<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Insiden Bendera Terbalik, Istana: Malaysia Sudah Minta Maaf, Tak Perlu Dipersoalkan Lagi</title><description>&quot;Presiden meminta kepada publik atau masyarakat untuk tidak over reaktif terhadap (masalah) ini,&quot;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/22/337/1761022/insiden-bendera-terbalik-istana-malaysia-sudah-minta-maaf-tak-perlu-dipersoalkan-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/08/22/337/1761022/insiden-bendera-terbalik-istana-malaysia-sudah-minta-maaf-tak-perlu-dipersoalkan-lagi"/><item><title>Insiden Bendera Terbalik, Istana: Malaysia Sudah Minta Maaf, Tak Perlu Dipersoalkan Lagi</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/22/337/1761022/insiden-bendera-terbalik-istana-malaysia-sudah-minta-maaf-tak-perlu-dipersoalkan-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/08/22/337/1761022/insiden-bendera-terbalik-istana-malaysia-sudah-minta-maaf-tak-perlu-dipersoalkan-lagi</guid><pubDate>Selasa 22 Agustus 2017 21:26 WIB</pubDate><dc:creator>Oris Riswan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/22/337/1761022/insiden-bendera-terbalik-istana-malaysia-sudah-minta-maaf-tak-perlu-dipersoalkan-lagi-K0iPeGkD9G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Johan Budi Mengimbau Masyarakat Tak Lagi Persoalkan Insiden Bendera Terbalik</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/22/337/1761022/insiden-bendera-terbalik-istana-malaysia-sudah-minta-maaf-tak-perlu-dipersoalkan-lagi-K0iPeGkD9G.jpg</image><title>Johan Budi Mengimbau Masyarakat Tak Lagi Persoalkan Insiden Bendera Terbalik</title></images><description>BANDUNG - Juru Bicara Presiden Johan Budi mengatakan Presiden Joko Widodo menyesalkan insiden bendera Indonesia terbalik dalam buku panduan SEA Games 2017. Tapi, hal itu tidak perlu dipersoalkan lagi karena pemerintah Malaysia sudah minta maaf.

Selain itu, pemerintah Malaysia juga menyanggupi permintaan Indonesia agar buku panduan itu ditarik dan digantikan versi baru setelah gambar bendera Indonesia diperbaiki.

&quot;Kalau itu sudah dilaksanakan, saya kira tentu tidak perlu dipersoalkan lagi, tidak perlu diperpanjang lagi kalau sudah minta maaf secara terbuka, secara resmi, kemudian menarik brosur dan buku itu,&quot; kata Johan di Bandung, Selasa (22/8/2017).



Soal rencana pemerintah Malaysia datang menemui Presiden Joko Widodo, ia mengaku tidak tahu. Tapi, yang terpenting permintaan maaf sudah dilakukan. Buku panduan juga ditarik.

Disinggung apakah persoalan itu sekarang benar-benar selesai, Johan membenarkannya. &quot;Kalau sudah ada permintaan maaf secara resmi, kemudian buku atau brosur itu ditarik, (selesai) ya itu kan yang diminta (Indonesia),&quot; ungkapnya.

Ia pun kembali menegaskan agar masyarakat Indonesia jangan terlalu reaktif menanggapi persoalan tersebut. Kemarahan dan kekecewaan pasti dirasakan banyak pihak. Tapi apa yang diminta Indonesia sudah dilakukan Malaysia.

&quot;Presiden meminta kepada publik atau masyarakat untuk tidak over reaktif terhadap (masalah) ini,&quot; tandas Johan.</description><content:encoded>BANDUNG - Juru Bicara Presiden Johan Budi mengatakan Presiden Joko Widodo menyesalkan insiden bendera Indonesia terbalik dalam buku panduan SEA Games 2017. Tapi, hal itu tidak perlu dipersoalkan lagi karena pemerintah Malaysia sudah minta maaf.

Selain itu, pemerintah Malaysia juga menyanggupi permintaan Indonesia agar buku panduan itu ditarik dan digantikan versi baru setelah gambar bendera Indonesia diperbaiki.

&quot;Kalau itu sudah dilaksanakan, saya kira tentu tidak perlu dipersoalkan lagi, tidak perlu diperpanjang lagi kalau sudah minta maaf secara terbuka, secara resmi, kemudian menarik brosur dan buku itu,&quot; kata Johan di Bandung, Selasa (22/8/2017).



Soal rencana pemerintah Malaysia datang menemui Presiden Joko Widodo, ia mengaku tidak tahu. Tapi, yang terpenting permintaan maaf sudah dilakukan. Buku panduan juga ditarik.

Disinggung apakah persoalan itu sekarang benar-benar selesai, Johan membenarkannya. &quot;Kalau sudah ada permintaan maaf secara resmi, kemudian buku atau brosur itu ditarik, (selesai) ya itu kan yang diminta (Indonesia),&quot; ungkapnya.

Ia pun kembali menegaskan agar masyarakat Indonesia jangan terlalu reaktif menanggapi persoalan tersebut. Kemarahan dan kekecewaan pasti dirasakan banyak pihak. Tapi apa yang diminta Indonesia sudah dilakukan Malaysia.

&quot;Presiden meminta kepada publik atau masyarakat untuk tidak over reaktif terhadap (masalah) ini,&quot; tandas Johan.</content:encoded></item></channel></rss>
