<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OKEZONE STORY: Sinyal Perang Dikira Salam Kenal, Ini Kisah Unik Guam Saat Jadi Bagian AS</title><description>Bergabungnya Guam sebagai wilayah AS ternyata memiliki kisah yang cukup unik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/26/18/1763198/okezone-story-sinyal-perang-dikira-salam-kenal-ini-kisah-unik-guam-saat-jadi-bagian-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/08/26/18/1763198/okezone-story-sinyal-perang-dikira-salam-kenal-ini-kisah-unik-guam-saat-jadi-bagian-as"/><item><title>OKEZONE STORY: Sinyal Perang Dikira Salam Kenal, Ini Kisah Unik Guam Saat Jadi Bagian AS</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/26/18/1763198/okezone-story-sinyal-perang-dikira-salam-kenal-ini-kisah-unik-guam-saat-jadi-bagian-as</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/08/26/18/1763198/okezone-story-sinyal-perang-dikira-salam-kenal-ini-kisah-unik-guam-saat-jadi-bagian-as</guid><pubDate>Sabtu 26 Agustus 2017 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/25/18/1763198/okezone-story-sinyal-perang-dikira-salam-kenal-ini-kisah-unik-guam-saat-jadi-bagian-as-p6aci1ClzA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Turis menikmati suasana pantai di Distrik Tumon di Guam. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/25/18/1763198/okezone-story-sinyal-perang-dikira-salam-kenal-ini-kisah-unik-guam-saat-jadi-bagian-as-p6aci1ClzA.jpg</image><title>Turis menikmati suasana pantai di Distrik Tumon di Guam. (Foto: Reuters)</title></images><description>SEBUAH wilayah kecil milik Amerika Serikat (AS) di Pasifik, Guam, menarik perhatian banyak orang beberapa pekan belakangan karena alasan yang kurang menyenangkan. Guam yang tidak banyak dikenal selain sebagai pulau tujuan wisata disebut sebagai sasaran serangan rudal balistik di tengah ketegangan antara AS dan Korea Utara (Korut).
Guam telah menjadi wilayah teritorial AS sejak lebih dari satu abad yang lalu dan dinilai sebagai lokasi strategis yang menghubungkan antara AS dan Asia. Meski penting, ternyata cerita mengenai bagaimana pulau kecil dengan populasi kurang dari 170 ribu jiwa itu menjadi wilayah AS, bisa dikatakan unik, juga cukup singkat.
Satu-satunya alasan AS menganeksasi Guam dan penduduk Chamorro bertahun-tahun lalu adalah karena saat itu Negara Paman Sam sedang berperang dengan Spanyol. Saat perang antara dua negara pecah pada April 1898, Guam tengah berada di bawah kendali Spanyol. Mulanya AS tidak tertarik untuk menaklukkan Guam dan lebih tertarik untuk merebut Filipina, kedua wilayah itu hanya terpisah sejauh sekira 2.400 kilometer. Tetapi kemudian AS berubah pikiran dan menyadari bahwa mereka perlu mengambil alih Guam untuk mengamankan wilayah yang lebih luas.
Pada Juni 1898, AS mengirimkan USS Charleston (C-2) untuk merebut Guam dari tangan Spanyol. Saat kapal jelajah itu tiba di Guam, para pelaut AS mengirimkan sinyal peringatan untuk menginformasikan pihak Spanyol di Guam bahwa mereka telah tiba di sana. &amp;nbsp;
&amp;ldquo;Mereka tentu saja memperkirakan Spanyol akan membalas dengan pernyataan perang serupa dan mempertahankan pulau mereka. Tetapi, tidak ada respons sama sekali dari pihak Spanyol,&amp;rdquo; kata Profesor Sejarah dan Ilmu Politik dari Universitas Sains dan Teknologi Missouri, Diana L. Ahmad yang dilansir History.
Tak adanya reaksi dari pihak Spanyol membuat pihak AS kebingungan   karena tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mereka bertanya-tanya   kenapa tidak ada yang merespons deklarasi perang yang mereka umumkan.
Namun, beberapa jam kemudian, sebuah kapal Spanyol datang mendekat ke  arah USS Charleston untuk bertemu kapten kapal dan berbincang. Saat  sampai di kapal, pejabat Spanyol itu justru meminta maaf karena tidak  membalas &amp;lsquo;salam&amp;rsquo; dari pihak AS. Rupa-rupanya, pasukan Spanyol di Guam  menganggap sinyal peringatan perang dari USS Charleston sebagai sebuah  tata kesopanan bertamu.
Meluruskan kesalahpahaman itu, pihak AS menginformasikan bahwa kedua negara tengah berperang.
Ternyata, orang-orang Spanyol yang ditempatkan di pulau terpencil itu  tidak tahu bahwa Perang Spanyol-Amerika telah berlangsung selama dua  bulan. Begitu kedua belah pihak menetapkan bahwa mereka adalah musuh, AS  mengirim surat kepada Gubernur Spanyol di Guam dan memberinya waktu 30  menit untuk menyerah.
&quot;Beberapa dokumen yang saya baca mengatakan bahwa sang gubernur hanya  membutuhkan waktu 29 menit untuk merespons. Pulau Guam menyerah dan  menjadi wilayah AS. Sesederhana itu,&amp;rdquo; kata Ahmad.
Setelah itu, pasukan AS bertahan sekira 24 jam sampai 36 jam di sana sebelum kembali berlayar.
&amp;ldquo;Mereka tidak meninggalkan pejabat AS yang bertanggung jawab atas  pulau itu dan bahkan membawa bendera yang mereka kibarkan di sana. Ini  adalah peristiwa pertama dan terakhir dalam Perang Spanyol-Amerika yang  pernah terjadi di Guam, dan itu sama sekali tidak berdarah,&amp;rdquo; tambah  Ahmad.
Saat AS memenangkan perang, mereka menjadikan Guam sebagai wilayah  Negeri Paman Sam yang resmi. Warga Guam secara otomatis menjadi warga AS  saat mereka lahir. Namun, tidak seperti warga di 50 negara bagian AS,  mereka tidak dapat memberikan suaranya untuk memilih presiden. Dan  seperti juga warga AS di Washington DC dan beberapa wilayah AS lain  seperti Puerto Rico, Kepulauan Mariana Utara, Kepulauan Virgin, dan  Samoa, Guam tidak memiliki perwakilan di Kongres AS.</description><content:encoded>SEBUAH wilayah kecil milik Amerika Serikat (AS) di Pasifik, Guam, menarik perhatian banyak orang beberapa pekan belakangan karena alasan yang kurang menyenangkan. Guam yang tidak banyak dikenal selain sebagai pulau tujuan wisata disebut sebagai sasaran serangan rudal balistik di tengah ketegangan antara AS dan Korea Utara (Korut).
Guam telah menjadi wilayah teritorial AS sejak lebih dari satu abad yang lalu dan dinilai sebagai lokasi strategis yang menghubungkan antara AS dan Asia. Meski penting, ternyata cerita mengenai bagaimana pulau kecil dengan populasi kurang dari 170 ribu jiwa itu menjadi wilayah AS, bisa dikatakan unik, juga cukup singkat.
Satu-satunya alasan AS menganeksasi Guam dan penduduk Chamorro bertahun-tahun lalu adalah karena saat itu Negara Paman Sam sedang berperang dengan Spanyol. Saat perang antara dua negara pecah pada April 1898, Guam tengah berada di bawah kendali Spanyol. Mulanya AS tidak tertarik untuk menaklukkan Guam dan lebih tertarik untuk merebut Filipina, kedua wilayah itu hanya terpisah sejauh sekira 2.400 kilometer. Tetapi kemudian AS berubah pikiran dan menyadari bahwa mereka perlu mengambil alih Guam untuk mengamankan wilayah yang lebih luas.
Pada Juni 1898, AS mengirimkan USS Charleston (C-2) untuk merebut Guam dari tangan Spanyol. Saat kapal jelajah itu tiba di Guam, para pelaut AS mengirimkan sinyal peringatan untuk menginformasikan pihak Spanyol di Guam bahwa mereka telah tiba di sana. &amp;nbsp;
&amp;ldquo;Mereka tentu saja memperkirakan Spanyol akan membalas dengan pernyataan perang serupa dan mempertahankan pulau mereka. Tetapi, tidak ada respons sama sekali dari pihak Spanyol,&amp;rdquo; kata Profesor Sejarah dan Ilmu Politik dari Universitas Sains dan Teknologi Missouri, Diana L. Ahmad yang dilansir History.
Tak adanya reaksi dari pihak Spanyol membuat pihak AS kebingungan   karena tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mereka bertanya-tanya   kenapa tidak ada yang merespons deklarasi perang yang mereka umumkan.
Namun, beberapa jam kemudian, sebuah kapal Spanyol datang mendekat ke  arah USS Charleston untuk bertemu kapten kapal dan berbincang. Saat  sampai di kapal, pejabat Spanyol itu justru meminta maaf karena tidak  membalas &amp;lsquo;salam&amp;rsquo; dari pihak AS. Rupa-rupanya, pasukan Spanyol di Guam  menganggap sinyal peringatan perang dari USS Charleston sebagai sebuah  tata kesopanan bertamu.
Meluruskan kesalahpahaman itu, pihak AS menginformasikan bahwa kedua negara tengah berperang.
Ternyata, orang-orang Spanyol yang ditempatkan di pulau terpencil itu  tidak tahu bahwa Perang Spanyol-Amerika telah berlangsung selama dua  bulan. Begitu kedua belah pihak menetapkan bahwa mereka adalah musuh, AS  mengirim surat kepada Gubernur Spanyol di Guam dan memberinya waktu 30  menit untuk menyerah.
&quot;Beberapa dokumen yang saya baca mengatakan bahwa sang gubernur hanya  membutuhkan waktu 29 menit untuk merespons. Pulau Guam menyerah dan  menjadi wilayah AS. Sesederhana itu,&amp;rdquo; kata Ahmad.
Setelah itu, pasukan AS bertahan sekira 24 jam sampai 36 jam di sana sebelum kembali berlayar.
&amp;ldquo;Mereka tidak meninggalkan pejabat AS yang bertanggung jawab atas  pulau itu dan bahkan membawa bendera yang mereka kibarkan di sana. Ini  adalah peristiwa pertama dan terakhir dalam Perang Spanyol-Amerika yang  pernah terjadi di Guam, dan itu sama sekali tidak berdarah,&amp;rdquo; tambah  Ahmad.
Saat AS memenangkan perang, mereka menjadikan Guam sebagai wilayah  Negeri Paman Sam yang resmi. Warga Guam secara otomatis menjadi warga AS  saat mereka lahir. Namun, tidak seperti warga di 50 negara bagian AS,  mereka tidak dapat memberikan suaranya untuk memilih presiden. Dan  seperti juga warga AS di Washington DC dan beberapa wilayah AS lain  seperti Puerto Rico, Kepulauan Mariana Utara, Kepulauan Virgin, dan  Samoa, Guam tidak memiliki perwakilan di Kongres AS.</content:encoded></item></channel></rss>
