<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terkait Muslim Rohingya, Menlu Retno Berkomunikasi dengan Menlu Bangladesh</title><description>Pemerintah Indonesia akan melakukan komunikasi dengan pemerintah Bangladesh terkait pengungsi Muslim Rohingya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/29/18/1765451/terkait-muslim-rohingya-menlu-retno-berkomunikasi-dengan-menlu-bangladesh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/08/29/18/1765451/terkait-muslim-rohingya-menlu-retno-berkomunikasi-dengan-menlu-bangladesh"/><item><title>Terkait Muslim Rohingya, Menlu Retno Berkomunikasi dengan Menlu Bangladesh</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/29/18/1765451/terkait-muslim-rohingya-menlu-retno-berkomunikasi-dengan-menlu-bangladesh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/08/29/18/1765451/terkait-muslim-rohingya-menlu-retno-berkomunikasi-dengan-menlu-bangladesh</guid><pubDate>Selasa 29 Agustus 2017 16:18 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/29/18/1765451/terkait-muslim-rohingya-menlu-retno-berkomunikasi-dengan-menlu-bangladesh-G8VwAeFRgH.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/29/18/1765451/terkait-muslim-rohingya-menlu-retno-berkomunikasi-dengan-menlu-bangladesh-G8VwAeFRgH.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Pemerintah Indonesia akan melakukan komunikasi dengan pemerintah Bangladesh terkait ribuan pengungsi Muslim Rohingya yang melarikan diri ke perbatasan Bangladesh-Myanmar.
&quot;Sore ini saya akan mencoba berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Bangladesh. Sekali lagi saya ingin mendapatkan informasi mengenai situasinya seperti apa,&quot; kata Menteri Luar Negeri RI Retno ditemui di halaman istana kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/8/2017).Menurut Retno, dirinya akan menyampaikan sejumlah pesan terkait penghalauan para pengungsi Muslim Rohingya. Selain itu, Indonesia juga menawarkan bantuan jika diperlukan oleh Bangladesh.Retno menjelaskan Indonesia telah melakukan komunikasi dengan pemerintah Myanmar terkait konflik yang kembali terjadi di Rakhine State.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia mengharapkan Myanmar dapat mengutamakan sisi  kemanusiaan dalam menyelesaikan konflik kemanusiaan bagi Muslim Rohingya
&quot;Jangan sampai jatuh korban lebih banyak dari kalangan sipil  terutama,&quot; kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ditemui di halaman  Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/8/2017).Retno telah  menghubungi Penasihat Keamanan Nasional Myanmar, U Thaung Tun pada  Selasa pagi untuk berkoordinasi tentang situasi yang terjadi di Rakhine  State.
(Baca juga: Tegas! Indonesia Harap Myanmar Utamakan Sisi Kemanusiaan Terkait Muslim Rohingya)Selain itu, Menlu juga menyampaikan agar seluruh pihak  yang bertikai untuk menahan diri dan tidak melakukan tindak kekerasan  yang berpotensi memperburuk situasi keamanan.Indonesia  menyatakan perlindungan keamanan merupakan ranah kemanusiaan yang harus  diberikan secara inklusif kepada semua masyarakat yang ada di Rakhine  State.
Konflik kekerasan kembali terjadi setelah terjadinya serbuan kepada  kepolisian di Myanmar. Insiden tersebut memicu serbuan balasan yang juga  terjadi kepada warga sipil di Rakhine State.Ribuan Muslim  Rohingya terpaksa melarikan diri ke perbatasan Bangladesh untuk  menghindari kekerasan terburuk dalam lima tahun belakangan di Myanmar  yang telah menewaskan 104 orang.Rohingya ditolak  kewarganegaraannya oleh Myanmar dan dianggap sebagai pengungsi gelap  dari Bangladesh, meski telah mendiami daerah tempat tinggalnya selama  berabad-abad, dengan masyarakat yang terpinggirkan dan terkadang  mengalami kekerasan.Sementara itu, pemerintah Bangladesh menolak menerima pengungsi konflik Rakhine State di perbatasannya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah Indonesia akan melakukan komunikasi dengan pemerintah Bangladesh terkait ribuan pengungsi Muslim Rohingya yang melarikan diri ke perbatasan Bangladesh-Myanmar.
&quot;Sore ini saya akan mencoba berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Bangladesh. Sekali lagi saya ingin mendapatkan informasi mengenai situasinya seperti apa,&quot; kata Menteri Luar Negeri RI Retno ditemui di halaman istana kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/8/2017).Menurut Retno, dirinya akan menyampaikan sejumlah pesan terkait penghalauan para pengungsi Muslim Rohingya. Selain itu, Indonesia juga menawarkan bantuan jika diperlukan oleh Bangladesh.Retno menjelaskan Indonesia telah melakukan komunikasi dengan pemerintah Myanmar terkait konflik yang kembali terjadi di Rakhine State.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia mengharapkan Myanmar dapat mengutamakan sisi  kemanusiaan dalam menyelesaikan konflik kemanusiaan bagi Muslim Rohingya
&quot;Jangan sampai jatuh korban lebih banyak dari kalangan sipil  terutama,&quot; kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ditemui di halaman  Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/8/2017).Retno telah  menghubungi Penasihat Keamanan Nasional Myanmar, U Thaung Tun pada  Selasa pagi untuk berkoordinasi tentang situasi yang terjadi di Rakhine  State.
(Baca juga: Tegas! Indonesia Harap Myanmar Utamakan Sisi Kemanusiaan Terkait Muslim Rohingya)Selain itu, Menlu juga menyampaikan agar seluruh pihak  yang bertikai untuk menahan diri dan tidak melakukan tindak kekerasan  yang berpotensi memperburuk situasi keamanan.Indonesia  menyatakan perlindungan keamanan merupakan ranah kemanusiaan yang harus  diberikan secara inklusif kepada semua masyarakat yang ada di Rakhine  State.
Konflik kekerasan kembali terjadi setelah terjadinya serbuan kepada  kepolisian di Myanmar. Insiden tersebut memicu serbuan balasan yang juga  terjadi kepada warga sipil di Rakhine State.Ribuan Muslim  Rohingya terpaksa melarikan diri ke perbatasan Bangladesh untuk  menghindari kekerasan terburuk dalam lima tahun belakangan di Myanmar  yang telah menewaskan 104 orang.Rohingya ditolak  kewarganegaraannya oleh Myanmar dan dianggap sebagai pengungsi gelap  dari Bangladesh, meski telah mendiami daerah tempat tinggalnya selama  berabad-abad, dengan masyarakat yang terpinggirkan dan terkadang  mengalami kekerasan.Sementara itu, pemerintah Bangladesh menolak menerima pengungsi konflik Rakhine State di perbatasannya.</content:encoded></item></channel></rss>
