<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Temui Jokowi di Istana, Gubernur Banten Wahidin Halim &quot;Curhat&quot; Soal Jalan Rusak   </title><description>&quot;Kita bincang-bincang saja, Presiden merespons cukup bagus, nanti  akan kita pikirkan langkah selanjutnya,&quot; kata Wahidin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/24/337/1762106/temui-jokowi-di-istana-gubernur-banten-wahidin-halim-curhat-soal-jalan-rusak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/08/24/337/1762106/temui-jokowi-di-istana-gubernur-banten-wahidin-halim-curhat-soal-jalan-rusak"/><item><title>Temui Jokowi di Istana, Gubernur Banten Wahidin Halim &quot;Curhat&quot; Soal Jalan Rusak   </title><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/24/337/1762106/temui-jokowi-di-istana-gubernur-banten-wahidin-halim-curhat-soal-jalan-rusak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/08/24/337/1762106/temui-jokowi-di-istana-gubernur-banten-wahidin-halim-curhat-soal-jalan-rusak</guid><pubDate>Kamis 24 Agustus 2017 12:44 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/24/337/1762106/temui-jokowi-di-istana-gubernur-banten-wahidin-halim-curhat-soal-jalan-rusak-9qPkUeUW6y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wahidin Halim. (dok.Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/24/337/1762106/temui-jokowi-di-istana-gubernur-banten-wahidin-halim-curhat-soal-jalan-rusak-9qPkUeUW6y.jpg</image><title>Wahidin Halim. (dok.Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Gubernur Banten Andhika Hazrumy menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, untuk membahas pembangunan Provinsi Banten, Kamis (24/8/2017).

&quot;Kita bincang-bincang saja, Presiden merespons cukup bagus, nanti akan kita pikirkan langkah selanjutnya,&quot; kata Wahidin ditemui usai pertemuan tersebut.

Ia menyebutkan pertemuan dengan Presiden secara umum membahas Banten yang masih banyak ketinggalan dibanding daerah lain.

&quot;Kita mau kembangkan pembangunan jalan-jalan nasional yang selama ini dalam kondisi tidak bagus,&quot; katanya.

Wahidin juga &amp;ldquo;curhat&amp;rdquo; soal adanya dampak operasi pabrik Semen Merah Putih yang mengakibatkan kerusakan jalan beberapa kilometer.

&quot;Kita berharap Semen Merah Putih mau bertanggung jawab terhadap kerusakan jalan di sekitar pabrik yaitu di Kabupaten Lebak,&quot; katanya.

Ia berharap pemerintah pusat membantu pembangunan di sebelah pantai selatan dan utara mulai dari Bandara Soekarno-Hatta sampai Cilegon.

Wahidin juga menyebutkan, selain jalan, pihaknya juga memberi perhatian pada pendidikan, pembangunan jembatan, pelabuhan, dan pengembangan pariwisata. &quot;Banten kan tertinggal dibanding Jawa Tengah dan Jawa Timur yang bagus-bagus jalannya,&quot; katanya.

Ia menyebutkan jalan nasional di Banten yang kondisinya rusak mencapai sekira 230 Km. &quot;Untuk yang provinsi dalam dua tahun ini kami upayakan selesaikan dengan Pak Andhika sehingga nanti jangan sebut Banten tertinggal atau terbelakang lagi,&quot; ucap Wahidin.

Ia menyebutkan anggaran untuk perbaikan jalan provinsi dalam dua tahun mencapai sekitar Rp1,8 triliun. Sementara untuk sektor pariwisata, potensinya besar terutama pantai, tapi itu tergantung infrastruktur.

&quot;Kalau infrastruktur bagus, bisa berkembang, potensi di sana luar biasa, pantai cukup diminati cuma kurang didukung infrastruktur terutama jalan,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Gubernur Banten Andhika Hazrumy menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, untuk membahas pembangunan Provinsi Banten, Kamis (24/8/2017).

&quot;Kita bincang-bincang saja, Presiden merespons cukup bagus, nanti akan kita pikirkan langkah selanjutnya,&quot; kata Wahidin ditemui usai pertemuan tersebut.

Ia menyebutkan pertemuan dengan Presiden secara umum membahas Banten yang masih banyak ketinggalan dibanding daerah lain.

&quot;Kita mau kembangkan pembangunan jalan-jalan nasional yang selama ini dalam kondisi tidak bagus,&quot; katanya.

Wahidin juga &amp;ldquo;curhat&amp;rdquo; soal adanya dampak operasi pabrik Semen Merah Putih yang mengakibatkan kerusakan jalan beberapa kilometer.

&quot;Kita berharap Semen Merah Putih mau bertanggung jawab terhadap kerusakan jalan di sekitar pabrik yaitu di Kabupaten Lebak,&quot; katanya.

Ia berharap pemerintah pusat membantu pembangunan di sebelah pantai selatan dan utara mulai dari Bandara Soekarno-Hatta sampai Cilegon.

Wahidin juga menyebutkan, selain jalan, pihaknya juga memberi perhatian pada pendidikan, pembangunan jembatan, pelabuhan, dan pengembangan pariwisata. &quot;Banten kan tertinggal dibanding Jawa Tengah dan Jawa Timur yang bagus-bagus jalannya,&quot; katanya.

Ia menyebutkan jalan nasional di Banten yang kondisinya rusak mencapai sekira 230 Km. &quot;Untuk yang provinsi dalam dua tahun ini kami upayakan selesaikan dengan Pak Andhika sehingga nanti jangan sebut Banten tertinggal atau terbelakang lagi,&quot; ucap Wahidin.

Ia menyebutkan anggaran untuk perbaikan jalan provinsi dalam dua tahun mencapai sekitar Rp1,8 triliun. Sementara untuk sektor pariwisata, potensinya besar terutama pantai, tapi itu tergantung infrastruktur.

&quot;Kalau infrastruktur bagus, bisa berkembang, potensi di sana luar biasa, pantai cukup diminati cuma kurang didukung infrastruktur terutama jalan,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
