<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap! PBB Gagalkan 'Paket' dari Korut ke Badan Senjata Kimia Suriah</title><description>Rezim Korut diketahui dua kali  melakukan pengiriman ke  sebuah badan pemerintah Suriah yang bertanggung  jawab atas senjata  kimia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/22/18/1760447/terungkap-pbb-gagalkan-paket-dari-korut-ke-badan-senjata-kimia-suriah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/08/22/18/1760447/terungkap-pbb-gagalkan-paket-dari-korut-ke-badan-senjata-kimia-suriah"/><item><title>Terungkap! PBB Gagalkan 'Paket' dari Korut ke Badan Senjata Kimia Suriah</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/22/18/1760447/terungkap-pbb-gagalkan-paket-dari-korut-ke-badan-senjata-kimia-suriah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/08/22/18/1760447/terungkap-pbb-gagalkan-paket-dari-korut-ke-badan-senjata-kimia-suriah</guid><pubDate>Selasa 22 Agustus 2017 10:39 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/22/18/1760447/terungkap-pbb-gagalkan-paket-dari-korut-ke-badan-senjata-kimia-suriah-rmw5yKuXuT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Sindonews/Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/22/18/1760447/terungkap-pbb-gagalkan-paket-dari-korut-ke-badan-senjata-kimia-suriah-rmw5yKuXuT.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Sindonews/Istimewa)</title></images><description>NEW YORK - Rezim Korea Utara (Korut) diketahui dua kali  melakukan pengiriman ke sebuah badan pemerintah Suriah yang bertanggung  jawab atas senjata kimia. Pengiriman yang dilakukan dalam enam bulan  terakhir itu berhasil digagalkan.Hal itu terungkap dalam sebuah  laporan rahasia mengenai pelanggaran sanksi Korut. Namun laporan oleh  panel pakar PBB yang independen itu tidak memberikan rincian kapan atau  di mana terjadinya pencegatan atau apa yang dikirimkan.&quot;Panel  tersebut sedang menyelidiki zat kimia terlarang, rudal balistik dan  kerja sama senjata konvensional antara Suriah dan Korut,&quot; tulis para  ahli dalam laporan setebal 37 halaman tersebut.&quot;Dua negara  anggota mencantumkan pengiriman yang diperuntunkkan untuk Suriah. Negara  Anggota lain memberi tahu panel bahwa mereka memiliki alasan untuk  percaya bahwa barang tersebut merupakan bagian dari kontrak KOMID dengan  Suriah,&quot; menurut laporan tersebut seperti disitir dari Reuters, Selasa  (22/8/2017).KOMID adalah Korea Mining Development Trading  Corporation. Program tersebut masuk daftar hitam oleh Dewan Keamanan  pada tahun 2009. Program itu digambarkan sebagai agen senjata utama  Pyongyang dan pengekspor peralatan yang berkaitan dengan rudal balistik  dan senjata konvensional. Pada bulan Maret 2016 dewan juga memasukkan  dua wakil KOMID di Suriah.&quot;Para penerima adalah entitas Suriah  yang ditunjuk oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat sebagai perusahaan  terdepan untuk Scientific Studies and Research Center (SSRC) Suriah,  entitas Suriah yang diidentifikasi oleh Panel karena bekerja sama dengan  KOMID dalam pengiriman barang terlarang sebelumnya,&quot; tulis para ahli  PBB.SSRC telah mengawasi program senjata kimia negara tersebut sejak tahun 1970an.Para  pakar PBB mengatakan kegiatan antara Suriah dan Korut yang mereka  selidiki termasuk kerjasama program rudal scud Suriah dan pemeliharaan  serta perbaikan sistem pertahanan udara rudal permukaan ke udara Suriah.Para  ahli mengatakan mereka juga menyelidiki penggunaan gas saraf VX di  Malaysia untuk membunuh saudara tiri pemimpin Korut Kim Jong-un yang  terasing pada bulan Februari lalu.Misi Diplomatik Korut dan Suriah di Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak segera menanggapi permintaan untuk memberikan komentar.Korut  telah mendapat sanksi PBB sejak tahun 2006 karena rudal balistik dan  program nuklirnya. Dewan Keamanan PBB juga telah meningkatkan sejumlah  sanksi untuk menanggapi lima uji coba senjata nuklir dan empat rudal  jarak jauh Korut.
Sementara Suriah setuju untuk menghancurkan senjata kimianya pada tahun  2013 dengan kesepakatan yang ditengahi oleh Rusia dan AS. Namun, para  diplomat dan inspektur senjata menduga Suriah mungkin secara diam-diam  mempertahankan atau mengembangkan kemampuan senjata kimia baru.Selama  perang sipil yang berkecamuk lebih dari enam tahun di negara tersebut,  Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia mengatakan bahwa senjata kimia  telah digunakan setidaknya dua kali, sementara penggunaan klorin sebagai  senjata telah tersebar luas. Pemerintah Suriah telah berkali-kali  membantah menggunakan senjata kimia.</description><content:encoded>NEW YORK - Rezim Korea Utara (Korut) diketahui dua kali  melakukan pengiriman ke sebuah badan pemerintah Suriah yang bertanggung  jawab atas senjata kimia. Pengiriman yang dilakukan dalam enam bulan  terakhir itu berhasil digagalkan.Hal itu terungkap dalam sebuah  laporan rahasia mengenai pelanggaran sanksi Korut. Namun laporan oleh  panel pakar PBB yang independen itu tidak memberikan rincian kapan atau  di mana terjadinya pencegatan atau apa yang dikirimkan.&quot;Panel  tersebut sedang menyelidiki zat kimia terlarang, rudal balistik dan  kerja sama senjata konvensional antara Suriah dan Korut,&quot; tulis para  ahli dalam laporan setebal 37 halaman tersebut.&quot;Dua negara  anggota mencantumkan pengiriman yang diperuntunkkan untuk Suriah. Negara  Anggota lain memberi tahu panel bahwa mereka memiliki alasan untuk  percaya bahwa barang tersebut merupakan bagian dari kontrak KOMID dengan  Suriah,&quot; menurut laporan tersebut seperti disitir dari Reuters, Selasa  (22/8/2017).KOMID adalah Korea Mining Development Trading  Corporation. Program tersebut masuk daftar hitam oleh Dewan Keamanan  pada tahun 2009. Program itu digambarkan sebagai agen senjata utama  Pyongyang dan pengekspor peralatan yang berkaitan dengan rudal balistik  dan senjata konvensional. Pada bulan Maret 2016 dewan juga memasukkan  dua wakil KOMID di Suriah.&quot;Para penerima adalah entitas Suriah  yang ditunjuk oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat sebagai perusahaan  terdepan untuk Scientific Studies and Research Center (SSRC) Suriah,  entitas Suriah yang diidentifikasi oleh Panel karena bekerja sama dengan  KOMID dalam pengiriman barang terlarang sebelumnya,&quot; tulis para ahli  PBB.SSRC telah mengawasi program senjata kimia negara tersebut sejak tahun 1970an.Para  pakar PBB mengatakan kegiatan antara Suriah dan Korut yang mereka  selidiki termasuk kerjasama program rudal scud Suriah dan pemeliharaan  serta perbaikan sistem pertahanan udara rudal permukaan ke udara Suriah.Para  ahli mengatakan mereka juga menyelidiki penggunaan gas saraf VX di  Malaysia untuk membunuh saudara tiri pemimpin Korut Kim Jong-un yang  terasing pada bulan Februari lalu.Misi Diplomatik Korut dan Suriah di Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak segera menanggapi permintaan untuk memberikan komentar.Korut  telah mendapat sanksi PBB sejak tahun 2006 karena rudal balistik dan  program nuklirnya. Dewan Keamanan PBB juga telah meningkatkan sejumlah  sanksi untuk menanggapi lima uji coba senjata nuklir dan empat rudal  jarak jauh Korut.
Sementara Suriah setuju untuk menghancurkan senjata kimianya pada tahun  2013 dengan kesepakatan yang ditengahi oleh Rusia dan AS. Namun, para  diplomat dan inspektur senjata menduga Suriah mungkin secara diam-diam  mempertahankan atau mengembangkan kemampuan senjata kimia baru.Selama  perang sipil yang berkecamuk lebih dari enam tahun di negara tersebut,  Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia mengatakan bahwa senjata kimia  telah digunakan setidaknya dua kali, sementara penggunaan klorin sebagai  senjata telah tersebar luas. Pemerintah Suriah telah berkali-kali  membantah menggunakan senjata kimia.</content:encoded></item></channel></rss>
