<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ya Ampun! Digunakan untuk Obat Penambah Gairah, 500 Kg Cula Badak Dilelang Online</title><description>Dianggap berkhasiat meningkatkan gairah seksual, 500 kg cula badak akan dilelang secara online di Afrika Selatan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/24/18/1761987/ya-ampun-digunakan-untuk-obat-penambah-gairah-500-kg-cula-badak-dilelang-online</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/08/24/18/1761987/ya-ampun-digunakan-untuk-obat-penambah-gairah-500-kg-cula-badak-dilelang-online"/><item><title>Ya Ampun! Digunakan untuk Obat Penambah Gairah, 500 Kg Cula Badak Dilelang Online</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/24/18/1761987/ya-ampun-digunakan-untuk-obat-penambah-gairah-500-kg-cula-badak-dilelang-online</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/08/24/18/1761987/ya-ampun-digunakan-untuk-obat-penambah-gairah-500-kg-cula-badak-dilelang-online</guid><pubDate>Kamis 24 Agustus 2017 10:14 WIB</pubDate><dc:creator>Djanti Virantika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/24/18/1761987/duh-digunakan-untuk-obat-penambah-gairah-500-kg-cula-badak-dilelang-online-iDwfRtQ3gu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ratusan kilogram cula badak di Afrika Selatan akan dilelang secara online. (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/24/18/1761987/duh-digunakan-untuk-obat-penambah-gairah-500-kg-cula-badak-dilelang-online-iDwfRtQ3gu.jpg</image><title>Ratusan kilogram cula badak di Afrika Selatan akan dilelang secara online. (Foto: AFP)</title></images><description>JOHANNESBURG &amp;ndash; Kehidupan badak di Afrika Selatan tampaknya akan semakin terusik. Pasalnya, badan pelelangan di negara tersebut telah membuat keputusan yang sangat kontroversial.
Salah satu badan pelelangan di Afrika Selatan memutuskan melelang cula badak secara online. Penyelenggara lelang, John Hume, akan menjual 246 cula seberat 500 kilogram dalam lelang tersebut. Acara pelelangan online ini merupakan yang pertama di Afrika Selatan.
Keputusan itu tentunya ditentang kelompok konservasi setempat karena dapat memicu perburuan liar. Sebuah petisi pun dibuat untuk menghentikan pelelangan ini.
Aktivis perlindungan amal, Humane Society, meminta pemerintah untuk segera mengeluarkan aturan pelarangan. Sebab, Afrika Selatan sendiri merupakan rumah untuk 20 ribu badak atau sekira 80% dari populasi di seluruh dunia. Jika tidak dihentikan, hal ini akan mengancam kehidupan hewan berbadan besar tersebut.
&quot;Setiap perdagangan domestik tanduk badak menyalahi upaya penegakan hukum dan berperang dalam perdagangan satwa liar di seluruh Afrika, China, (dan) Vietnam,&quot; kata aktivis badan amal tersebut, sebagaimana dikutip dari Sky News, Kamis (24/8/2017).
Namun, Hume akhirnya mendapat izin dari pemerintah setempat. Ia mengaku menggunakan cara yang manusiawi untuk mengumpulkan cula tersebut sehingga tidak menyakiti mereka.
Pelelangan sendiri diklaim akan mendapat banyak pembeli. Ketua Asosiasi Pemilik Badak Swasta, Pelham Jones, mengatakan kepada AFP, masyarakat Asia yang tinggal di Afrika menjadi pembeli paling potensial. Sebab, tanduk badak sangat berharga di Asia. Harga cula badak melebihi emas atau kokain, yakni mencapai USD60 ribu atau sekira Rp800 juta per kilogram.
Tak heran jika tanduk badak dibanderol dengan harga mahal. Pasalnya, cula badak memiliki banyak manfaat. Di China dan Vietnam, tanduk badak biasanya digunakan untuk obat penambah stamina, peningkat gairah seksual (aprodisiak) serta ramuan untuk mengobati kanker.
Belum diketahui harga yang akan dibuka untuk melelang cula badak tersebut. Namun, penawar yang akan mengikuti lelang ini harus membayar 100 ribu rand sekira Rp99 juta untuk mendaftar.</description><content:encoded>JOHANNESBURG &amp;ndash; Kehidupan badak di Afrika Selatan tampaknya akan semakin terusik. Pasalnya, badan pelelangan di negara tersebut telah membuat keputusan yang sangat kontroversial.
Salah satu badan pelelangan di Afrika Selatan memutuskan melelang cula badak secara online. Penyelenggara lelang, John Hume, akan menjual 246 cula seberat 500 kilogram dalam lelang tersebut. Acara pelelangan online ini merupakan yang pertama di Afrika Selatan.
Keputusan itu tentunya ditentang kelompok konservasi setempat karena dapat memicu perburuan liar. Sebuah petisi pun dibuat untuk menghentikan pelelangan ini.
Aktivis perlindungan amal, Humane Society, meminta pemerintah untuk segera mengeluarkan aturan pelarangan. Sebab, Afrika Selatan sendiri merupakan rumah untuk 20 ribu badak atau sekira 80% dari populasi di seluruh dunia. Jika tidak dihentikan, hal ini akan mengancam kehidupan hewan berbadan besar tersebut.
&quot;Setiap perdagangan domestik tanduk badak menyalahi upaya penegakan hukum dan berperang dalam perdagangan satwa liar di seluruh Afrika, China, (dan) Vietnam,&quot; kata aktivis badan amal tersebut, sebagaimana dikutip dari Sky News, Kamis (24/8/2017).
Namun, Hume akhirnya mendapat izin dari pemerintah setempat. Ia mengaku menggunakan cara yang manusiawi untuk mengumpulkan cula tersebut sehingga tidak menyakiti mereka.
Pelelangan sendiri diklaim akan mendapat banyak pembeli. Ketua Asosiasi Pemilik Badak Swasta, Pelham Jones, mengatakan kepada AFP, masyarakat Asia yang tinggal di Afrika menjadi pembeli paling potensial. Sebab, tanduk badak sangat berharga di Asia. Harga cula badak melebihi emas atau kokain, yakni mencapai USD60 ribu atau sekira Rp800 juta per kilogram.
Tak heran jika tanduk badak dibanderol dengan harga mahal. Pasalnya, cula badak memiliki banyak manfaat. Di China dan Vietnam, tanduk badak biasanya digunakan untuk obat penambah stamina, peningkat gairah seksual (aprodisiak) serta ramuan untuk mengobati kanker.
Belum diketahui harga yang akan dibuka untuk melelang cula badak tersebut. Namun, penawar yang akan mengikuti lelang ini harus membayar 100 ribu rand sekira Rp99 juta untuk mendaftar.</content:encoded></item></channel></rss>
