<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Haru Maman dan Emi, 6 Tahun Menabung untuk Umrah, Ternyata Ditipu First Travel</title><description>Pasangan suami  istri Maman dan Emi menuturkan, dana umrah sebesar Rp30 juta diperoleh  dengan cara menabung selama 6 tahun.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/28/525/1764537/kisah-haru-maman-dan-emi-6-tahun-menabung-untuk-umrah-ternyata-ditipu-first-travel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/08/28/525/1764537/kisah-haru-maman-dan-emi-6-tahun-menabung-untuk-umrah-ternyata-ditipu-first-travel"/><item><title>Kisah Haru Maman dan Emi, 6 Tahun Menabung untuk Umrah, Ternyata Ditipu First Travel</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/28/525/1764537/kisah-haru-maman-dan-emi-6-tahun-menabung-untuk-umrah-ternyata-ditipu-first-travel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/08/28/525/1764537/kisah-haru-maman-dan-emi-6-tahun-menabung-untuk-umrah-ternyata-ditipu-first-travel</guid><pubDate>Senin 28 Agustus 2017 14:14 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/28/525/1764537/kisah-haru-maman-dan-emi-6-tahun-menabung-untuk-umrah-ternyata-ditipu-first-travel-mRRCfGWesB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Maman dan Emi, korban First Travel. (Foto: Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/28/525/1764537/kisah-haru-maman-dan-emi-6-tahun-menabung-untuk-umrah-ternyata-ditipu-first-travel-mRRCfGWesB.jpg</image><title>Maman dan Emi, korban First Travel. (Foto: Sindonews)</title></images><description>BANDUNG - Korban penipuan First Travel di Kota Bandung  semakin banyak yang melapor ke Polrestabes Bandung. Dua di antara korban  adalah Maman Warman (66) dan istrinya Emi Andriyani (58), warga  Cibolerang, Kopo, Kota Bandung. Keduanya tidak menyangka akan menjadi  korban penipuan biro perjalanan milik tersangka Annisa Hasibuan dan  Andika Surachman itu.
Ditemui di Mako Satreskrim Polrestabes  Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (28/8/2017), pasangan suami  istri Maman dan Emi menuturkan, dana umrah sebesar Rp30 juta diperoleh  dengan cara menabung selama enam tahun dan dibantu oleh empat anak  mereka. Setelah terkumpul, kata Maman, dia menyetorkan dana tersebut ke  First Travel Cabang Bandung pada 22 Agustus 2016. Pihak First  Travel menjanjikan Maman dan Emi berangkat pada Maret 2017. Namun janji  ini ternyata tak terbukti. Kemudian, First Travel kembali berjanji  memberangkatkan pensiunan guru SD ini pada April 2017. Lagi-lagi janji  tersebut tak terbukti. Begitu juga janji berangkat ke Tanah Suci Mekkah  pada Mei 2017, tidak terwujud. &quot;Akhirnya kami tahu First Travel ini  bermasalah dari media. Kami jadi sadar telah menjadi korban penipuan,&quot;  kata Maman. Menurut Maman dan Emi, mereka tertarik menggunakan  jasa First Travel karena saran dari putranya. Ibu dari teman putranya  itu telah berangkat empat kali umrah dan lancar. &quot;Karena kami nilai  profesional, kami tertarik menjadi calon jamaah umrah melalui First  Travel. Kami ingin refund saja dan cari agen lain untuk pergi umrah,&quot;  ungkap Maman.
(Baca juga: Makin Panas! Korban First Travel Ramai-Ramai ke Polrestabes Bandung)Maman dan Emi memiliki empat anak laki-laki yang  saat ini sudah dewasa dari pernikahan mereka 41 lampau. Pasutri tersebut  merupakan salah satu dari 632 korban First Travel Cabang Bandung yang  batal berangkat umrah. &quot;Ini biaya umrah kami juga ditambah sama  anak-anak. Katanya sebagai kado pernikahan kami. Kami terus berupaya,  tetapi semisalnya tidak kembali, kami lillahittaala, ikhlas,&quot; ujar Emi.Sementara  Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulana mengatakan,  Satreskrim Polrestabes Bandung akan membuka posko crisis center untuk  menindaklanjuti laporan para korban penipuan First Travel. Posko ini  juga untuk memudahkan komunikasi dan menampung para korban First Travel  di Kota Bandung dan sekitarnya, yang diperkirakan mencapai 632 orang.</description><content:encoded>BANDUNG - Korban penipuan First Travel di Kota Bandung  semakin banyak yang melapor ke Polrestabes Bandung. Dua di antara korban  adalah Maman Warman (66) dan istrinya Emi Andriyani (58), warga  Cibolerang, Kopo, Kota Bandung. Keduanya tidak menyangka akan menjadi  korban penipuan biro perjalanan milik tersangka Annisa Hasibuan dan  Andika Surachman itu.
Ditemui di Mako Satreskrim Polrestabes  Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (28/8/2017), pasangan suami  istri Maman dan Emi menuturkan, dana umrah sebesar Rp30 juta diperoleh  dengan cara menabung selama enam tahun dan dibantu oleh empat anak  mereka. Setelah terkumpul, kata Maman, dia menyetorkan dana tersebut ke  First Travel Cabang Bandung pada 22 Agustus 2016. Pihak First  Travel menjanjikan Maman dan Emi berangkat pada Maret 2017. Namun janji  ini ternyata tak terbukti. Kemudian, First Travel kembali berjanji  memberangkatkan pensiunan guru SD ini pada April 2017. Lagi-lagi janji  tersebut tak terbukti. Begitu juga janji berangkat ke Tanah Suci Mekkah  pada Mei 2017, tidak terwujud. &quot;Akhirnya kami tahu First Travel ini  bermasalah dari media. Kami jadi sadar telah menjadi korban penipuan,&quot;  kata Maman. Menurut Maman dan Emi, mereka tertarik menggunakan  jasa First Travel karena saran dari putranya. Ibu dari teman putranya  itu telah berangkat empat kali umrah dan lancar. &quot;Karena kami nilai  profesional, kami tertarik menjadi calon jamaah umrah melalui First  Travel. Kami ingin refund saja dan cari agen lain untuk pergi umrah,&quot;  ungkap Maman.
(Baca juga: Makin Panas! Korban First Travel Ramai-Ramai ke Polrestabes Bandung)Maman dan Emi memiliki empat anak laki-laki yang  saat ini sudah dewasa dari pernikahan mereka 41 lampau. Pasutri tersebut  merupakan salah satu dari 632 korban First Travel Cabang Bandung yang  batal berangkat umrah. &quot;Ini biaya umrah kami juga ditambah sama  anak-anak. Katanya sebagai kado pernikahan kami. Kami terus berupaya,  tetapi semisalnya tidak kembali, kami lillahittaala, ikhlas,&quot; ujar Emi.Sementara  Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulana mengatakan,  Satreskrim Polrestabes Bandung akan membuka posko crisis center untuk  menindaklanjuti laporan para korban penipuan First Travel. Posko ini  juga untuk memudahkan komunikasi dan menampung para korban First Travel  di Kota Bandung dan sekitarnya, yang diperkirakan mencapai 632 orang.</content:encoded></item></channel></rss>
