<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Bayi Bernama Indonesia, Lahir saat HUT ke-72 RI</title><description>Tepat pada perayaan HUT ke-72 RI, Kamis 17 Agustus 2017, anak laki-laki   itu lahir di Mojosawit, Desa Kateguhan, Sawit, Boyolali.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/24/512/1762329/kisah-bayi-bernama-indonesia-lahir-saat-hut-ke-72-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/08/24/512/1762329/kisah-bayi-bernama-indonesia-lahir-saat-hut-ke-72-ri"/><item><title>Kisah Bayi Bernama Indonesia, Lahir saat HUT ke-72 RI</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/24/512/1762329/kisah-bayi-bernama-indonesia-lahir-saat-hut-ke-72-ri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/08/24/512/1762329/kisah-bayi-bernama-indonesia-lahir-saat-hut-ke-72-ri</guid><pubDate>Kamis 24 Agustus 2017 16:26 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Solopos</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/24/512/1762329/kisah-bayi-bernama-indonesia-lahir-saat-hut-ke-72-ri-FBjtp6oZv9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bayi bernama Indonesia. (Foto: Solopos.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/24/512/1762329/kisah-bayi-bernama-indonesia-lahir-saat-hut-ke-72-ri-FBjtp6oZv9.jpg</image><title>Bayi bernama Indonesia. (Foto: Solopos.com)</title></images><description>SOLO - Tepat pada perayaan HUT ke-72 RI, Kamis 17 Agustus 2017, anak laki-laki  itu lahir di Mojosawit, Desa Kateguhan, Sawit, Boyolali. Seolah ingin  menegaskan keistimewaan tanggal lahir tersebut bayi berbobot lahir 4 kg  dan panjang 50 cm ini diberi nama Indonesia
&amp;ldquo;Benar. Anak saya bernama Indonesia. Cukup satu kata, tapi maknanya  luas,&amp;rdquo; ujar ayah Indonesia, Kuncora Bambang Nugroho (49), Rabu (23/8/2017).
Indonesia adalah anak kedua Kuncora dan istrinya, Lilis Setiawati (28). Kelahiran Indonesia yang bertepatan dengan HUT RI sudah menjadi  impian Kuncora sejak kecil.
Angan-angan itu tertanam di sanubari Kuncora sejak ia duduk di bangku  kelas III SD. &amp;ldquo;Cita-cita itu saya simpan sejak kecil. Selama  bertahun-tahun, istri dan keluarga enggak ada yang tahu. Saya simpan  rapat-rapat,&amp;rdquo; kisah Sekretaris Desa Kateguhan ini.
Kuncora mengaku sangat mencintai Tanah Airnya. Ketika istrinya  mengandung anak pertama, Kuncora terus memanjatkan doa saban hari.  Selain doa kebaikan untuk anak dan keluarganya, ia juga menyelipkan doa  agar anak sulungnya nanti lahir bertepatan dengan HUT RI.
Namun, Tuhan rupanya belum menghendakinya. Kuncora diuji kesabarannya. Anak sulung Kuncora lahir 5 Agustus 2013.
Kuncora pun kembali merancang program kehamilan anak keduanya. Tentu  saja, ia kian rajin berdoa dan kali ini, Tuhan mengabulkan doanya.
Hati Kuncora tak henti diliputi kebahagiaan ketika mendengar kabar  dari dokter hari perkiraan lahir (HPL) anaknya 17 Agustus 2017. &amp;ldquo;Saya  semakin yakin Tuhan pasti mengabulkan doa hamba-hamba-Nya selama memohon  dengan sungguh-sungguh,&amp;rdquo; jelasnya.
Hari yang dinanti itu pun tiba. Kamis (17/8/2017) pagi, ketika jutaan  rakyat Indonesia merayakan HUT RI, istri Kuncora berjuang keras  melahirkan anak keduanya di RSUD Pandanarang Boyolali.
Lagu-lagu perjuangan mulai terdengar di luar RS. Saat jarum jam  merayap pukul angka 08.20 WIB, suara tangis bayi pun pecah. Kuncora dan  istrinya menangis bahagia menyambut kelahiran sang buah hati melalui  persalinan caesar itu.
Saat itu juga, sebuah nama tersemat kepada anaknya: Indonesia. &amp;ldquo;Istri  dan keluarga saya kaget semua saat itu. &amp;lsquo;Yang betul saja, masa nama kok  Indonesia&amp;rsquo;,&amp;rdquo; kisah Kuncora menirukan ucapan istrinya kala itu.
Indonesia, kata Kuncora, adalah anugerah terindah Yang Maha Kuasa.  Sebagai sebuah bangsa, Indonesia adalah keajaiban di mana ribuan pulau,  suku, dan kekayaan budaya tumbuh dengan memukau.
Semua keragaman itu, kata Kuncora, harus dirawat, disyukuri sebagai  anugerah Tuhan. &amp;ldquo;Begitu pula dengan anak kami yang lahir di hari yang  baik. Semoga Indonesia menjadi anak yang baik,&amp;rdquo; doanya.
Camat Sawit, Dwi Sundarto, mengaku sangat salut dengan kreativitas  Kuncora menyematkan nama Indonesia kepada anaknya. Semula ia sempat tak  percaya ketika dikabari ada PNS yang memberi nama Indonesia kepada  anaknya.
&amp;ldquo;Saya dapat kabar langsung dari istri saya yang kebetulan kerja di RS  Pandanarang. Saya sempat enggak percaya juga sih. Ternyata, memang  benar,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>SOLO - Tepat pada perayaan HUT ke-72 RI, Kamis 17 Agustus 2017, anak laki-laki  itu lahir di Mojosawit, Desa Kateguhan, Sawit, Boyolali. Seolah ingin  menegaskan keistimewaan tanggal lahir tersebut bayi berbobot lahir 4 kg  dan panjang 50 cm ini diberi nama Indonesia
&amp;ldquo;Benar. Anak saya bernama Indonesia. Cukup satu kata, tapi maknanya  luas,&amp;rdquo; ujar ayah Indonesia, Kuncora Bambang Nugroho (49), Rabu (23/8/2017).
Indonesia adalah anak kedua Kuncora dan istrinya, Lilis Setiawati (28). Kelahiran Indonesia yang bertepatan dengan HUT RI sudah menjadi  impian Kuncora sejak kecil.
Angan-angan itu tertanam di sanubari Kuncora sejak ia duduk di bangku  kelas III SD. &amp;ldquo;Cita-cita itu saya simpan sejak kecil. Selama  bertahun-tahun, istri dan keluarga enggak ada yang tahu. Saya simpan  rapat-rapat,&amp;rdquo; kisah Sekretaris Desa Kateguhan ini.
Kuncora mengaku sangat mencintai Tanah Airnya. Ketika istrinya  mengandung anak pertama, Kuncora terus memanjatkan doa saban hari.  Selain doa kebaikan untuk anak dan keluarganya, ia juga menyelipkan doa  agar anak sulungnya nanti lahir bertepatan dengan HUT RI.
Namun, Tuhan rupanya belum menghendakinya. Kuncora diuji kesabarannya. Anak sulung Kuncora lahir 5 Agustus 2013.
Kuncora pun kembali merancang program kehamilan anak keduanya. Tentu  saja, ia kian rajin berdoa dan kali ini, Tuhan mengabulkan doanya.
Hati Kuncora tak henti diliputi kebahagiaan ketika mendengar kabar  dari dokter hari perkiraan lahir (HPL) anaknya 17 Agustus 2017. &amp;ldquo;Saya  semakin yakin Tuhan pasti mengabulkan doa hamba-hamba-Nya selama memohon  dengan sungguh-sungguh,&amp;rdquo; jelasnya.
Hari yang dinanti itu pun tiba. Kamis (17/8/2017) pagi, ketika jutaan  rakyat Indonesia merayakan HUT RI, istri Kuncora berjuang keras  melahirkan anak keduanya di RSUD Pandanarang Boyolali.
Lagu-lagu perjuangan mulai terdengar di luar RS. Saat jarum jam  merayap pukul angka 08.20 WIB, suara tangis bayi pun pecah. Kuncora dan  istrinya menangis bahagia menyambut kelahiran sang buah hati melalui  persalinan caesar itu.
Saat itu juga, sebuah nama tersemat kepada anaknya: Indonesia. &amp;ldquo;Istri  dan keluarga saya kaget semua saat itu. &amp;lsquo;Yang betul saja, masa nama kok  Indonesia&amp;rsquo;,&amp;rdquo; kisah Kuncora menirukan ucapan istrinya kala itu.
Indonesia, kata Kuncora, adalah anugerah terindah Yang Maha Kuasa.  Sebagai sebuah bangsa, Indonesia adalah keajaiban di mana ribuan pulau,  suku, dan kekayaan budaya tumbuh dengan memukau.
Semua keragaman itu, kata Kuncora, harus dirawat, disyukuri sebagai  anugerah Tuhan. &amp;ldquo;Begitu pula dengan anak kami yang lahir di hari yang  baik. Semoga Indonesia menjadi anak yang baik,&amp;rdquo; doanya.
Camat Sawit, Dwi Sundarto, mengaku sangat salut dengan kreativitas  Kuncora menyematkan nama Indonesia kepada anaknya. Semula ia sempat tak  percaya ketika dikabari ada PNS yang memberi nama Indonesia kepada  anaknya.
&amp;ldquo;Saya dapat kabar langsung dari istri saya yang kebetulan kerja di RS  Pandanarang. Saya sempat enggak percaya juga sih. Ternyata, memang  benar,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
