinsi, yang kemudian mendapat predikat calon Paskibraka nasional  (capasnas). &amp;ldquo;Di capasnas akan mendapat pembekalan atau pelatihan sekitar  satu bulan. Dari Juli sampai Agustus sudah masuk karantina di Cibubur,&amp;rdquo;  sebutnya.   2. Berani Panas-Panasan  Kulit yang menghitam tak menjadi masalah bagi anak-anak Paskibraka.  Muvida Pratiwi Fallugah, pembawa baki Paskibraka Nasional tahun 2011,  mengaku tidak takut kulit menjadi gelap. &amp;ldquo;Perasaan aku waktu itu sangat  ikhlas walaupun kulit harus hitam.   &quot;Enggak masalah buat aku karena sudah komitmen dan itu keinginanku,  berarti aku harus terima konsekuensinya. Semua itu terbayarkan dengan  rasa bangga dan cintaku kepada Tanah Air,&amp;rdquo; ucapnya.
Hal serupa juga  dikatakan Atthina Ayu Mustika, pembawa baki Paskibraka Kota Administrasi  Jakarta Timur tahun 2010. &amp;ldquo;Kulit gelap sempat jadi masalah. Pusing juga  saat itu. Akhirnya seiring berjalan waktu, gue sadar, hitam putih  kuning cokelat sama aja, semua perempuan itu cantik,&amp;rdquo; jawabnya sambil  tertawa.   3. Jadi Tempat Belajar Disiplin Diri Siapa yang tidak kenal dengan Fero Walandouw, dancer sekaligus aktor  muda ini ternyata pernah mengikuti Paskibra ketika SMA lho. Fero menjadi  bagian dari Paskibra Tingkat Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2006  sebagai Komandan Kelompok Pasukan 8. &amp;ldquo;Untuk pengembangan diri secara  mental, fisik, akademik dan juga mendapat motivasi dari guru,&amp;rdquo; menjadi  alasan Fero terjun ke Paskibra.   Ditambahkannya, mengikuti pasukan pengibar bendera menjadi lebih  terlatih dalam hal kedisiplinan. Selain Fero, Muvida perempuan kelahiran  Gorontalo juga mengatakan, &amp;ldquo;Dalam mengikuti Paskibra, bukan hanya PBB  yang kita dapatkan tapi pengembangan wawasan dan ilmu pengetahuan juga  pasti kita dapatkan,&amp;rdquo; sebutnya.   4.Tuntutan Rambut Pendek  Fakta lainnya seorang Paskibraka harus memangkas rambut menjadi  superpendek (3 jari di bawah telinga) untuk perempuan dan model botak  untuk laki-laki. &amp;ldquo;Santai kalau rambut dibotakin karena cowok kan cepat  numbuhnya, yang lebih sering khawatir kalau cewek yang dipotong pendek,&amp;rdquo;  jawab Fero ketika ditanyai mengenai tanggapannya soal rambut. Hal yang  senada juga disampaikan Atthina.   &amp;ldquo;Dari dulu aku pakai kerudung, tapi biar adil harus dipotong juga pas  sampai jadi calon Paskibraka,&amp;rdquo; katanya. Muvida juga menyampaikan pesan  untuk para calon Paskibraka (capaska), &amp;ldquo;Buat kamu yang tertarik menjadi  bagian dari Paskibraka, enggak boleh takut dengan rambut pendek. Karena  nanti juga bakalan panjang lagi,&amp;rdquo; katanya.
 5. Jadian Pada Tanggal 17 Agustus  Salah satu peraturan Paskibraka, baik di tingkat kota maupun nasional  ialah melakukan komunikasi atau menjalin hubungan khusus dengan senior  atau sesama capaska selama proses latihan. &amp;ldquo;Haram hukumnya, kalau  ketahuan, keduanya akan dipanggil. Untuk capaska biasanya hanya mendapat  teguran dan hukuman yang membentuk fisik, tapi bikin jera (push up, sit  up, dan lari), tanpa harus diskorsing atau keluarkan.&amp;nbsp; Sementara seniornya akan mendapat hukuman atau wajib memutuskan  hubungannya,&amp;rdquo; kata Zaeri Khoiruddin, Wakil Komandan Latihan Paskibraka  Jakarta Timur tahun 2017.
Setiap tahun banyak kasus yang terjadi,  beberapa ada yang putus, kemudian balikan pada tanggal 17 Agustus dan  banyak juga yang jadian. &amp;ldquo;Biasanya setelah 17-an banyak yang jadian,  hari ini yang baru ketahuan 1 pasang saja, pada enggak sabaran,&amp;rdquo; jawab  Zaeri sambil tertawa.
  6. Makan Ngebut Dan Tanggung Jawab  Selama latihan di asrama, proses makan menjadi salah satu kenangan yang  tidak terlupakan. &amp;ldquo;Yang enggak habis tepat waktu bakal dapat hukuman.  Tahun ini paling cepat 7 menit untuk capaska Jaktim. Sebelum dihukum,  harus selesai makan dulu, dan tetap diwaktuin, dengan waktu yang lebih  cepat,&amp;rdquo; kata Zeri yang juga Purna Paskibraka Jakarta Timur tahun 2010.   Makanan harus dihabiskan sendiri tanpa bantuan teman, alasannya menurut  Zaeri ialah, &amp;ldquo;Jadi diajarkan bertanggung jawab untuk menghabiskan  sendiri.&amp;rdquo; Fakta menarik lainnya, tomat menjadi bagian wajib dalam menu  makan calon Paskibraka (capaska) tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur  tahun 2010.
</description><content:encoded>JAKARTA - Seolah tak kenal lelah, di kala sebagian anak muda memilih ngafe,  nongkrong, dan duduk di tempat yang dingin, ada anak-anak muda yang  memilih untuk beraktivitas di bawah terik matahari, dengan posisi sikap  tegap sempurna dan pandangan lurus ke depan.
Anak-anak muda ini memilih menyalurkan energi positifnya untuk terjun di  lapangan, mengibarkan sang merah putih, menjadi Pasukan Pengibar  Bendera Pusaka atau dikenal Paskibraka. Bulan Agustus identik dengan  pasukan ini untuk unjuk gigi. Namun, tahukah kalian kalau dalam tim  solid tersebut ada banyak fakta menarik? Yuk, simak lebih jauh lagi!   1. Seleksi Yang Ketat  Tak bisa dipungkiri lagi untuk menjadi bagian dari tim Paskibraka, harus  melalui tahapan seleksi yang superketat dan panjang. Calon anggota  Paskibraka harus melewatinya mulai tahapan tingkat kota, provinsi,  sampai tingkat nasional. Seperti yang diceritakan Zaeri Khoiruddin,  Paskibraka Kota Administrasi Jakarta Timur tahun 2010.   &amp;ldquo;Panjang dan ketat untuk bisa lolos menjadi anggota Paskibraka. Seleksi  dimulai dari tingkat kecamatan, kemudian masuk tingkat kota yang  dilaksanakan selama dua hari, yang lolos akan mendapat predikat calon  Paskibraka (capaska),&amp;rdquo; sebutnya.

Tak selesai sampai di situ, capaska  akan mendapat pelatihan selama dua minggu untuk kemudian naik ke tingkat  provinsi, yang kemudian mendapat predikat calon Paskibraka nasional  (capasnas). &amp;ldquo;Di capasnas akan mendapat pembekalan atau pelatihan sekitar  satu bulan. Dari Juli sampai Agustus sudah masuk karantina di Cibubur,&amp;rdquo;  sebutnya.   2. Berani Panas-Panasan  Kulit yang menghitam tak menjadi masalah bagi anak-anak Paskibraka.  Muvida Pratiwi Fallugah, pembawa baki Paskibraka Nasional tahun 2011,  mengaku tidak takut kulit menjadi gelap. &amp;ldquo;Perasaan aku waktu itu sangat  ikhlas walaupun kulit harus hitam.   &quot;Enggak masalah buat aku karena sudah komitmen dan itu keinginanku,  berarti aku harus terima konsekuensinya. Semua itu terbayarkan dengan  rasa bangga dan cintaku kepada Tanah Air,&amp;rdquo; ucapnya.
Hal serupa juga  dikatakan Atthina Ayu Mustika, pembawa baki Paskibraka Kota Administrasi  Jakarta Timur tahun 2010. &amp;ldquo;Kulit gelap sempat jadi masalah. Pusing juga  saat itu. Akhirnya seiring berjalan waktu, gue sadar, hitam putih  kuning cokelat sama aja, semua perempuan itu cantik,&amp;rdquo; jawabnya sambil  tertawa.   3. Jadi Tempat Belajar Disiplin Diri Siapa yang tidak kenal dengan Fero Walandouw, dancer sekaligus aktor  muda ini ternyata pernah mengikuti Paskibra ketika SMA lho. Fero menjadi  bagian dari Paskibra Tingkat Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2006  sebagai Komandan Kelompok Pasukan 8. &amp;ldquo;Untuk pengembangan diri secara  mental, fisik, akademik dan juga mendapat motivasi dari guru,&amp;rdquo; menjadi  alasan Fero terjun ke Paskibra.   Ditambahkannya, mengikuti pasukan pengibar bendera menjadi lebih  terlatih dalam hal kedisiplinan. Selain Fero, Muvida perempuan kelahiran  Gorontalo juga mengatakan, &amp;ldquo;Dalam mengikuti Paskibra, bukan hanya PBB  yang kita dapatkan tapi pengembangan wawasan dan ilmu pengetahuan juga  pasti kita dapatkan,&amp;rdquo; sebutnya.   4.Tuntutan Rambut Pendek  Fakta lainnya seorang Paskibraka harus memangkas rambut menjadi  superpendek (3 jari di bawah telinga) untuk perempuan dan model botak  untuk laki-laki. &amp;ldquo;Santai kalau rambut dibotakin karena cowok kan cepat  numbuhnya, yang lebih sering khawatir kalau cewek yang dipotong pendek,&amp;rdquo;  jawab Fero ketika ditanyai mengenai tanggapannya soal rambut. Hal yang  senada juga disampaikan Atthina.   &amp;ldquo;Dari dulu aku pakai kerudung, tapi biar adil harus dipotong juga pas  sampai jadi calon Paskibraka,&amp;rdquo; katanya. Muvida juga menyampaikan pesan  untuk para calon Paskibraka (capaska), &amp;ldquo;Buat kamu yang tertarik menjadi  bagian dari Paskibraka, enggak boleh takut dengan rambut pendek. Karena  nanti juga bakalan panjang lagi,&amp;rdquo; katanya.
 5. Jadian Pada Tanggal 17 Agustus  Salah satu peraturan Paskibraka, baik di tingkat kota maupun nasional  ialah melakukan komunikasi atau menjalin hubungan khusus dengan senior  atau sesama capaska selama proses latihan. &amp;ldquo;Haram hukumnya, kalau  ketahuan, keduanya akan dipanggil. Untuk capaska biasanya hanya mendapat  teguran dan hukuman yang membentuk fisik, tapi bikin jera (push up, sit  up, dan lari), tanpa harus diskorsing atau keluarkan.&amp;nbsp; Sementara seniornya akan mendapat hukuman atau wajib memutuskan  hubungannya,&amp;rdquo; kata Zaeri Khoiruddin, Wakil Komandan Latihan Paskibraka  Jakarta Timur tahun 2017.
Setiap tahun banyak kasus yang terjadi,  beberapa ada yang putus, kemudian balikan pada tanggal 17 Agustus dan  banyak juga yang jadian. &amp;ldquo;Biasanya setelah 17-an banyak yang jadian,  hari ini yang baru ketahuan 1 pasang saja, pada enggak sabaran,&amp;rdquo; jawab  Zaeri sambil tertawa.
  6. Makan Ngebut Dan Tanggung Jawab  Selama latihan di asrama, proses makan menjadi salah satu kenangan yang  tidak terlupakan. &amp;ldquo;Yang enggak habis tepat waktu bakal dapat hukuman.  Tahun ini paling cepat 7 menit untuk capaska Jaktim. Sebelum dihukum,  harus selesai makan dulu, dan tetap diwaktuin, dengan waktu yang lebih  cepat,&amp;rdquo; kata Zeri yang juga Purna Paskibraka Jakarta Timur tahun 2010.   Makanan harus dihabiskan sendiri tanpa bantuan teman, alasannya menurut  Zaeri ialah, &amp;ldquo;Jadi diajarkan bertanggung jawab untuk menghabiskan  sendiri.&amp;rdquo; Fakta menarik lainnya, tomat menjadi bagian wajib dalam menu  makan calon Paskibraka (capaska) tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur  tahun 2010.
</content:encoded></item></channel></rss>
