<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ya Ampun.. Gara-Gara Korut Tembakkan Misil, Penduduk Jepang Terguncang</title><description>Peluncuran rudal Korea Utara ke wilayah Jepang membuat warga Negeri Sakura yang sebagian tengah terlelap menjadi panik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/30/18/1765811/ya-ampun-gara-gara-korut-tembakkan-misil-penduduk-jepang-terguncang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/08/30/18/1765811/ya-ampun-gara-gara-korut-tembakkan-misil-penduduk-jepang-terguncang"/><item><title>Ya Ampun.. Gara-Gara Korut Tembakkan Misil, Penduduk Jepang Terguncang</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/08/30/18/1765811/ya-ampun-gara-gara-korut-tembakkan-misil-penduduk-jepang-terguncang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/08/30/18/1765811/ya-ampun-gara-gara-korut-tembakkan-misil-penduduk-jepang-terguncang</guid><pubDate>Rabu 30 Agustus 2017 01:03 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/30/18/1765811/ya-ampun-gara-gara-korut-tembakkan-misil-penduduk-jepang-terguncang-D6MP8SEc70.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Stasiun televisi memberitakan peluncuran rudal Korut. (Foto: EPA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/30/18/1765811/ya-ampun-gara-gara-korut-tembakkan-misil-penduduk-jepang-terguncang-D6MP8SEc70.jpg</image><title>Stasiun televisi memberitakan peluncuran rudal Korut. (Foto: EPA)</title></images><description>TOKYO - Ai Onodera sedang tertidur lelap pada Selasa saat alarm di telepon genggam mengejutkannya pukul 06.02: &quot;Peluncuran misil. Peluncuran misil, Korea Utara menembakkan rudal, berlindung di gedung kokoh atau di bawah tanah.&quot; Empat menit sebelumnya, pukul 05.58 waktu setempat, Korut meluncurkan peluru kendali balistik pertamanya untuk terbang di atas Jepang sejak 2009, dan menuju ke pulau utama di wilayah paling utara Jepang.
Dalam waktu tiga menit peluncurannya, Perdana Menteri Shinzo Abe memerintahkan pejabat untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi yang masuk. Semenit kemudian, pemerintah mengirim &quot;J-alert&quot; pada sistem peringatan nasionalnya, dan mengatakan kepada penduduk wilayah utara, termasuk Onodera tentang ancaman rudal tersebut.
Dengan panik, Onodera menyalakan televisi. Semua saluran menyoroti siaran resmi dengan peringatan yang sama. Dia cepat-cepat memanggil suaminya, yang sedang dalam perjalanan bisnis.
&quot;Saya takut tidak dapat bertemu lagi dengannya,&quot; ujar wanita berusia 33 tahun itu yang tinggal di Sapporo, ibu kota Hokkaido.
Beberapa menit setelah peringatan publik pertama, pukul 06:06, misil memasuki ruang udara di atas Hokkaido, menurut siaran resmi pemerintah yang dirilis segera setelahnya.
Pada pukul 06.07 waktu setempat, misil yang menempuh jarak hampir 12.000 kilometer per jam dan pada ketinggian maksimum 550 kilometer, meluncur melintasi pulau dan terbang menuju laut.Kebingungan, Keputusasaan
Di banyak kota di wilayah utara, sirene meraung-raung dan pengeras  suara mendesak warga untuk mengambil tindakan pencegahan. Akibatnya,  beberapa orang berebut meninggalkan rumah mereka, sementara yang lain  mengaku tidak tahu apa yang harus mereka lakukan.
Beberapa orang masih tinggal di perumahan sementara setelah gempa dan  tsunami pada Maret 2011, mengatakan di media sosial, &quot;Apa maksudnya,  bangunan kokoh? Kami tidak memilikinya.&quot; Pejabat lokal bergegas ke  kantor mereka beberapa jam lebih awal saat kereta api di wilayah  tersebut, termasuk kereta peluru dari Tokyo ke wilayah utara, dihentikan  sebentar.
&quot;Kami merasa putus asa mengetahui tidak ada yang bisa kami lakukan  bahkan saat sebuah misil melewati langit Jepang,&quot; ujar Hiroaki Kumasaka,  38, pekerja di sebuah perusahaan penerbitan dan berada di Stasiun Tokyo  untuk melakukan perjalanan bisnis ke wilayah utara.
&quot;Saya mengirim pesan kepada keluarga saya dengan mengatakan 'Jepang  tidak lagi aman,' dan orang asing yang berdiri di sebelah saya berbagi  perasaan yang sama dengan saya,&quot; ujarnya.Dalam beberapa pekan terakhir, Korut telah meluncurkan serangkaian  misil ke Jepang, namun sebagian besar jatuh ke Laut Jepang di sebelah  barat negara tersebut.
Ancaman yang berkembang telah mendorong beberapa kota pesisir di  pulau utama Honshu di Jepang untuk mengadakan latihan misil. Hokkaido,  pulau berpenduduk 5,5 juta yang dikenal dengan resor ski, makanan laut,  bir dan kentangnya, merencanakan apa yang terlihat sebagai latihan  militer pertama pada Jumat.
Pukul 6.12 waktu setempat, sekira 14 menit setelah diluncurkan di  dekat ibukota Pyongyang, Korut, misil terjatuh di Laut Pasifik sekitar  1.180 kilometer di sebelah timur Tanjung Erimo di Hokkaido.
Peringatan dari Badan Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana  yang mengatakan misil telah melewati Hokkaido, dikirim dua menit  kemudian.
Andrew Kaz, seorang warga negara AS berusia 24 tahun yang bekerja  sebagai asisten guru bahasa di kota Kushiro, Hokkaido timur, mengatakan  dirinya khawatir dengan potensi respons dari Jepang dan AS.
&quot;Sebelumnya saya telah mengetahui ini akan terjadi, tapi saya merasa peluncuran misil ini sepele dan tanpa kendali,&quot; katanya.
&quot;Segalanya tampak seperti bisnis seperti biasanya, tapi Anda dapat  mengatakannya bahwa orang-orang sedang terguncang,&quot; ujarnya mengomentari  kejadian hari ini.</description><content:encoded>TOKYO - Ai Onodera sedang tertidur lelap pada Selasa saat alarm di telepon genggam mengejutkannya pukul 06.02: &quot;Peluncuran misil. Peluncuran misil, Korea Utara menembakkan rudal, berlindung di gedung kokoh atau di bawah tanah.&quot; Empat menit sebelumnya, pukul 05.58 waktu setempat, Korut meluncurkan peluru kendali balistik pertamanya untuk terbang di atas Jepang sejak 2009, dan menuju ke pulau utama di wilayah paling utara Jepang.
Dalam waktu tiga menit peluncurannya, Perdana Menteri Shinzo Abe memerintahkan pejabat untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi yang masuk. Semenit kemudian, pemerintah mengirim &quot;J-alert&quot; pada sistem peringatan nasionalnya, dan mengatakan kepada penduduk wilayah utara, termasuk Onodera tentang ancaman rudal tersebut.
Dengan panik, Onodera menyalakan televisi. Semua saluran menyoroti siaran resmi dengan peringatan yang sama. Dia cepat-cepat memanggil suaminya, yang sedang dalam perjalanan bisnis.
&quot;Saya takut tidak dapat bertemu lagi dengannya,&quot; ujar wanita berusia 33 tahun itu yang tinggal di Sapporo, ibu kota Hokkaido.
Beberapa menit setelah peringatan publik pertama, pukul 06:06, misil memasuki ruang udara di atas Hokkaido, menurut siaran resmi pemerintah yang dirilis segera setelahnya.
Pada pukul 06.07 waktu setempat, misil yang menempuh jarak hampir 12.000 kilometer per jam dan pada ketinggian maksimum 550 kilometer, meluncur melintasi pulau dan terbang menuju laut.Kebingungan, Keputusasaan
Di banyak kota di wilayah utara, sirene meraung-raung dan pengeras  suara mendesak warga untuk mengambil tindakan pencegahan. Akibatnya,  beberapa orang berebut meninggalkan rumah mereka, sementara yang lain  mengaku tidak tahu apa yang harus mereka lakukan.
Beberapa orang masih tinggal di perumahan sementara setelah gempa dan  tsunami pada Maret 2011, mengatakan di media sosial, &quot;Apa maksudnya,  bangunan kokoh? Kami tidak memilikinya.&quot; Pejabat lokal bergegas ke  kantor mereka beberapa jam lebih awal saat kereta api di wilayah  tersebut, termasuk kereta peluru dari Tokyo ke wilayah utara, dihentikan  sebentar.
&quot;Kami merasa putus asa mengetahui tidak ada yang bisa kami lakukan  bahkan saat sebuah misil melewati langit Jepang,&quot; ujar Hiroaki Kumasaka,  38, pekerja di sebuah perusahaan penerbitan dan berada di Stasiun Tokyo  untuk melakukan perjalanan bisnis ke wilayah utara.
&quot;Saya mengirim pesan kepada keluarga saya dengan mengatakan 'Jepang  tidak lagi aman,' dan orang asing yang berdiri di sebelah saya berbagi  perasaan yang sama dengan saya,&quot; ujarnya.Dalam beberapa pekan terakhir, Korut telah meluncurkan serangkaian  misil ke Jepang, namun sebagian besar jatuh ke Laut Jepang di sebelah  barat negara tersebut.
Ancaman yang berkembang telah mendorong beberapa kota pesisir di  pulau utama Honshu di Jepang untuk mengadakan latihan misil. Hokkaido,  pulau berpenduduk 5,5 juta yang dikenal dengan resor ski, makanan laut,  bir dan kentangnya, merencanakan apa yang terlihat sebagai latihan  militer pertama pada Jumat.
Pukul 6.12 waktu setempat, sekira 14 menit setelah diluncurkan di  dekat ibukota Pyongyang, Korut, misil terjatuh di Laut Pasifik sekitar  1.180 kilometer di sebelah timur Tanjung Erimo di Hokkaido.
Peringatan dari Badan Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana  yang mengatakan misil telah melewati Hokkaido, dikirim dua menit  kemudian.
Andrew Kaz, seorang warga negara AS berusia 24 tahun yang bekerja  sebagai asisten guru bahasa di kota Kushiro, Hokkaido timur, mengatakan  dirinya khawatir dengan potensi respons dari Jepang dan AS.
&quot;Sebelumnya saya telah mengetahui ini akan terjadi, tapi saya merasa peluncuran misil ini sepele dan tanpa kendali,&quot; katanya.
&quot;Segalanya tampak seperti bisnis seperti biasanya, tapi Anda dapat  mengatakannya bahwa orang-orang sedang terguncang,&quot; ujarnya mengomentari  kejadian hari ini.</content:encoded></item></channel></rss>
