<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wow! Tingginya Permintaan Kuburan di Ibu Kota, 100 Orang Meninggal per Hari</title><description>&quot;Sebetulnya kebutuhan makam kita ini tinggi. Karena setiap hari saja diperkirakan 100 orang meninggal dunia di Jakarta,&quot;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/26/338/1763423/wow-tingginya-permintaan-kuburan-di-ibu-kota-100-orang-meninggal-per-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/08/26/338/1763423/wow-tingginya-permintaan-kuburan-di-ibu-kota-100-orang-meninggal-per-hari"/><item><title>Wow! Tingginya Permintaan Kuburan di Ibu Kota, 100 Orang Meninggal per Hari</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/26/338/1763423/wow-tingginya-permintaan-kuburan-di-ibu-kota-100-orang-meninggal-per-hari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/08/26/338/1763423/wow-tingginya-permintaan-kuburan-di-ibu-kota-100-orang-meninggal-per-hari</guid><pubDate>Sabtu 26 Agustus 2017 01:30 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/26/338/1763423/wow-tingginya-permintaan-kuburan-di-ibu-kota-100-orang-meninggal-per-hari-xsulbYyP0h.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: dok okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/26/338/1763423/wow-tingginya-permintaan-kuburan-di-ibu-kota-100-orang-meninggal-per-hari-xsulbYyP0h.jpg</image><title>foto: dok okezone</title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp;Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Djafar Muchlisin&amp;nbsp;megatakan kebutuhan tanah makam di Ibu Kota sangat tinggi. Sebab, kata dia, dalam sehari itu ada sekira seratus orang tutup usia. Sehingga pihaknya membutuhkan lahan untuk menguburkan mereka.&amp;nbsp;

&quot;Sebetulnya kebutuhan makam kita ini tinggi. Karena setiap hari saja diperkirakan 100 orang meninggal dunia di Jakarta. Sehingga diperlukan lahan,&quot; ujarnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (25/8/2017).&amp;nbsp;

Ia menambahkan, ada permasalahan yang belum temukan solusinya, yaitu banyak permintaan dari keluarga ahli waris yang ingin menguburkan jenazah di pusat kota. Padahal, ketersediaan lahan di tengah kota itu sudah sangat minim.&amp;nbsp;

&quot;Masalahnya sekarang pihak keluarga ahli waris itu menginginkan lokasi strategis sama halnya pilih rumah, seperti Tanah Kusir, Karet Bivak, Menteng Pulo, Pondok Kelapa,&quot; imbuhnya.&amp;nbsp;

Ia mengimbau kepada pihak keluarga yang ditinggalkan saudaranya menuju panggilan sang Illahi untuk tak memilih - memilih tempat penguburan. Kata dia, pemakaman di pinggiran Ibu Kota tidak banyak diminati masyarakat, seperti di Pondok Rangon, Jakarta Timur.&amp;nbsp;

&quot;Padahal masih ada di pinggiran seperti di Srengseng, Jakarta Selatan, masih luas. Kemudian di Pondok Ranggon, kemudian di Tegal Alur, ini masih luas. Rata-rata berminta di tengah kota,&quot; pungkasnya.&amp;nbsp;(sym)</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp;Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Djafar Muchlisin&amp;nbsp;megatakan kebutuhan tanah makam di Ibu Kota sangat tinggi. Sebab, kata dia, dalam sehari itu ada sekira seratus orang tutup usia. Sehingga pihaknya membutuhkan lahan untuk menguburkan mereka.&amp;nbsp;

&quot;Sebetulnya kebutuhan makam kita ini tinggi. Karena setiap hari saja diperkirakan 100 orang meninggal dunia di Jakarta. Sehingga diperlukan lahan,&quot; ujarnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (25/8/2017).&amp;nbsp;

Ia menambahkan, ada permasalahan yang belum temukan solusinya, yaitu banyak permintaan dari keluarga ahli waris yang ingin menguburkan jenazah di pusat kota. Padahal, ketersediaan lahan di tengah kota itu sudah sangat minim.&amp;nbsp;

&quot;Masalahnya sekarang pihak keluarga ahli waris itu menginginkan lokasi strategis sama halnya pilih rumah, seperti Tanah Kusir, Karet Bivak, Menteng Pulo, Pondok Kelapa,&quot; imbuhnya.&amp;nbsp;

Ia mengimbau kepada pihak keluarga yang ditinggalkan saudaranya menuju panggilan sang Illahi untuk tak memilih - memilih tempat penguburan. Kata dia, pemakaman di pinggiran Ibu Kota tidak banyak diminati masyarakat, seperti di Pondok Rangon, Jakarta Timur.&amp;nbsp;

&quot;Padahal masih ada di pinggiran seperti di Srengseng, Jakarta Selatan, masih luas. Kemudian di Pondok Ranggon, kemudian di Tegal Alur, ini masih luas. Rata-rata berminta di tengah kota,&quot; pungkasnya.&amp;nbsp;(sym)</content:encoded></item></channel></rss>
