<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perang Terhadap Narkoba, Duterte: Polisi Bebas Bunuh Orang Idiot yang Menolak Ditangkap!</title><description>Duterte membuat komentar kontroversial di  hadapan Jovie Espenido, kepala polisi sebuah kota di selatan negara itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/28/18/1764591/perang-terhadap-narkoba-duterte-polisi-bebas-bunuh-orang-idiot-yang-menolak-ditangkap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/08/28/18/1764591/perang-terhadap-narkoba-duterte-polisi-bebas-bunuh-orang-idiot-yang-menolak-ditangkap"/><item><title>Perang Terhadap Narkoba, Duterte: Polisi Bebas Bunuh Orang Idiot yang Menolak Ditangkap!</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/28/18/1764591/perang-terhadap-narkoba-duterte-polisi-bebas-bunuh-orang-idiot-yang-menolak-ditangkap</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/08/28/18/1764591/perang-terhadap-narkoba-duterte-polisi-bebas-bunuh-orang-idiot-yang-menolak-ditangkap</guid><pubDate>Senin 28 Agustus 2017 15:14 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/28/18/1764591/perang-terhadap-narkoba-duterte-polisi-bebas-bunuh-orang-idiot-yang-menolak-ditangkap-ATRVMnYB27.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rodrigo Duterte. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/28/18/1764591/perang-terhadap-narkoba-duterte-polisi-bebas-bunuh-orang-idiot-yang-menolak-ditangkap-ATRVMnYB27.jpg</image><title>Rodrigo Duterte. (Foto: Reuters)</title></images><description>MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan  kepada polisi pada hari Senin (28/8/2017) bahwa mereka dapat membunuh  orang idiot yang dengan keras menolak penangkapan.&amp;nbsp;Komentar  kontroversial Duterte ini muncul setelah ribuan orang menghadiri  pemakaman remaja 17 tahun yang jadi korban perang terhadap narkoba.  Kematian siswa SMA bernama Kian Loyd Delos Santos itu memicu demonstrasi  besar di Manila karena korban dianggap tidak bersalah.Para  pejabat Filipina mengatakan, Duterte telah bertemu dengan orang tua  Santos di Istana Kepresidenan hari ini. Namun, hasil pertemuan belum  diungkap pihak istana.Duterte membuat komentar kontroversial di  hadapan Jovie Espenido, kepala polisi sebuah kota di selatan negara itu,  di mana wali kota setempat terbunuh dalam perang anti-narkoba.&amp;rdquo;Tugas  Anda mengharuskan Anda untuk mengatasi hambatan dari orang yang Anda  tangkap, (jika) dia menolak, dan ini adalah tindakan kekerasan Anda  bebas membunuh orang idiot, itu perintah saya untuk Anda,&amp;rdquo; kata Duterte  kepada para polisi, seperti dilansir Reuters.Duterte  menambahkan bahwa pembunuhan di luar hukum tetap tidak diperbolehkan.  Polisi, kata dia, harus menegakkan supremasi hukum saat menjalankan  tugasnya.
(Baca juga: Salut! Tembak Kelompok Militan, Presiden Duterte: Saya Siap Mati bagi Filipina)Duterte mengobarkan perang antinarkoba setelah  menjabat presiden pada Juni tahun lalu. Perang melawan narkoba yang  merenggut ribuan orang ini untuk memenuhi janjinya selama kampanye  pemilu bahwa dia akan menggunakan kekuatan mematikan untuk menghapus  kejahatan dan narkoba di Filipina.Oposisi domestik terkait  perang memberantas narkoba sebagian besar telah diredam pemerintah.  Namun kematian Santos oleh polisi anti-narkoba pada 16 Agustus lalu  telah memicu kemarahan publik yang jarang terjadi.Lebih dari  1.000 orang, termasuk biarawati, imam gereja dan ratusan anak-anak, ikut  dalam prosesi penguburannya pada hari Sabtu. Pemakaman itu kemudian  berubah menjadi demonstrasi besar melawan kampanye anti-narkoba Duterte.Santos  diberitakan media lokal telah diseret oleh polisi berpakaian sipil ke  sebuah gubuk gelap yang penuh sampah di Manila utara sebelum dia  ditembak kepalanya. Dia kemudian ditinggalkan di sebelah kandang babi.  Laporan itu bersumber dari saksi mata yang diperkuat dengan rekaman CCTV  di lokasi kejadian.Namun, polisi membela diri dengan mengklaim Santos melepaskan tembakan ke arah mereka terlebih dahulu.</description><content:encoded>MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan  kepada polisi pada hari Senin (28/8/2017) bahwa mereka dapat membunuh  orang idiot yang dengan keras menolak penangkapan.&amp;nbsp;Komentar  kontroversial Duterte ini muncul setelah ribuan orang menghadiri  pemakaman remaja 17 tahun yang jadi korban perang terhadap narkoba.  Kematian siswa SMA bernama Kian Loyd Delos Santos itu memicu demonstrasi  besar di Manila karena korban dianggap tidak bersalah.Para  pejabat Filipina mengatakan, Duterte telah bertemu dengan orang tua  Santos di Istana Kepresidenan hari ini. Namun, hasil pertemuan belum  diungkap pihak istana.Duterte membuat komentar kontroversial di  hadapan Jovie Espenido, kepala polisi sebuah kota di selatan negara itu,  di mana wali kota setempat terbunuh dalam perang anti-narkoba.&amp;rdquo;Tugas  Anda mengharuskan Anda untuk mengatasi hambatan dari orang yang Anda  tangkap, (jika) dia menolak, dan ini adalah tindakan kekerasan Anda  bebas membunuh orang idiot, itu perintah saya untuk Anda,&amp;rdquo; kata Duterte  kepada para polisi, seperti dilansir Reuters.Duterte  menambahkan bahwa pembunuhan di luar hukum tetap tidak diperbolehkan.  Polisi, kata dia, harus menegakkan supremasi hukum saat menjalankan  tugasnya.
(Baca juga: Salut! Tembak Kelompok Militan, Presiden Duterte: Saya Siap Mati bagi Filipina)Duterte mengobarkan perang antinarkoba setelah  menjabat presiden pada Juni tahun lalu. Perang melawan narkoba yang  merenggut ribuan orang ini untuk memenuhi janjinya selama kampanye  pemilu bahwa dia akan menggunakan kekuatan mematikan untuk menghapus  kejahatan dan narkoba di Filipina.Oposisi domestik terkait  perang memberantas narkoba sebagian besar telah diredam pemerintah.  Namun kematian Santos oleh polisi anti-narkoba pada 16 Agustus lalu  telah memicu kemarahan publik yang jarang terjadi.Lebih dari  1.000 orang, termasuk biarawati, imam gereja dan ratusan anak-anak, ikut  dalam prosesi penguburannya pada hari Sabtu. Pemakaman itu kemudian  berubah menjadi demonstrasi besar melawan kampanye anti-narkoba Duterte.Santos  diberitakan media lokal telah diseret oleh polisi berpakaian sipil ke  sebuah gubuk gelap yang penuh sampah di Manila utara sebelum dia  ditembak kepalanya. Dia kemudian ditinggalkan di sebelah kandang babi.  Laporan itu bersumber dari saksi mata yang diperkuat dengan rekaman CCTV  di lokasi kejadian.Namun, polisi membela diri dengan mengklaim Santos melepaskan tembakan ke arah mereka terlebih dahulu.</content:encoded></item></channel></rss>
